"Woozi, Jihoon...dia berangkat kembali ke New York hari ini, Seungcheol."
Ucapan Mingyu mengejutkan Seungcheol, ia hanya terdiam memandang Mingyu dengan tatapan tak percaya. Mingyu menarik nafas perlahan dan menggelengkan kepalanya pada Seungcheol untuk mengisyaratkan bahwa semuanya sudah terlambat. Seungcheol terbata-bata dan menoleh ke sekelilingnya, dia berbalik dan berlari secara tiba-tiba mengejutkan Mingyu yang masih berdiri di tempatnya.
"Oh astaga!! Seungcheol!!" Mingyu ikut berlari mengejar Seungcheol secepat mungkin, Mingyu tahu bahwa Seungcheol akan berlari menuju gedung Pledis dan mengarah ke ruangan Jihoon.
Seungcheol berlari kencang tanpa menyadari bahwa ia telah melewati Jeonghan, Jeonghan terkejut karena Seungcheol muncul dengan tiba-tiba sambil berlari di lorong dan tidak menyadarinya. Ia melihat Mingyu ikut berlari mengejar Seungcheol dan saat Mingyu berada didekatnya, ia menahan tangan Mingyu dengan segera.
"Ada apa ini?!" Tanya Jeonghan dengan wajah panik. Mingyu menatap Jeonghan dan Seungcheol bergantian sebelum Mingyu juga menarik lengan Jeonghan untuk ikut bersamanya.
"tidak ada waktu untuk menjelaskan ini sekarang Jeonghan, ayo cepat! Susul Seungcheol!" Mingyu dengan segera menarik lengan Jeonghan dan mereka berlari bersama untuk mengejar Seungcheol.
Seungcheol menghentikan taksi yang sedang melintas dan segera menaikinya, memberi tahu kemana dia akan pergi dan meminta pada supir taksi untuk mempercepat laju taksinya.
Mingyu dan Jeonghan terlambat untuk mengejar Seungcheol, mereka berdua berlari ke parkiran gedung untuk mengendarai mobil van yang membawa Seungcheol sebelumnya untuk mengejarnya.
"sebenarnya apa yang terjadi Mingyu?!" Tanya Jeonghan yang ikut panik dalam aksi Mingyu mengejar Seungcheol.
"Seungcheol..dia tahu bahwa Jihoon akan pergi hari ini dan...sekarang dia berusaha untuk mengejar Jihoon dengan pergi ke studio." Mingyu menarik nafas dan melirik Jeonghan sekilas.
Jeonghan membelalakkan matanya, terkejut dengan apa yang baru saja ia dengar dari Mingyu, tangannya mengepal menatap Mingyu dengan tatapan nyaris tak percaya.
"Apa? Mingyu...apa Seungcheol...."
"Jeonghan, jika kau bertanya Seungcheol sudah mengingat semuanya atau belum, jawabannya belum. Tapi aku rasa, Seungcheol kini lebih memperhatikan Jihoon dari pada dirinya sendiri. Aaaaah Sial!!!" Ujar Mingyu sambil terus mempercepat laju mobilnya.
Seungcheol mengepalkan tangannya sambil terus meminta supir taksi untuk mempercepat laju kendaraannya. Mobil berhenti tepat di gedung Pledis, Seungcheol segera keluar dan membayar taksi tersebut.
"ambil kembaliannya!"
Seungcheol segera berlari kedalam gedung dan menekan tombol lift, kakinya mengetuk-ngetuk lantai dengan tidak sabar.
"Argh!!" Seungcheol kesal dengan lift yang menurutnya terlalu lama turun, ia berputar arah dan menuju tangga darurat untuk menuju ruangan Jihoon di lantai empat.
Namun disisi lain, seharusnya Seungcheol tidak berlari menaiki tangga, karena saat pintu lift terbuka, Jihoon keluar dari lift dan berjalan gontai menuju keluar gedung pledis.
Kepala Seungcheol sudah mulai sakit saat ia terlalu terburu-buru menaiki tangga dan suara-suara dari masa lalunya serta bayangan masa lalunya berputar didalam pikirannya.
'Jihoon...lihat kemari cepat' Seungcheol memegang kamera dan berusaha mengambil gambar Jihoon yang sedang menulis lagu dibawa pohon besar belakang sekolah.
Seungcheol tetap berlari menaiki tangga tanpa memperdulikan kepalanya yang mulai terasa sakit.
'Jihoon, lihat ini!' Seungcheol memperlihatkan lukisan yang digambarnya dengan pensil pada Jihoon. Jihoon menatap Seungcheol kemudian tersenyum kecil.
KAMU SEDANG MEMBACA
IT'S YOU - JICHEOL
Fanfiction[UN-EDITED] Persahabatan, karir, dan Cinta, mana yang akan kau pilih? Choi Seungcheol, seorang penyanyi terkenal akan berkolaborasi dengan Composer yang belum lama ini meniti karir di Amerika. pilihan hidupnya akan menjadi sulit ketika Seungcheol d...
