PERSIAPAN .
Mobil yang dikemudikan Bintang memasuki pelataran rumahnya . Keadaan rumah terlihat sepi seperti biasa , maklum saat ini hanya ada Ayah serta Bundanya juga para pekerja yang membantu di rumah .
" yap ... kita udah sampai , " seru Bintang sambil mematikan mesin mobilnya . Saat melihat Bulan ingin membuka pintu , dengan cepat Bintang melarangnya , " biar kakak bantuin kamu , kaki kamu kan masih sakit , "
" iya juga sich , ya udah buruan ayo , " Bintang tersenyum dan bergegas keluar dari mobil duluan dan membantu Bulan sang calon istri turun .
" awas pelan - pelan , " Dengan bantuan Bintang kini Bulan sudah berada diluar mobil .
" lho ... lho .. calon menantu Bunda kenapa nich jalannya kok pincang , " seru suara yang membuat Bulan dan Bintang seketika menoleh ke arah teras rumah .
Bulan tersenyum dan meraih punggung tangan calon Ibu mertuanya untuk dia cium , " kemaren jatuh Bund pas nyobain sepatu yang disuruh Kak Aang , " Bu Anisa langsung menoleh dan menjewer telinga Aang yang membuatnya merintih kesakitan .
" kamu ya ... bukannya jagain calon istri malah nyelakain , untung nikahnya masih agak lama . Coba kalau besok , apa gak kasihan kamu ? "
" sakit Bund , " rintih Bintang dengan muka memelas ke Bandanna , tapi saat melihat ke arah Bulan .. dia menajamkan tatapannya . Bulan yang tak enak hati hanya mampu memberi tatapan sayu sarat akan penyesalan .
" Bund , udah donk .. kasihan Kak Aang . Nanti telinga kak Aang lebar lho kayak telinga gajah ," sontan Bu Anisa langsung melepas tangannya yang menjewer telinga Bintang .
" yang anak Bunda itu Aang apa Bulbul sich ? " Kesal Bintang yang tak dihiraukan oleh sang Bunda .
" lain kali kalau Aang macam - macam , bilang sama Bunda biar Bunda kasih dia pelajaran , " kata Bu Anisa dengan berapi - api .
" kemaren salah Bulan juga Bund , udah tau gak bisa pakai sepatu tinggi . Pas nyobain malah jalan pecicilan , " kata Bulan sambil tersenyum malu saat berkata seperti itu dia ingat kembali kejadian bagaimana dia nyungsep kemaren .
" Bulan gak bisa pakai sepatu tinggi , sayang ? " Bulan menggeleng kepala sambil nyengir , " sudah tenang saja , nanti Bunda ajarin kamu , "
" Makasih Bunda , "
" iya sama - sama sayang , tapi kaki kamu beneran gak parah kan sayang ? patah tulang , retak atau ada yang kegeser gitu ? "
" Bunda lebay banget tanyanya . Kaki Bulbul gak apa - apa , cuma bagian anklenya aja yang kesleo , "
" ini anak , Bunda tuch lagi tanya sama calon menantu Bunda . kamu pakai nyamber aja , " kesal Bu Anisa .
" ya ... ya ... tau dech yang bentar lagi mau punya menantu . Anak sendiri dilupain , " sindir Bintang sambil bangun dari duduknya .
" cie ... ada yang cemburu Bund , "
" sudah biarin aja sayang , oh iya ... kamu mau minum apa ? "
" nanti saja Bund , Bulan belum haus , "
" Aang .. ambilin air minum sekalian buat calon istrimu !! " teriak Bu Anisa yang dijawab dengan teriakan juga dari arah dapur .
*****
Seharian ini Bulan berada di rumah Bintang . Banyak hal yang di diskusikan . Mulai dari masalah gedung , undangan dan lainnya yang masih berkaitan dengan persiapan pernikahan Bulan dan Bintang .
" Bulan maunya yang sederhana saja Bund , gak ribet dan gak ngerepotin banyak orang , " katanya .
" sudah .. kamu pokoknya tenang saja , tinggal tunggu beresnya saja . Semua Bunda yang atur , "
