Sebenarnya gue masih ingin menikmati liburan panjang gue. Gue jarang libur walau gue bekerja di perusahaan gue sendiri. Karena itu, saat gue jadi Cella, gue menikmati setiap detiknya! Tapi... ga ada kesenangan selamanya.
Pagi ini Lita menyeret gue dari ranjang, dan menyuruh gue mandi! Gue juga disuruh pake baju kantor dan setelah itu... gue diseret masuk mobil dan berangkat ke kantor! Cewek gila! Gue kan amnesia, mana mungkin bisa jalanin perusahaan?!
"Seamnesia-amnesianya lu, gue yakin kemampuan lu sebagai CEO masih nyangkut! Lagian, hari ini tuh ada rapat penting! Rapat yang udah gue ga bisa tunda lagi! Rapat yang lu tunggu-tunggu, dan harus batal karena kecelakaan lu!"
Gue menelan ludah berat.
"Gue udah rangkum semua meeting lu hari ini. Nanti gue kasih rangkumannya. Sekarang gue mau jelasin dulu tentang kantor kita secara singkat, dan gue harap lu bisa langsung inget sekali denger!" tegas Lita sambil jarinya menunjuk ke arah gue.
Gue mengangguk. Kemudian mengalirlah dongeng panjang Lita yang semampu mungkin gue ingat setiap kata-katanya. Hanya dalam waktu satu jam, dongeng yang gue yakin harusnya memakan waktu seharian itu, selesai juga! Kepala gue sakit menerima kebanyakan data sekaligus!!!
Baru aja gue mulai beradaptasi dengan data yang baru masuk, gue udah diseret Lita masuk ke kantor! Puluhan karyawan menyapa gue, tapi Lita terus menarik tangan gue sampai masuk lift. Sepertinya Lita ga menyia-nyiakan setiap kesempatan yang ada, bahkan di lift aja, Lita masih sempat mengoceh tentang orang yang bakal gue temui di meeting!
Sumpah, gue salut sama sekretarisnya Cella! Gue juga salut sama Cella yang bisa bertahan sama orang ini! Lita memang pekerja keras sama seperti Edward, tapi Lita versi kejamnya dari Edward!
"Nah, nih sekarang lu baca ini dalam waktu tiga jam!" perintah Lita diiringi bunyi berdebum keras di meja depan gue.
Buku setebal lima ratus halaman ada di hadapan gue. Lita ga salah kan?
"Gue tinggal dulu. Masih harus siapin meeting besok dan lusa! Ayo semangat kerja!!!" teriak Lita lalu keluar dari ruangan gue.
Great! Sekarang gue ngerti apa yang dimaksud Cella dengan 'setengah mati bekerja di perusahaan lu', 'setiap hari gue googling', dan 'berkas-berkas setebel satu meter'!
***
Kepala gue mau pecah!
Bersyukurlah gue bukan Cuma seorang arsitek, tapi juga CEO yang mengerti tentang bisnis! Jadi gue ga bodoh banget saat rapat tadi! Dan syukurlah... rapatnya berjalan dengan BAIK!
Gimana nasib Cella ya? Dia bahkan ga punya latar belakang arsitek sama sekali. Kalau gue aja setengah mati, apalagi dia?? Kasian...
"Hei! Lu berhasil banget tadi! Udah gue bilang kan? Amnesia itu ga ada efeknya sama kerja lu!" kata Lita sambil menepuk bahu gue.
Sakit bro! Dia itu ga kira-kira kalau 'menyentuh'! Gue maklum sih, ini karena dia itu jago bela diri, tapi... astaga, gue bisa memar setiap hari kalau Lita ga mengurangi kekuatannya! Gue ini sekarang cewek lemah ga berdaya!!! Gue hanya bisa mengusap pundak gue pelan.
"Nah, sekarang lu tunggu di sini sebentar..." kata Lita yang buru-buru masuk ke ruangannya.
Gue hanya menunggu dengan penasaran dan sabar. Tapi, gue langsung bingung saat Lita mengeluarkan kumpulan map setengah meter dan memberikannya pada gue!
"Masih ada setengah lagi di kantor gue. Semua itu butuh tanda tangan lu! Gue udah periksa, tapi kalau lu mau periksa lagi juga boleh! Sana balik kerja!" kata Lita sambil mendorong gue masuk ke ruangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Diary
RomanceGue tampan, pinter dan luar biasa. Bahkan di usia gue yang baru 26 tahun, gue udah menjadi CEO di perusahaan besar yang gue bangun sendiri! Tapi semua itu berubah. Entah gue yang gila atau dunia yang gila, yang jelas gue bukan lagi 'si tampan'. Gue...
