Hot 10 : Kau Berubah

18.2K 1.5K 243
                                        

Perlahan, mata berat milik Felly terbuka dengan kaku. Dia merasakan tenggorokannya sangat kering dan napasnya sudah kembali normal. Felly menguap lebar dan merentangkan tangannya ke atas dengan tubuh menggeliat.

"Ck, menjadi paparazi rendahan membuat kebiasaan baru untukmu, ya?" Suara itu membuat Felly mengalihkan kepala dan mendapati Felix sedang berkaca sambil membenarkan dasi. "Jorok sekali cara bangunmu. Dan lihat itu pipimu! Sejak kapan kau menjadi ileran seperti itu?!"

"Sejak aku jatuh miskin. Kenapa? Masalah?!"

"Ya! Kau pasti sekarang jarang gosok gigi."

"Hey!! Jangan asal bicara. Aku ini orang paling sering gosok gigi. Sam bahkan selalu memarahiku..." Menyadari ucapannya, Felly menghentikan kalimatnya.

"Sam? Siapa Sam?"

Felly berdeham untuk menutupi kegugupannya. "Ada. Seseorang. Teman serumahku."

Felix mengangkat sebelah alisnya sambil mengambil jam tangan di meja rias. "Teman serumah? Pria atau wanita?"

Felly mendelik dan mengucek matanya. Dia lalu menarik selimut hingga ke lehernya dan memejamkan mata kembali. "Menurutmu?! Pikir sendiri olehmu! Kau mau berkerja?" Tanyanya mengalihkan pembicaraan.

"Ya. Dan bersiaplah, siang nanti aku akan mengirimkan seseorang untuk mendandanimu." Kata Felix sambil memakai jam di tangan kirinya.

Sontak, Felly membuka matanya dan menatap Felix. "Dandan? Kenapa aku harus berdandan?"

Felix menatap Felly, kemudian duduk di tepian ranjang. "Ini tugasmu yang pertama. Menjadi Felicia di hadapan Valerie. Tidak banyak yang harus kau kerjakan. Hanya berbicara dengan Valerie seolah kau benar-benar Feli. Tanamkan keeleganan dan juga intimidasi dalam dirimu. Jangan menjadi kampungan."

Dengan geram, Felly memukul wajah Felix dengan bantal. "Sialan! Kau pikir aku lupa dengan jati diri Phillips dalam diriku?! Aku bisa menjadi putri kerajaan jika sudah berakting, tahu?!"

Rahang Felix terlihat mengeras karena kesal. "Dan apa kau tahu jika kelakukanmu sekarang sudah sangat menyebalkan?! Berani-beraninya kau memukulku dengan bantal!"

"Ya! Aku berani! Mau apa kau hah?! Dasar berandalan."

"Apa katamu?!"

"Berandalan! Kau tidak mendengarnya?! Dasar bajingan! Kemarin aku menahan diri dan tidak bisa marah. Tapi sekarang, aku akan memakimu dasar brengsek tidak tahu ma—AKH!"

Ucapan Felly terpotong dengan Felix yang tiba-tiba menarik tangannya dengan keras. Felix menyentak tangan Felly hingga Felly harus terduduk dan berhadapan langsung dengan wajah Felix. "Jalang kecil sepertimu, beraninya menghinaku?"

Felly membulatkan matanya melihat tatapan menyeramkan dari Felix. Dia menggigit bibir bawahnya dengan keras. "Felix, kau berubah."

Felix mendengus meremehkan. "Aku berubah? Ini diriku, Felly. Diriku yang sesungguhnya. Kau mungkin tidak tahu, karena yang kau lakukan hanyalah pergi, kabur, menghilang dari pandanganku."

Felly terdiam mendengar ucapan Felix. Matanya masih terpaku pada tatapan intimidasi yang baru dia lihat di mata sang kakak.

"Dengar baik-baik. Kau bukanlah siapa-siapa selain pekerja rendahan. Jadi, lakukan tugasmu. Karena kau adalah Nafelly Christine. Paparazi rendahan yang haus akan uang."

Felly menelan ludahnya dan mencoba menarik tangannya yang digenggam kuat oleh Felix, namun tidak berhasil. Sekali lagi, Felly menelan ludahnya dengan susah payah. "Ucapanmu terlalu keterlaluan untuk porsi seorang kakak pada adiknya."

"Adik?" Tanya Felix dengan tawa yang menyeramkan. "Kau adikku? Nama Nafelly sama sekali tidak ada di dalam kartu keluarga Phillips."

"Walau bagaimana pun, aku tetap adik—"

Hot Devil [#TDS3]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang