Alexandra menemukan kekasihnya Louis tewas dalam sebuah kecelakaan misterius.
Bersikukuh bahwa insiden ini merupakan pembunuhan berencana, Alexandra pun bergabung dalam penyelidikan rahasia yang dipimpin oleh Detektif Noel.
Mampukah Alexandra dan De...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
SeaTac Airport, Seattle.
10:00 am.
Alexandra kini duduk bersama Shawn--adik angkat Louis--di dalam mobilnya. Ia baru saja selesai menjemput pria berwajah tampan itu dari bandara dan berniat membawanya ke kantor polisi untuk ikut masuk dalam penyelidikan atas kematian Louis.
Shawn tersenyum simpul tatkala Alexandra terus memuji penampilannya yang sekarang. Bagaimana tidak? Shawn tampak lebih tinggi dan berotot jika dibandingkan dengan beberapa tahun lalu. Shawn bahkan merapihkan rambutnya yang ikal dengan gel rambut. Aroma kayu-kayuan segar menyeruak dari tubuhnya, ia sungguh merawat dirinya sekarang.
"Setelah kita selesai di kantor polisi, maukah kau menemaniku mengunjungi Louis?" Wajah Alexandra berubah sendu, tapi wanita bermata biru itu akhirnya tersenyum dan mengangguk. "Dia tidak pernah memberiku kabar atau mengunjungiku ke Inggris, rasanya benar-benar menyedihkan. Namun saat tahu dia berselingkuh darimu, tampaknya kaulah yang paling menderita di sini."
Alexandra mendengkus geli. "Kau tidak berniat mengasihani aku karena takdir yang ironi ini, bukan?"
Kemudian Shawn tertawa dan mengusap puncak kepala Alexandra pelan. "Omong-omong, bagaimana harimu setelah insiden itu terjadi?" tanyanya sembari melipat kedua tangannya di dada dan menatap Alexandra penasaran. "Kau baik-baik saja?"
"Tidak, aku tidak baik-baik saja." Alexandra menatap Shawn sebentar sebelum kembali fokus pada kemudinya. "Tapi Jeff terus berada di sisiku dan aku merasa lebih baik. Selain itu, detektif yang menangani kasus kecelakaan Louis juga bersikap ramah padaku. Meski terkadang, dia sangat menjengkelkan dan mengganggu."
Lagi-lagi Shawn hanya tertawa untuk menanggapi ocehan Alexandra.
Mereka berdua pun sampai di kantor polisi dan segera masuk menuju ruangan Noel di ujung koridor. Alexandra dengan gaun putih selutut dan Shawn dengan kemeja hitam bercorak kotak-kotak. Saat berjalan bersama seperti ini, keduanya tampak sangat serasi dan menarik perhatian orang-orang karena wajah mereka yang memesona.
Setelah mengetuk pintu beberapa kali, Smith lah yang akhirnya muncul dari balik pintu. "Alexandra?" Wajahnya terlihat antusias. "Silakan masuk," katanya lalu memberi jalan bagi Alexandra dan Shawn.
Tidak seperti Smith yang menyambut hangat, Noel justru diam di sofa dan menghunuskan tatapan tajam pada Alexandra dan Shawn--seperti biasa. Butuh beberapa saat sebelum akhirnya Noel berdeham dan berkata, "Sampai kapan kau akan menghalangi pintunya seperti itu?"
Alexandra mendesah pelan sebelum akhirnya duduk bersebrangan dengan Noel. Shawn mengikutinya dan bergabung. Sementara Smith menutup pintunya terlebih dahulu sebelum duduk di sebelah Noel.
"Omong-omong, siapa ini?" Smith melihat Shawn lalu ke Alexandra bergantian. "Kekasih barumu?"
Alexandra tertawa pelan. "Bukan, Smith. Dia Shawn, adik angkat Louis yang baru kembali dari Inggris," terangnya. "Aku langsung membawanya kemari untuk penyelidikan dan dia bersedia."