Kejadian tempo hari membuat Taehyung tidak banyak mendapatkan waktu untuk tidur, dirinya bahkan tidak tahu apa yang direncanakan pemilik agensinya itu dengan memasangkan dirinya dengan gadis gila yang sama sekali tidak ingin di temuinya.
"Kehidupan menjadi seorang idol di industri K-pop bukanlah hal mudah, saat kau terlibat sesuatu, agensi memiliki dua cara untuk menanggulanginya: menutupinya atau mempublikasikannya dengan cara sempurna."
Ucap PD-nim nya panjang saat Taehyung mengajukan protes kepada pemuda bertubuh gempal itu yang menjadi bayang-bayang dirinya kini.
Seperti menggali kubur lalu mengubur diri sendiri, dirinya benar-benar tidak bisa berkata apa-apa selain membalas uluran tangan gadis bertopeng seribu dan bersandiwara dengan sempurna hingga akhir pertemuan.
Sial,
Dalam perjalanan menuju lokasi syuting Taehyung mengingat dirinya saat pertemuan waktu itu yang seperti robot membuatnya tertawa geli sambil menatap keluar jendela.
"Kau oke?" tanya pemuda bertubuh besar berkacamata dari pantulan kaca spion di depan kemudi.
"Ha? ku rasa hyung sudah mengetahuinya, ini terlalu janggal. Aneh sekali, saat itu aku dimarahi dan keesokan harinya aku mendapatkan tawaran seperti ini," ujar Taehyung tanpa menoleh dari jendela.
"Bang PD-nim mempunyai jalan terbaik untukmu, ikuti saja." Jawab pria bernama Sejin hyung manajer grupnya itu santai.
Taehyung mengangguk ringan tanpa suara sambil mengeratkan syal bewarna hijau tua yang melilit di lehernya, walaupun pemanas dalam mobil sudah menyala, pemandangan tengah hari di luar sana membuat dirinya sedikit bergidik.
Salju turun semakin deras saat suhu kota Seoul sudah di bawah titik beku, tampak dari jalanan yang tidak begitu ramai akan pejalan kaki di sekitaran pusat perbelanjaan High-end di kawasan Garosugil, tepatnya di daerah Sinsa-dong, Gangnam-Gu, sebagian orang tampaknya lebih memilih keluar menggunakan kendaraan pribadi atau hanya menghangatkan tubuhnya di rumah.
Taehyung menghela napas, dari jarak pandangnya beberapa mobil sudah tampak ramai terparkir dan banyak kru yang sibuk mengatur bahkan memberi pembatas jalan.
"Hyung, aku ingin membeli minuman hangat, bisakah kau berhenti sebentar di sini saja? mini marketnya berada tepat di sebelah tempat makan Bibi Moon, kau bisa jalan duluan dan memarkirkan mobil," pinta Taehyung kepada Sejin hyung.
"Masker?" tanya Sejin hyung.
Taehyung memasang masker untuk menutupi sebagian wajahnya lengkap dengan topi, bagaimanapun ia seorang idol yang kini tengah naik daun, ia tidak ingin para fans fanatik gila atau yang sering di bilang sasaeng membututinya dan mengambil info pribadi, bahkan mengambil foto apa saja yang di beli Taehyung di sana.
"Kembalilah cepat," Pinta Sejin hyung kepada Taehyung saat sudah berada di ambang pintu mobil van milik agensinya.
Taehyung mengangguk lantas membuat V sign menggunakan jari yang menjadi ciri khasnya.
❄️❄️❄️
Taehyung berjalan cepat di bahu jalan dua arah yang luasnya bisa dibilang pas-pasan, dirinya berjalan sambil melihat ke kiri dan kanan, dahinya sedikit berkerut menatap banyak sampah yang bertumpuk dimana-mana, yah. Kawasan ini memang untuk para pekerja dan anak kos-kosan, penampilannya sangat berbeda dari lokasi syutingnya.
Langkah Taehyung melambat saat dirinya sudah berada di depan tempat makan favoritnya dengan para member dahulu yang tidak banyak berubah, ia meraih gagang pintu hendak masuk, Taehyung menggeleng sambil tersenyum, "aku nanti akan kembali dengan para memberku, Bibi Moon." ucapnya.
