Aku tidak sekelas dengan Jingga, dan kelas dua ini tidak mengadakan study tour, sial, padahal aku sudah berencana menembaknya nanti
Dan sekarang Jingga sekelas dengan Akram, salah satu temanku yang boncel yang juga menyukai Jingga
Sainganku bertambah lagi, untungnya Arya tidak sekelas dengan Jingga, tapi aku tau Arya masih suka pada Jingga
Sehari tidak mengganggu Jingga saja sudah membuatku bosan, bagaimana bisa aku tidak bersamanya satu tahun? Aku akan mati bosan kalau begini caranya
Untung saja Jingga selalu pergi ke kantin, jadi aku selalu bisa melihatnya meski sebentar ataupun menjahilinya sedikit
Akram sesekali marah padaku ataupun bertanya padaku kenapa aku selalu menjahili Jingga
Ya aku jawab saja dengan jujur, "Jingga gebetan gua, kenapa, ga suka? Takut kalo Jingga lebih suka ke gua dibanding lo?"
Akram diam waktu itu, lalu tertawa, meski dia benar-benar tertawa, ada sedikit rasa sakit di matanya saat melihatku
"Oke, gua ga nyangka kalo yang gua pikirin bakal kejadian. Tapi, gua bakal relain Jingga buat lo. Silahkan, gua bakal cari yang lain."
"Ga usah nyari juga, Ayana suka tuh sama lo."
"K-kok lo tau?"
"Taulah gua, udah sana gebet."
"Sialan main gebet gebet aja, tapi, boleh juga."
Akram tertawa lalu menepuk bahuku, saat itu aku tau Akram telah melepas Jingga untukku
Tinggal satu orang, dan itu Arya, entah kenapa aku pesimis tentang ini
KAMU SEDANG MEMBACA
Yogyakarta ✔
أدب المراهقينHidup itu penuh kejutan bukan? Ya, aku yakin kalian punya pikiran yang sama denganku Cerita ini berawal dari sebuah Study Tour sebuah Sekolah Menengah Atas, sebuah cerita tentang haru birunya masa putih abu-abu yang akan segera berakhir Cerita te...
