"Milan cepat udah jam 18.00 wib,malu terlambat"teriak viona dari lantai bawah,sudah setengah jam dia menunggu Milan namun belum juga muncul.
"Iya ma,ini Milan udah siap"balas Milan sambil berjalan turun ke bawah.
Milan kini menggunakan gaun selutut berwarna peach yang terlihat sangat pas di tubuhnya, rambut yang dibiarkan tergerai menggunakan pita simpel dan menggunakan flat shoes yang membalut kakinya dengan indah,kini Milan terlihat sangat cantik.
"Adduh, cantiknya anak mama,nggak sia sia mama nunggu setengah jam"kata viona memuji dan menyindir Milan secara bersamaan
"Hehehehe,Milan gitu dong"balas Milan sambil memasang muka tak bersalah
"Sudah cepat,nggak enak nanti sama keluarga Bryan"
"Iya ma"
Dimobil hanya ada suara musik yang mengalun dengan lembut,tidak ada seorangpun yang membuka suara,mereka berdua fokus pada pikirannya masing masing
Dengan tiba tiba viona mengelus tangan milan"mama harap kamu bisa menerima permintaan mama sama papa dengan senang hati"
"Iya ma,aku tahu mama sama papa pasti menginginkan yang terbaik untuk milan"balas Milan sambil bersandar di lengan hangat mamanya
"Mama nggak tahu seberapa lama lagi mama bisa bertahan, namun mama ingin sebelum mama pergi,mama bisa melihatmu bertunangan dengan Erick,mama percaya dia bisa jaga kamu dengan baik,hanya itu harapan mama"viona mengatakannya dengan air mata yang meluncur deras dari kedua bola matanya,dia belum siap untuk meninggalkan anaknya dalam waktu dekat
"Ma,mama harus yakin mama bisa bertahan,mama kan kuat,mama yang Milan kenal itu kuat dan nggak pernah mengeluh atas apa yang menimpanya,Milan yakin mama akan baik baik aja"kini mereka berdua menangis,menangisi kondisi yang seakan tidak ingin mereka bahagia
Mereka hanya saling memeluk tanpa suara,tak terasa mereka sudah sampai di rumah keluarga Bryan
Viona dan milan merapikan dandanannya untuk menutupi bekas air mata dan mata bengkak mereka.kemudian mereka berdua berjalan bersama masuk ke kediaman keluarga Bryan.
Ketika masuk mereka langsung disambut oleh para pelayan dan dibawa ke taman belakang,makan malamnya diadakan di taman belakang.
Ditaman belakang mereka disambut oleh Victor dan ella,papa dan mama Erick.
Setelah acara penyambutan dan peluk pelukan,Milan duduk dihadapan Erick yang dari tadi hanya memasang muka datarnya.milan melemparkan sebuah senyum lebar ke arah Erick namun Erick hanya bertingkah seolah tidak peduli
Acara makan malam hanya diisi oleh viona,Ella,dan Victor yang membahas tentang masa lalu mereka
Ohh iya,mama Erick dan mama Milan adalah sahabat,mereka telah bersahabat dari SMP.
"Jadi kapan akan diadakan pertunangannya?,lebih cepat lebih baik"suara Victor membuka pembicaraan
"Bagaimana kalau satu bulan lagi?"tanya viona
"Bagus itu,ya udah 1 bulan lagi kalian akan bertunangan,papa harap kamu bisa Nerima pertunangan ini dengan senang hati"Victor mengatakannya sambil melihat wajah Erick yang terlihat ingin membantah
"Tapi pa-"
"Jangan membantah Erick,papa nggak pernah ngajarin kamu untuk membantah nasihat orang tua"tegas Victor
Kini Erick hanya menundukkan wajahnya,dia nggak akan bisa mengatakan apa apa lagi kalau sang papa sudah berkata seperti itu"pa,Erick mau ngomong dulu sama milan,hanya berdua"izin Erick pada sang papa
"Baiklah silakan"izin Victor
Milan dan Erick berjalan menjauh dari tempat tersebut,kini Victor tidak akan bisa melihat dan mendengar pembicaraan mereka.
"aku akan menerima pertunangan ini dengan dua syarat,yang pertama yaitu aku yang menentukan hidupmu sekarang,dan yang kedua akan kuberitahu suatu saat."kata Erick kepada Milan yang berada dihadapannya
"Dan jika kau melanggarnya aku akan memberi kan hukuman kepada kau,ini semua daftar peraturan yang harus kau ikuti."sambil memberikan sebuah kertas berisi peraturan peraturan yang harus diikuti oleh Milan kepada Milan yang terdiam dihadapannya
Tangan Milan bergerak mengambil kertas tersebut,kemudian membaca isinya dan setelahnya
kembali mendongakkan kepalanya menatap Erick.
"Baiklah aku akan melaksanakan semua yang ada di kertas ini"kata Milan sambil berjalan meninggalkan Erick.ketika dia sudah melangkahkan kakinya beberapa langkah,Erick berkata"aku tidak ingin hal ini sampai tersebar,jika hal itu terjadi aku akan segera memutuskan pertunangan ini"
Setelahnya cewek itu kembali melanjutkan langkahnya tanpa menoleh sedikit pun ke belakang,dia meninggalkan cowok tersebut sendiri setelah mengatakan didalam hatinya bahwa dia nggak akan membocorkan hal tersebut kepada siapapun.
KAMU SEDANG MEMBACA
without you
Teen Fictionaku yang selalu mengalah kepadamu,aku yang selalu mengejarmu,dan aku yang selalu berusaha mempertahankan pertunangan ini,hanya aku. ketika kamu menganggap ku sebagai seorang penghancur,aku hanya tersenyum.ketika kamu menghinaku,aku hanya diam tak be...
