"Syif!!"
"Iya, Mas Gun!" jawabku gelagapan.
"Itu makanan mau dimakan apa mau dipajang?"
"Hah? Apaan, sih, Mas?"
"Kenapa, Syif, dari pagi banyak bengong, deh!" Mbak Sarah menyaut.
Aku mencoba mengembalikan konsentrasi, seharian ini aku memang lebih banyak melamun. Bukan tanpa alasan, aku masih kepikiran omongan mamaku tadi pagi.
Flashback On
"Syif, mau ya Mama kenalin sama anak temen Mama, kali ini insyaallah baik."
"Ma!" rengekku, aku masih trauma dengan perjodohan.
"Dia itu lulusan Kairo, Syif, orangnya baik."
"Kalau Syifa nolak, Mama kecewa?”
"Ya sedikit, Syif, yang lebih utama perasaan kamu, tapi Mama juga berharap kamu mau ketemu dia besok."
Aku tidak tega melihat Mama.
"Baiklah, Ma, tapi cuma untuk ketemu saja ya, Ma, enggak lebih."
"Pasti, tak kenal maka tak tahu, pokoknya kalian kenalan dulu."
FlashbackOff
"Yeee ini anak malah tambah bengong!" Mbak Sarah kembali menepuk pundakku.
"Lagi galau, Mbak," jawabku.
"Kenapa? Habis kena omel bos lagi?" tanya Mas Guntur. Aku menggeleng, karena masalah perjodohan malah lebih menakutkan dari menghadapi dokter galak.
"Mama minta aku ketemu sama anak temannya," kataku pelan mengisyaratkan bahwa aku sungguh tak nyaman.
"Wah, bagus, dong!" seru Mbak Sarah.
"Bagus apanya, Mbak? Aku tuh masih ... ah begitulah!"
"Kamu masih belum move on?" tanya Mas Guntur setengah mengejek.
Aku hanya bisa menenggelamkan wajahku di lipatan tangan, pada tahu enggak sih rasanya jadi aku? Rasanya masih takut banget, aku trauma kalau kejadian dulu terulang lagi. Pernikahan itu masih seperti momok bagiku.
To be continued...
Hai.. Untuk bisa terus membaca, bisa lanjut ke Karyakarsa ya.. Link ada di profil wattpad ku..
Teman-teman bisa milih baca per sepuluh part atau sekalian full... 😊
Thank you ❤️
Halaman Karyakarsa⤵️

KAMU SEDANG MEMBACA
3. Gus Dokterku (Terbit)
DiversosHidup dengan latar belakang keluarga pesantren membuat gadis ceria bernama Cut Syifa Humaira Ramli bertemu dengan Akbar Rizki Fadilah atau biasa dipanggil Gus Rizki, seorang putra kyai yang akhirnya melamarnya dalam perkenalan singkat mereka. Namun...
