KENANGAN
Saat mentari mulai kembali ke peraduannya.
Aku duduk di sisi kiri jendela.
Kutatap langit yang mulai menjingga oleh senja.
Awalnya, aku hanya ingin menikmati lukisan indah sang alam.
Tapi, entah bagaimana awalnya, hingga akhirnya lamunanku berujung pada kenangan tentang masalalu.
Masalalu yang telah menciptakan begitu banyak kenangan.
Tak ada yang terlewat, semua berjejer rapih dalam ingatanku.
Mengisahkan cerita mereka, melukiskan wujud mereka dan menyanyikan setiap bait lagu yang mereka miliki.
Aku ingin menampik. Tapi, tidak. Aku tidak sanggup.
Semua begitu manis untuk ku abaikan.
Cerita lama kita, tak dapat kulupakan.
Dan kenangan itu tidak pernah gagal mengukir senyum di bibir ini kala ia mampir menyapa dalam ingatan.
Bahkan Senja selalu saja berhasil membawanya kembali, ketika kucoba mendorongnya pergi menjauh dari ingatan.
Mine
BARRU, 18 0KTOBER 2019
KAMU SEDANG MEMBACA
Selow Baper
PuisiKetika hati berbicara. Namun tak memiliki suara maka tanganlah yang menjadi penyuaranya lewat setiap detakan suara keyboar.
