Alexandra menemukan kekasihnya Louis tewas dalam sebuah kecelakaan misterius.
Bersikukuh bahwa insiden ini merupakan pembunuhan berencana, Alexandra pun bergabung dalam penyelidikan rahasia yang dipimpin oleh Detektif Noel.
Mampukah Alexandra dan De...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Louis Harrison's Mansion, Seattle.
01:00 pm.
Setelah mendapatkan informasi yang dianggap solid dari Alexandra terkait nama-nama orang yang bekerja di rumah Louis selama beberapa bulan terakhir, Noel dan Smith pun segera bergerak menuju kediaman Louis yang terletak di Pine St, 2, Seattle dengan mobil patroli mereka.
Dalam kecepatan 70km/jam, Smith berhasil menempuh perjalanan yang biasanya tiga puluh menit dari kantor kepolisian kota Seattle menjadi dua puluh menit saja.
SUV hitam yang dikendarai oleh mereka berdua kemudian masuk ke dalam area mansion yang dipenuhi taman bunga di sepanjang jalan utamanya sebelum sebuah gerbang tinggi berwarna keemasan menyambut mobil dan terbuka secara otomatis saat sensor mengenai plat mobil.
Smith mengamati beberapa kamera pengawas di sisi gerbang takjub dan berdecak kagum saat gerbang besar di hadapannya terbuka, seolah langsung menyambut keduanya. "Luar biasa!"
"Kau sudah menghubungi Tuan Harrison, bukan?" Alih-alih ikut mengagumi teknologi canggih yang dihadirkan Louis di rumahnya, ia justru mengalihkan pandangannya ke luar jendela dan menemukan kolam penuh dengan angsa putih di dalamnya.
Smith mengangguk cepat. "Tentu." Ia lalu menghentikkan mobilnya di belakang mobil-mobil lain yang berjajar dengan rapi di sisi kanan Mansion.
Terlihat garasi dengan model terbuka milik Louis memiliki ruang yang lebih luas dibandingkan masyarakat biasa pada umumnya. Bahkan setelah Noel dan Smith turun dari mobil patroli mereka, pemandangan kendaraan beroda empat yang terkenal dengan harga yang fantastis langsung menyambut mereka. Terlihat di sana Porsche Macan 2.0 berwarna hitam, BMW i8 putih, Range Rover Sport hitam, Lamborghini Gallardo kuning dan Mercedes Ben berwarna putih terparkir dengan rapih.
Smith lagi-lagi berdecak takjub dan menggeleng tak percaya. "Dia sungguh konglomerat rupanya." Ia kemudian menyenggol lengan Noel yang berdiam diri di sampingnya. "Ini keren, bukan?"
"Permisi."
Seorang wanita berusia sekitar 40 tahunan tiba-tiba muncul dan tersenyum sopan. Ia adalah Maria, wanita yang selama ini bekerja sebagai asisten rumah tangga dan memenuhi kebutuhan dapur seorang Louis Harrison. Maria mendekat dan pakaiannya yang serba putih berbalut celemek hitam semakin menarik perhatian kedua detektif muda itu. "Apakah kalian adalah Detektif Noel dan Detektif Smith?" tanyanya dengan ramah. "Tuan Besar memintaku untuk menemani kalian berkeliling di dalam rumah selagi beliau pergi bersama Nyonya."
"Mereka pergi kemana?" tanya Smith.
Maria tersenyum. "Kudengar mereka akan mengadakan rapat bersama kolega bisnis terkait penggantian jabatan milik mendiang Tuan Muda, Detektif." Ia lalu menadahkan tangannya di udara dan mengangguk sopan. "Mari saya antar masuk ke dalam."
Wanita berambut cokelat kemerahan itu lalu berjalan di sisi Noel dan menunjukkan jalan untuk masuk ke dalam Mansion besar bergaya eropa klasik milik Louis dengan santai. Sesekali mereka berbincang mengenai kekayaan dan popularitas sang pemilik rumah sebelum benar-benar sampai ke bagian dalam rumah.