Sebelum Zidan pergi mengikuti Nema. Laura pun berbisik, "Itu baru yang bener, langsung aja tembak!"
Zidan terdiam sejenak, lalu melanjutkan langkahnya. Namun, ia membalikkan tubuhnya dan berucap, "Masih utang cerita!"
Mendengar itu Laura hanya sedikit menjulurkan lidahnya untuk meledek Zidan.
"Zidan! Zidan!" Laura mengeleng-gelengkan kepalnya sedikit sembari berjalan arah lain.
'Brugh'
Tiba-tiba Laura jatuh tersungkur di lantai. Ia sempat meringis, lalu kemudian mendongakan wajahnya.
'Degh'
"Tembok sialan!" rutuk Laura, "siapa yang mindahin, sih!"
Laura kesal akan tembok yang tak bersalah itu. Ia pun kembali ke kelas sembari mengusap-usap keningnya yang masih berdenyut.
Sedangkan Nema, ia membawa Zidan ke taman sekolah. Ia pun mengajaknya duduk bersama di salah satu bangku.
"Ada apa?" Zidan memulai percakapan disertai tampang bingungnya.
"Mm ... jadi gini, nanti sore main ke rumah, ya!" Jawaban Nema tentu saja membuat Zidan terkejut.
"Kamu tenang aja, nginepnya cuma sehari, kok."
Ya Tuhan, jangan-jangan ini Nema yang kemarin. Tapi, Laura udah kasih kode kalau ini emang yang asli. Zidan sibuk bergulat dengan pikirannya sendiri.
Melihat Zidan melamun dengan ekspresi anehnya. Nema pun menegurnya.
"Hei, ada apa? Jangan cemas, ada Saga sama Dara juga, kok."
Mendengar itu Zidan pun merasa lega dan bebas dari dilemanya itu. "Kalau Laura, ikut?"
Nema sempat terdiam sejenak, lalu berucap,"Ikutlah."
Zidan pun menyetujui permintaan Laura, meskipun ia bingung mau ada acara apa. Karena tidak ada tugas kelompok hari ini.
*****
"Loh, Dan, kamu mau ke mana?" tanya ibu kala melihatnya membawa tas cukup besar.
"Gini, Bu. Zidan sama temen yang lainnya diundang ke rumah Nema, ya ... meskipun aku juga gak tahu mau ada acara apa."
"Laura ikut?"
"Ikut, Bu."
"Coba kamu telpon dulu! Biar ibu gak cemas kalau ada dia." Zidan hanya mengangguk.
Terkadang Zidan merasa aneh akan sikap ibunya yang kelihatannya menyukai Laura. Ia takut akan dijodohkan dengan Laura, padahal yang ditaksir, 'kan, Nema.
"Oh, iya salamin juga buat ayah sama Zia, ya, Bu!" Ibunya pun mengangguk paham.
Zidan pun langsung keluar menuju sepedanya dan langsung menggoesnya. Sebelum sampai ke rumah Nema, ia pun mampir ke sebuah mini market.
Ia pun ingat belum memghubungi Laura, sembari memilih makanan ia pun langsung menelponnya.
"Hallo, La."

KAMU SEDANG MEMBACA
PojoKamar
HorrorTiba-tiba saja Zidan dihantui oleh makhluk yang sangat mengerikan dari pojok kamarnya sendiri. Padahal sudah lama ia tinggal di rumah itu, tapi, baru kali ini ia menemukan hal-hal ganjil itu. Siapakah sosok makhluk itu? Kenapa ia bisa datang? Rasaka...