9(Revisi)

272 31 5
                                        

Cip, cip, cip

Suara kicauan burung terdengar jelas ditelinga ku, aku merasakan paparan sinar matahari menerpa wajahku yang membuat aku membuka mata dengan enggan.

Aku merasakan ada sesuatu yang menindih perutku, ini cukup berat?

Aku melihat kearah perutku, ternyata ada sebuah lengan kekar yang melingkar di pinggangku.

Ya, itu lengan Hyun Jo.. yang langsung membuatku kaget bahwa kita tidur 1 ranjang malam ini.

Sepertinya saat mengabulkan keinginanku untuk menemaniku sampai aku tertidur, dia ikut tertidur.

Bahkan lengannya masih menjadi bantalku.

Aku melihat wajah polosnya yang sangat tampan, entah kenapa rasanya aku ingin membelai rambutnya.

Saat aku akan mengulurkan tanganku tiba-tiba dia bergumam, oh! Sepertinya dia bangun!

Aku refleks menutup mataku,
Wah? Apa sekarang aku menjadi pembohong yang berpura-pura tertidur?

"Imutnya" aku merasakan tangan yang tadi melingkar dipinggulku bergerak menyentuh pipiku.

Cup

Aku merasakan sebuah ciuman mendarat di keningku.

Oh?! Apa aku sekarang harus membuka mataku?!

Tidak, jika aku membuka mataku Sekarang yang terjadi pasti bukanlah hal yang kuinginkan.

Bagaimana ini? Aku harus apa? Dia mau apa?

Aku merasakan sebuah tangan mengangkat kepalaku, menarik lengan yang kutiduri lalu menggantinya dengan bantal.
Lalu, menutup tubuhku dengan selimut tebal.

Sepertinya dia akan pergi, aku membuka perlahan mataku setelah mendengar suara langkah kaki semakin menjauh.

Benar saja, aku tidak menemukan keberadaan Hyun Jo di ruangan ini sama sekali.

Tapi apa-apaan itu tadi?!

Ahh..... Sepertinya aku mulai berdelusi...

Tidak mungkinkan dia menciumku?! Apalagi berkata bahwa aku imut, itu sangat tidak mungkin.

Aku bangun setelah itu bergegas menuju kamar mandi.

Setelah aku selesai mandi, aku keluar hanya menggunakan bathrobe.

"Sudah selesai? Kalau sudah selesai, cepatlah bersiap kita akan pergi menuju rumah orang tuaku menjemput Daniel"
Dia kembali pada sifatnya yang seperti sebelumnya, menyebalkan.
Tidak seperti tadi pagi.
Sekarang, dia bahkan berkata tanpa menoleh ke arahku, dan hanya memfokuskan perhatian ke TV.

"Baiklah.." jawabku lalu langsung meninggalkan Hyun Jo yang sibuk melihat TV.

-------------------------

Saat ini, kita berada di rumah orang tua Hyun Jo untuk menjemput Daniel.

"Daniel, bibi datang!" Panggilku kepada Daniel setelah berada di ruang tengah.

"Bibi!!" Daniel lari menuju arahku lalu langsung memelukku

"Ibu" ucap Hyun Jo mengarah kepada Daniel.

"Hm?" Daniel memiringkan kepalanya kearah kiri, bingung dengan kata yang tiba-tiba Hyun Jo lontarkan.

"Itu Ibumu" jelas Hyun Jo kepada Daniel.

"Bibi? Ibuku?" Tanya Daniel yang dijawab anggukan Hyun Jo.

"Ayah bilang, ibuku sangat jauh.. sampai aku tidak bisa bertemu dengannya. Tapi kenapa ibu disini?"
Aku hanya tersenyum menanggapi perkataannya, dia bersikap seperti anak dewasa tidak seperti anak pada umumnya.

My FamilyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang