Bab 3 -Sekolah (2)

193 16 2
                                    

Typo masih bertebaran
...
Jangan lupa vote dan commen
💖✨😆

____________-----------------------___________

Sekarang waktu pelajaran kedua, kelas X IPA 2 ribut banget, kayak pasar lagi promo. sudah hampir dua puluh menit dari jam masuk pelajaran, Pak Budi selaku guru matematika, belum juga memunculkan batang hidungnya.

"Buketu, mending lo cari Pak Budi deh, sebelum kelas kita ini runtuh"
Saran salah satu siswa ke ketua kelas.

Sang ketua bangkit dari duduknya dan jalan menuju ruang guru.

Sementara Hana ingin bergaul dengan siswa/siswi yang lain. Salah Satu siswi yang duduk sendiri dari tadi menghampirinya. Penampilannya seperti nerd.

"H-hai, na-nama aku Keisya" Ujarnya malu-malu anjing, eh salah, kucing.

"Hai, lo udah taukan nama gua" Ujar Hana menepuk kursi kosong disebelah kanannya, menyuruh Keisya duduk.

"I-iya" Keisya langsung duduk."Ta-tapi, ada E-Erik"Bisik Keisya ke Hana.

Hana melihat ke sebelah kirinya, melihat Erik sedang menelengkupkan wajahnya dimeja. "Biarin aja, si bagong lagi tidur" Yakin Hana.

"Oh... Ok"

"Keisya gua pingin nanya-nanya nih, sama lo"

"Nah itu sebabnya aku disini"

Hana hanya ber'oh ria. "Jadi, apa aja yang penting disekolah ini" Jiwa kepo Hana bergetar.

"Disini yang penting itu nilai rapor harus dirata-rata, setiap siswa/I minimal mempunyai satu ekskul, wajib mengikuti upacara bendera. Bla, bla, bla" Jelas Keisya panjang kali lebar. Kebanyakan peraturan disini Hana sudah tau, jadi sedikit malas mendengar penjelasan Keisya.

"Disini ada lima most wanted boy." Penjelasan kali ini membangkitkan jiwa kepo Hana. "Most wanted boy ada, Erik Renzo, David Subarjo, Marchel Aldini, Kenzi Aldini, dan yang terakhir Arza Samudra" Hana hanya mangguk. "Hana, sebaiknya jangan dekat-dekat dengan mereka. Mereka termasuk anggota Gangster "Grey wolf" sedikit orang Yang berani dekat-dekat dengan mereka". Badan Keisya mulai gemetar.

Hana mulai mengelus kepala Keisya dengan lembut. Hana berkata menenangkan. "Gak usah takut, kl kita yang gak mulai duluan pasti mereka gak bakal ganggu" Keisya menganggukan kepalanya.

KRINGGG

Bel tanda istirahat berbunyi. Keisya pamit ingin kekantin. Hana akan menyusul Keisya nanti.

Hana sekarang menatap Erik, dan menggoncangkan tubuhnya.

"Rik, Rik, udah istirahat. Kuy lah, kekantin" Tidak Ada sahutan. Hana mulai kesal. Hana menendang tulang kering Erik.

"Anjing! Sakit, ogeb" katanya bengkit dari tempat duduknya. Ia menatap tajam kearah Hana.

Hana menaikkan sebelah alisnya. "Apa? Ada sesuatu dimuka gua?" Tanya Hana polos sukses membuat Erik kesal.

"Lo gak tau Siapa gua?" Katanya dingin. Yang mendengarnya pasti akan bergidik ngeri, tapi menurut Hana hanya angin lalu.

"Udah ah, Ayo ke kantin. Kasihan Liat lo dikelas sendiri kayak orang jomblo" Ujar Hana mendorong punggung Erik.

Gangster Girl Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang