Misery

383 99 86
                                        

Taehyung memainkan jari-jemari di pangkuannya, ia sama sekali tidak berniat untuk menaikkan pandangan sedikitpun ke arah lawan bicaranya.

"Kau dengar tidak? Taehyung?!" teriak seseorang di seberang sambil menggebrak meja kuat.

Sontak lelaki itu menghentikan aksinya dengan menggenggam sepasang tangannya, ia mengangkat pandangan sambil menatap lesu lawan bicaranya.

Lelaki itu tampak ragu, ia membasahi bibirnya berkali-kali menggunakan lidahnya. "I-iya, aku mendengarnya," Balasnya nyaris tidak terdengar.

Lelaki dihadapannya tampak jengah.

"Ini bukan sekali dua kali kau membuat ulah, kemarin kau ketahuan "lagi", tuan Taehyung." Ucap seseorang itu sambil memijat pelipisnya.

Mendengar hal itu, Taehyung sontak membuang pandangan. Meneguk saliva paksa akibat kerongkongannya yang terasa mulai mengering. Raut sedih tampak jelas terpancar dari wajah tampan yang kini sudah tampak lelah.

Tehyung berdehem, menatap nanar lawan bicaranya kembali dan mengangguk ringan.

"Baiklah, aku tidak ingin kau berinteraksi dengan siapapun, kecuali staff." Ujar lelaki bertubuh besar itu tegas sambil memposisikan kembali kacamata yang sudah melorot hingga hidungnya.

Taehyung mengangguk lemah. "Baik PD-nim."

"Jika kau ingin masih berada disini, bersama BTS, patuhi aturanku." Sambung lelaki yang di panggil PD-nim itu.

Taehyung berdiri lantas membungkuk hingga 90 derajat.  Ia berbalik tanpa sepatah katapun dan menutup pintu itu rapat.

Ia terduduk lemas di bangku samping ruangan yang bertuliskan "Hitman"Bang.

Ia menunduk sembari mengeratkan jacket bewarna army yang ia kenakan, menatap sepasang sepatunya yang kini tampak lebih menarik.

"Hyung!" panggil seseorang  yang setengah berlari dari ujung koridor menuju ke arahnya.

Taehyung tidak menoleh, ia masih sibuk menatap sepatunya dengan tatapan kosong.

"Gwaenchana, hyung?" tanya seseorang itu masih terengah-engah, ia mendaratkan tangan kanannya di bahu kiri Taehyung.

Taehyung lantas mendongak menyeka air matanya yang sudah tumpah dahulu mengenai celana denim-nya.

"Apakah aku adalah beban? kalian akan baik-baik saja, kan? tanpa aku? kedepannya?"

Hai winter people!
Bagaimana? Hehehe
Welcome new readersku!
Jangan lupa untuk tinggalkan bintang kecil kalian & komennya✨😘

Gomawo,
Diciin • fotiafrost
22 agustus '19

WintertideTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang