Fitri Fidiyah Sari
Mu'zizah Ismatul Khasanah
Rosalina Dwi Safitri
Wiwit Winarsih
Sang surya yang mulai terbit dari ufuk timur. Putri yang sedang tidur pun beranjak dari mimpi indahnya, kemudian Putri langsung bergegas mandi, salat Subuh, dan sarapan. Setelah itu, Putri berpamitan kepada ibunya.
"Bu, Putri berangkat dulu, ya! Assalamualaikum," kata Putri sambil mencium tangan ibunya.
"Waalaikumsalam, hati-hati, Nak!" ucap Ibu Putri.
Putri pun bergegas berangkat sekolah. Sesampainya di kelas, Putri pun duduk. Namun, Putri malah terlihat murung dan sedih karena nilainya akhir-akhir ini menurun. Putri merupakan siswi SMAN 1 Nusa Bangsa. Sekarang ia kelas XI MIPA 1. Memang akhir-akhir ini Putri terlihat jarang belajar dan selalu sibuk memainkan gadgetnya. Padahal sebelum itu Putri merupakan salah satu siswi yang rajin belajar, gemar membaca, dan berprestasi. Sampai akhirnya, Putri menerima nilai hasil ujiannya dari Bu Nisa, Putri merasa kecewa dengan dirinya sendiri karena hasilnya kurang memuaskan dan di dalam pikirannya hanya memikirkan, "Bagaimana agar nilaiku bisa seperti semula lagi? Apakah orangtuaku akan marah dan kecewa padaku?"
Beberapa saat kemudian, Azizah datang dengan menggendong tas warna hitam miliknya, ketika Azizah sedang menaruh tas di tempat duduknya, ia melihat Putri yang sedang sedih. Dia pun menghampiri Putrid dan bertanya kepada sahabatnya itu.
"Put, kenapa kamu sedih?" ucap Azizah.
"Iya, nilai ujianku kemarin menurun karena akhir-akhir ini aku malas belajar dan sekarang aku hanya kecewa pada diriku sendiri," jawab Putri dengan suara bergetar.
Azizah yang mulai paham dengan kondisi Putri pun coba menenangkannya.
"Put, tenang saja nanti saya bantu mencari solusinya," jelas Azizah sambil mengelus pundak putri.
Tak lama kemudian, Nadia yang habis dari koperasi datang dan melihat kedua sahabatnya itu bersedih, ia pun mencoba mencari tahu penyebabnya dengan bertanya, " Kenapa kalian bersedih?"
"Jadi begini, Nadia. Akhir-akhir ini Putri mendapatkan nilai yang kurang memuaskan karena dia kemarin malas belajar dan sekarang ia menyesal, oleh karena itu Putri sedih dan sebagai sahabatnya saya juga merasakannya," jawab Azizah.
"Oh, jadi begitu, tenang saja, Put. Kita pasti bantu kamu agar nilaimu bisa lebih baik lagi," jelas Nadia.
"Iya, Put, betul itu," tambah Azizah.
"Terima kasih, ya, teman-teman," ujar Putri.
Tak selang waktu lama, bel masuk pelajaran pun datang, mereka pun mengikuti pelajaran dengan tetap semangat. Beberapa jam kemudian, setelah bel istirahat berbunyi, mereka pun langsung ke taman dan melanjutkan pembicaraan yang tadi pagi untuk mencari solusi.
"Bagaimana, nih, solusinya?" tanya Azizah.
"Oke, aku puny aide," ucap Nadia.
"Apa itu?" tanya Putri.
"Jadi begini, kamu harus lebih memperhatikan bapak atau ibu guru yang sedang menjelaskan, lebih banyak bertanya kepada siapa saja jika kamu ada yang kurang paham dan mengoptimalkan waktu belajarmu serta kalau memang kamu sudah candu terhadap gadgetmu, kamu bisa memanfaatkannya dengan belajar online dan yang paling pentung, belajar di tempat yang nyaman," ucap Nadia.
"Ide bagus, tuh," imbuh Azizah.
"Okelah kalau begitu, aku akan berusaha, terima kasih, ya teman-teman," ujar Putri.
"Sama-sama," jawab Azizah dan Nadia secara serentah.
Setelah mendengar saran dari Nadia, Putri pun merasa lebih tenang dan tak lama kemudian, bel masuk pelajaran berikutnya tiba. Mereka pun kembali ke kelas dmengikuti pelajaran dengan lebih semangat lagi.
Keesokan harinya, Putri belajarlebih semangat lagi dan aktif di setiap pelajarannya. Sampai akhirnya, waktuujian datang, Putri dapat menyelesaikan ujian tersebut dengan baik dan bahkansaat pembagian nilai, Putri mendapatkan nilai tertinggi di kelasnya.
