" Lo pulang bareng gue aja. " Ujar Ale menatap gadis disebelah nya.
" Lo ngajak gue? " Tanyanya sambil menunjuk dirinya sendiri.
" Yakali gue ngajak semut, kan gue liatnya ke Lo gimana sih. "
" Yakali aja Lo ngajak siapa gitu kan? "
Jawab Ody menangkup wajahnya dengan kedua tangannya." Yaudah yuk balik. "
" Gue balik duluan ya bro. " Lanjut Ale langsung mengambil kunci mobilnya dan menggandeng Ody menuju parkiran.
" Tiati bawa kesayangan gue tuh! " Kata Bima sambil menunjuk Ody dan tersenyum.
" Oh Lo gitu sama gue? Oke! " Katanya menunjuk Bima dengan tampang serius.
" Dih baperan si Balee mah. " Kata Bima sambil tertawa, puas sekali anak itu. Ody, Silla, dan Ghea sontak langsung tertawa melihat wajah konyol Bima ketika meledek Ale.
" Kamu juga kenapa ikut ikutan ketawa sih? Sumpah ga lucu. " Katanya langsung keluar begitu saja dan memasuki mobilnya duluan diikuti Ody dibelakang nya yang masih tertawa renyah.
" Ketawa aja kali ga usah ditahan gitu. Ga lucu. " Ketus Ale yang masih terfokus pada jalanan.
" Ih, lagian kata siapa lucu? Haha. " Jawab Ody dan sedetik kemudian mulai menghentikan tawanya. Tangan nya terulur untuk menyentuh pipi milik Ale.
" Udah ah, jangan ngambek gitu. Ga seru sumpah. Udah ya? " Senyum dibibir Ale mulai mengembang, tangan nya bergerak untuk mengambil tangan Ody di wajahnya dan membawanya ke genggaman nya.
" Loh, ini kan bukan jalan ke rumah gue? " Tanya Ody melirik Ale dan menarik tangannya dari genggaman cowok itu.
" Ke rumah aku dulu ya, bersih bersih dulu ga enak lengket badannya. " kata nya dan melirik arloji di pergelangan tangannya.
" Baru jam segini juga. " Lanjut nya dan Ody hanya mengganggu kan kepalanya.
Mobil kuning nya terparkir indah dirumah bercat putih yang bisa dibilang cukup sederhana namun elegan.
" Bun, aku pulang. " Pekik Ale dan mencium punggung tangan seorang ibu paruh baya dan diikuti Ody dibelakang nya.
" Ini siapa? " Tanya sang Bunda dengan tatapan menggoda menatap putra bungsunya itu.
" P__. " Omongan Ale terputus karena Ody langsung menjawab nya, yang membuat Bunda terkekeh melihat tingkah keduanya.
" Ah itu tante, aku temen nya Ale. Tadi kita abis kelompok bareng, terus diajak Ale pulang ternyata katanya ke rumah dulu mau bersih bersih. " Jawab Ody sopan dengan senyum yang menghiasi bibirnya.
" Yaudah, yuk kita masuk. "
" Kamu udah makan? " Tanya Bunda mengelus tangan Ody. Sedangkan Ale langsung menaiki anak tangga menuju kamarnya.
" Udah kok tante tadi disekolah. "
" Yaampun Bunda lagi masak kue! " Tepuk Bunda pada keningnya, sepertinya lupa. Wanita itu meninggalkan Ody menuju dapur.
" Tan, boleh aku bantu? " Tanya Ody hati hati dan dengan lapang dada Bunda langsung mengiyakannya. Membuat Ody langsung dirangkulnya menuju dapur bersama.
" Aku waktu kecil sering banget bantu Mami masak kue. " Oceh Ody sambil mengocok telur.
" Pasti Mami kamu pinter banget buat kue nya. " Kata Bunda menatap Ody sambil senyum.
" Iya kue Mami itu paling enak menurut aku. " Katanya antusias.
" Tapi, kue buatan Tante juga ga kalah enak kok. Hehe. " Lanjut nya dan menampilkan gigi susunya membuat lesung Pipit di dekat matanya terlihat.
" Yeayyy, udah jadii. " Kata ody antusias dan menepuk kedua tangan nya. Saat melihat beberapa cupcake yang dihiasi toping yang sangat lucu, jangan diragukan kalau soal rasa.
" Maaf Tante kelepasan, hehe. " Lanjutnya sambil membawa beberapa cupcake ditangan nya.
" Enak, kapan kapan buatin Bunda lagi ya? " Tanyanya menggoda.
" Siap Tante. "
" Dy yuk, mau pulang sekarang? " Tanya Ale dengan setelan kaos putih polos dan celana boxer nya.
Ody mengangukan kepalanya,
" Tante, aku pulang dulu ya. Makasi buat semuanya. " Katanya dan menyalim kan Bunda diikuti Ale." Kapan kapan kesini lagi ya sayang, kita buat kue yang banyak. Hati hati dek bawa mobilnya. "
" Iya Tan. "
" Iya Bun. "
*****
Keadaan hubungan Ody, Ale, maupun Ally baik baik saja. Kini Ody dan Ale hanya sebatas teman tapi dekat. Sedangkan Ally, cowok itu mulai sibuk dengan kesibukan nya.
Hari ini seperti nya langit sangat mendukung suasana hati Ody, entah mengapa suasana hati Ody sangat mendung hari ini.
" Kenapa disaat gue udah lupa sama Lo, tapi Lo dateng lagi dikehidupan gue dan bawa semua cerita kehidupan lo. Buat apa!? " Lirih Ody menatap kosong balkon kamarnya.
Pikiran nya melayang kembali pada kejadian dimana Ally memberi tahu semua cerita tentang kisah kasih dirinya. Itu termasuk hal pribadi bukan? Dan orang itu Ally yang memberi tahu semua ceritanya sama Ody. Entah apa maksud lelaki itu.
Ya Ally yang dimaksud dengan Ody barusan! Cowok dengan gampang nya membolak balikan hati Ody yang sudah mulai melupakan nya namun dia sendiri yang merobohkan dinding pertahanannya.
Selintas tiba tiba dia juga teringat semua perlakuan baik yang Ale berikan padanya, bahkan semua Ale lakukan hanya untuk dirinya.
" Arghhhh, pusing gue sama percintaan remaja! Rumit banget sih. Kalau aja Lo ngomong dari dulu, gue ga bakal lepasin Lo gitu aja. " Pekik Ody dan sedetik kemudian gadis itu menenggelamkan wajahnya di tumpukan bantal yang empuk.
.
.
.
.
.
Bersambung...

KAMU SEDANG MEMBACA
Salah CINTA
Fiksi Remaja" Apa kamu yakin dipertemuan pertama kita tidak ada cinta, apa kamu hanya yakin dipertemuan pertama kita hanya sekedar kekaguman semata? mengapa beralasan baru mengenal? apa kamu yakin jika kita sudah lama kenal, akan mengenalnya? " - Melodylily - "...