"Cel? Cella lu udah sadar???"
Suara itu lagi. Suara cewek yang selalu gue denger tangisan dan memanggil-manggil seseorang bernama 'Marcella'. Suara cewek yang selalu menemani gue dari hari ke hari.
Akhirnya, setelah penasaran lama, gue bisa juga melihat muka cewek itu. Mukanya begitu khawatir, tapi masih terlihat cantik.
"Dokter... dokterrrr!" teriaknya lagi.
Setelah itu seorang berbaju putih datang dan memeriksa keadaan gue. Mengatakan sesuatu dalam bahasa Inggris ke cewek itu, kemudian mengangguk pergi.
"Cella... lu udah sadar! Ya ampun Cella, gue seneng banget! Makasih Tuhaaaannn!!!!" teriak cewek itu sambil mengenggam tangan gue.
Cella
Selalu nama itu yang gue denger selama ini. Siapa orang itu? Kenapa cewek ini selalu menemani gue sambil menyebut-nyebut nama itu???
Ah, mungkin gue salah denger. Ya! Mungkin gue salah denger dan masih bermimpi. Jelas-jelas nama gue Marcello, dan biasa gue dipanggil Cello. Bukan Cella. Walau Cuma beda A dan O, tapi tetep beda jauh kan?
Mimpi yang aneh... Sebaiknya gue kembali tidur.
***
Saat gue sadar lagi, cewek yang sama itu masih ada di sana. Duduk menemani gue dalam keadaan sadar dan memanggil gue dengan nama Cella lagi. Kenapa sulit sekali bangun dari mimpi ini ya?
Setelah berdehem lama, dan minum air yang diberikan cewek itu, gue udah mendapatkan suara gue kembali. "Siapa lu?" tanya gue. Sejenak, gue mendengar rekaman ulang suara gue di otak. Suaranya kenapa ga seperti suara gue? Lebih mirip suara.... cewek.
"Siapa lu?" tanya gue sekali lagi ke cewek itu, sekaligus memastikan suara gue.
Loh, kenapa suara gue cewek banget?
"Cel, lu ga inget gue? Ini gue Cel, gue sekretaris lu. Gue sahabat, sekretaris, supir, asisten, sekaligus bodyguard lu!" kata cewek itu berapi-api.
Sekretaris?
Bukannya sekretaris gue itu namanya Edward ya? Gue ga salah inget kan? Ngga! Gue ga salah inget. Sekretaris gue itu Edward!
"Gue ga inget punya sekretaris seperti lu." Kata gue blak-blakan.
"Astaga Cella!!! Apa kecelakaan bikin lu jadi bodoh seketika sampai lu ga inget sahabat lu dari sekolah ini??!" teriak cewek itu.
Jelas gue menggeleng. Gue ga mungkin bodoh hanya karena kecelakaan. Tunggu! Kecelakaan??? Dia bilang gue kecelakaan???
Kapan gue kecelakaan???
Gue buru-buru kembali mengingat kejadian demi kejadian, otak gue bekerja ekstra! Ah! Gue inget. Waktu itu gue lagi buru-buru ke meeting mendadak yang dibilang Edward, tapi karena gue lagi mengunjungi Kak Marsha, kakak gue yang dirawat di rumah sakit, gue tabrakan sama mobil di depan gue! Salah gue juga karena menyetir sambil sibuk menelepon dan membaca dokumen meeting.
"Mending lu istirahat lagi Cel. Mungkin lu koma terlalu panjang sampai akhirnya otak lu masih belum bisa bekerja dengan baik." kata cewek itu yang tau-tau sudah mendorong gue untuk berbaring tidur.
Sembarangan! Otak gue selalu bekerja dengan baik! Bahkan sekalipun gue mabuk-mabukan pun, gue jamin otak gue masih bisa membedakan keledai dan kedelai!
"Lu bener-bener sekretaris gue?" tanya gue sekali lagi.
"Iya! Satu-satunya sekretaris lu!" seru cewek itu kesal.
"Terus Edward kemana?" tanya gue.
"Siapa Edward??! Tunangan lu kan namanya James!!!" teriak cewek itu kaget.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Diary
RomanceGue tampan, pinter dan luar biasa. Bahkan di usia gue yang baru 26 tahun, gue udah menjadi CEO di perusahaan besar yang gue bangun sendiri! Tapi semua itu berubah. Entah gue yang gila atau dunia yang gila, yang jelas gue bukan lagi 'si tampan'. Gue...
