Malam itu, langit begitu indah dengan bulan yang bersinar terang dalam gelapnya malam serta hamburan bintang-bintang yang berkelap-kelip diangkasa. Keindahan langitpun sama seperti keindahan kebersamaan Nadira dan keluarganya dalam acara makan malam bersama pada malam itu.Dimana diruang makan tersebut ada ayah,ibu,kak Akbar,dan Nadira. Mereka begitu terlihat senang dalam acara makan malam bersama tersebut sebab ini merupakan momen yang jarang mereka temukan, karena biasanya mereka memiliki kesibukan masing-masing.Oleh karena itu
apabila mereka semua memiliki waktu luang maka mereka gunakan untuk berkumpul bersama-sama. Tetapi, suasana makan malam tersebut berubah
setelah ayah berbicara sesuatu.
“Nah,mumpung kalian semua ada disini Ayah mau bicara sama kalian semua” kata ayah yang tiba-tiba membuat suasana makan bersama tersebut menjadi tegang.
“ bicara aja Yah?” jawab Nadira dengan nada santai
“iya yah bicara aja.” Jawab ibu
“jadi gini,Ayah dapat perintah dari kantor bahwa Ayah ditugaskan untuk kerja diluar kota karena perusahaan yang ayah pimpin sekarang sudah dapat berkembang dan maju .” Jawab Ayah “Emang ditugaskan kemana yah ???” Tanya kak Akbar dengan heran “Ayah ditugaskan ke Bandung, jadi dari pada ayah bulak balik Jakarta-Bandung mending kita semua pindah ke Bandung”
“loh kok gitu yah ?” Tanya Nadira dengan nada agak kesal “iya Nak, soalnya ayah tau kalo perusahaan yang akan ayah pimpin sekarang masih baru pasti memerlukan waktu yang lama untuk dapat maju,lalu
bagaimana pendapat yang lain ?” Tanya ayah
“ kalo Ibu sih setuju aja,soalnya kan Jakarta
bandung itu kalo bulak balik lumayan tuh,jadi daripada ayah capek bulak balik mending kita pindah aja” kata Ibu
“ tapi yah kalo kita semua pindah berarti sekolah juga pindah dong??” Tanya Nadira
“Ya iyalah,masa ayah sama ibu pindah ke
Bandung trus kalian berdua tinggal disini?” jawab ayah sambil tertawa mencairkan suasana yang tegang “Emang kapan yah pindahnya?” tanya kak Akbar
“ Ya kurang lebih 3 hari lagi lah. Masih ada waktu disini untuk beres beres semuanya.” Jawab ayah “ Ya udah sih Akbar setuju aja ini demi kebaikan bersama,tapi gak tau tuh Nadira,gimana Nad ??”
“ Gak! Nadira gak mau pindah” dengan nada kesal
“loh nak kenapa?” Tanya ibu
“GAK POKOKNYA NADIRA GAK MAU
PINDAH.”sambil beranjak dari meja makan lalu manuju ke kamarnya dengan perasaan yang sedih.
“lah Nadira ini gimana sih kok gak mau pindah padahal yang lainnya sudah setuju untuk pindah dasar anak yang keras kepala “
“ Sudahlah, nanti biar ibu yang bujuk nadira untuk ikut pindah ke bandung” jawab ibu dengan sabar. Lalu makan malam tersebut berakhir, dan semua anggota keluarga kembali dengan aktivitasnya masing-masing. Tetapi berbeda dengan ibu setelah membereskan peralatan makan lalu ibu beranjak ke kamar Nadira.
***Tok tok tok…
“Nak bisa buka pintunya! ini ibu mau bicara
sebentar sama kamu” pinta ibu pada Naddira
“Buka aja bu gak dikunci kok pintunya!” jawab nadira Lalu ibu pun masuk ke dalam kamar nadira dan kemudian duduk disamping nadira yang kelihatannya
masih kesal
“Loh kok anak ibu cemberut sih tar ilang loh
cantiknya kata ibu sambil memuji nadira agar ia tersenyum, meskipun pujian itu sama sekali tak berpengaruh pada nadira
“Cerita sama ibu kenapa kamu tidak setuju kalo kita pindah ke Bandung?”
“ gini loh bu,kan ibu tau aku tuh orangnya susah untuk bersosialisasi dengan orang lain jadi kalo pindah pasti itu akan membuat nadira harus bersosialisasi lagi
dan itu bagi nadira susah bu,membutuhkan waktu yang cukup lama agar dapat beradaptasi dengan lingkungan
yang baru. ibu tau kan..?”
“oh itu alasan kamu kenapa gak mau pindah”
“selain itu nadira juga udah nyaman dan deket sama teman nadira yang sekarang dan nadira gak mau pisah sama mereka bu” jawab Nadira
“Dengar ibu ya Nadira,sifat seperti itu harus kamu lawan dengan keberanian agar kamu bisa sedikit demi sedikit menghilangkan rasa itu.
“oh gitu ya bu..” jawab Nadira
“iya ,nah dengan cara kamu pindah ke Bandung itu akan menguji kamu untuk mangalahkan sifat itu, nanti disana kan kamu akan mendapatkan teman baru,suasana baru dan lingkungan baru.”
“tapi bu itu pasti akan sulit bagi nadira dan
itupun pasti memerlukan waktu yang sangat lama”
“jangan berbicara seperti itu.coba dulu jangan langsung pesimis gitu,ibu yakin kok sebenarnya kamu itu bisa berubah”
“mmm.. ya udah deh Nadira ikut pindah ke
Bandung’’
“nah gitu dong, itu baru anak ibu.”
Akhirnya setelah mengalami debat yang cukup panjang Nadira pun menyetujui kalo mereka akan pindah ke Bandung.

KAMU SEDANG MEMBACA
metamorfosa
Cerita PendekHidup bagaikan sebuah roda yang selalu berubah kadang diatas kadang dibawah. Lalu Bagaimana seseorang bisa berubah hanya karena datang sosok orang yang baru dalam kehidupannya sehingga mengubah segalanya.