Taehyung mundur dan bergegas berjalan masuk ke mini market di sebelah tempat makan Bibi Moon, mengambil beberapa air mineral dan susu cokelat hangat.
Ujung mata Taehyung sebelah kiri menangkap sosok gadis berkursi roda tengah sibuk meletakkan sebungkus snack kentang, mengambilnya lagi lalu menaruhnya kembali di rak panjang khusus bagian makanan ringan.
"Kau benarkan Eunra? tidak apa-apa, Bibi Moon mengerti, tapi.....ah aku bisa gila dengan keadaan seperti ini! tidakkah aku kembali saja? aku akan mengacaukan isi tempat makan Bibi Moon, tapi aku tidak bisa berjalan, jadi? aaaah gimana ini....." Eunra yang begitu gundah bermonolog sambil menaruh, mengambil dan menaruh kembali snack di depan rak.
Taehyung mengambil langkah mendekat, "kau berbicara dengan siapa?" tanya Taehyung yang sudah berjarak beberapa jenggal di balik punggung Eunra.
Eunra sedikit bergidik, ia tidak berpaling sedikitpun, "dengan pengikutku," jawabnya bodoh.
"Waah tampaknya kau bukan hanya cerewet, kau juga memiliki imajinasi yang kuat," sindir Taehyung di balik punggung gadis berkursi roda itu.
Eunra sontak memutar kursi rodanya tepat di depan tubuh Taehyung yang hahya berjarak beberapa jengkal, "hei beraninya kau- waaaah......"
Mata Eunra membesar, ia refleks bertepuk tangan sambil mengangguk dengan wajah datar, bahkan memajukan sedikit kursi rodanya lebih dekat dengan Taehyung.
Taehyung yang entah kenapa tidak berbicara sepatah katapun tetap bergeming di tempat.
Eunra memberi tanda menggunakan tangan agar lelaki di depannya ini sedikit menunduk, bak terkena sihir, Taehyung menurut.
Eunra sedikit memajukan kepala dan sedikit berbisik disamping wajah Taehyung, "pengikutku bilang, kau seorang iblis rendahan,"
Eunra menjauhi wajahnya dengan senyum semringah lalu tertawa melihat Taehyung tidak paham akan apa yang ia sampaikan barusan,
tidak payah menunggu balasan dari lelaki berbulu mata lentik itu, Eunra memutar kursi rodanya cepat menuju pintu keluar, tanpa membeli satupun makanan ringan.
Eunra berhenti di ambang pintu sambil menoleh ke belakang. "Gantilah mantel dan aroma parfummu tuan, aku bisa mengenalimu bahkan dari apa yang kau kenakan, pantas saja kau banyak terkena masalah, tuan V." sambung Eunra yang lalu hilang di balik pintu otomatis mini market.
Taehyung terperanjat, ucapan gadis berambut panjang sebahu bewarna kelam itu sukses membuat dirinya tidak berkutik dengan tangan masih memegang keranjang penuh minuman.
Taehyung meneliti tubuhnya sendiri, ia sudah lengkap menggunakan masker serta mantel yang orang lain tidak mungkin mengenalinya. Gadis barusan yang mengenali bahkan mengetahui nama panggungnya, adalah gadis yang sama saat ia temui waktu itu dan bahkan ia belum sempat meminta maaf karena telah membentakknya.
❄️❄️❄️
Hai winter people!
Hm, kasian tetet ya?
Vote dan komen sebagai tanda cinta kamu untuk winter hihi:3
Hallo! welcome! untuk pembaca baruku, tetap bertahan sampai winter selesai yah~~ aku bakal terus berusaha mengupgrade tulisanku 😁
LIBURAN SEBENTAR LAGI AKAN TIBAAAAA HOREEE❄️❄️❄️
Gomawo,
Diciin • fotiafrost
7 Desember '19
KAMU SEDANG MEMBACA
Wintertide
FanfictionMusim dingin merupakan musim yang membawa kebahagiaan, kenangan, serta mimpi buruk bagi seorang gadis bernama Eunra. Gadis itu terjebak dalam lingkaran yang telah ia ciptakan sendiri, membuat gadis bermarga Kwon itu terus didera rasa bersalah dan pe...
