13.0

2.7K 218 10
                                        

Happy reading≧▽≦

"jadi------lalice bukan darah dagingku?"

"H-ha?" Sandara gelagapan, tak menyangka pertanyaan atau lebih tepat nya pernyataan yang keluar dari mulut jiyong

"Lalice bukan anak kandung ku benar?" Jiyong kembali bertanya

"Ha ha, tentu saja lalice anak mu, lalice anak kita" sandara menjawab dengan garing, mencoba sedikit mencairkan suasana

"Kalau begitu, beri aku bukti!"

"Ingin bukti apa? Sudah jelas lalice anak mu! Kau tak percaya padaku? Begitu?!" Sandara menjawab dengan sedikit kesal

"Lalu mengapa kau tidak memperlakukan lalice seperti kau memperlakukan ji eun dan kris!"

Ucapan jiyong membuat sandara sedikit takut, bingung harus menjawab apa

"tentu saja aku memperlakukan mereka semua sama!" Sandara menjawab dengan sedikit takut, apalagi sekarang mereka sudah berhadapan dengan tatapan mata jiyong seakan akan ingin memakannya hidup hidup

"Aku tanya, siapa ayah lalice?"

"Jawab jujur sandara!" Lanjut jiyong yang kini mulai kesal

"Apa yang ingin aku jawab?" Sandara mencoba pura pura bingung, diakhiri kekehan pada kalimat terakhirnya

"Mengapa kau tak mengatakan ini dari awal?" Rupanya Jiyong tak mengindahkan perkataan sandara

"Mengatakan apa?!" Sandara membentak mulai tersulut emosi karena perkataan jiyong barusan

"Lalice bukan anakku benar?!" Jiyong juga membalas perkataan sandara dengan bentakkan, tak peduli bahwa suara perdebatan keduanya terdengar samar samar oleh pelayan pelayan

"Jangan membicarakan omong kosong!"

"Kalau kau tak ingin menunjukan bukti kalau lalice anakku, maka aku yang akan menunjukan bukti bahwa lalice bukan anakku" jiyong berdesis, lalu berdiri dan mulai berjalan menuju rak rak yang berisi tumpukan buku

Jiyong mengambil salah satu buku tentang astronomi disana dan memilah milah buku tersebut seperti orang kesetanan

Sampai dimana sebuah amplop kecil jatuh dari buku tersebut menuju kelantai dan sandara membeku disana

Itu adalah hasil tes DNA yang kemarin sandara ambil dari dokter tersebut

Jiyong menyeringai, telah dapat menebak reaksi isterinya yang sesuai dengan dugaanya, kemudian jiyong mendekat ke tubuh isterinya dan sedikit memaksa sandara untuk berdiri

"Bukankah Kau sudah tau apa hasil lab nya? Atau apa perlu aku bacakan lagi hasilnya?" Jiyong berujar santai sembari menyeringai setan yang membuat sekujur tubuh sandara merinding

"Ji-jiyong kau s-sudah tau?" Sandara melirih takut takut. Tentu saja takut dengan reaksi jiyong yang mungkin akan sangat menampar

ME!!? Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang