Bab 6.-Teman Lama

169 13 0
                                    

Jangan lupa vote dan commen
.
.
Typo masih bertebaran
🔥

_____________-------------------_____________

Semenjak Hana dan Arza dkk nongkrong bareng mereka menjadi semakin dekat, persahabatan mereka semakin jelas terpampang dipublik masyarakat.😁 Persahabatan Arza dkk semenjak ada Hana menjadi lebih berwarna.

~***~

Sekarang waktu Masih menunjukkan 6.20. Arza dkk (termasuk Hana) sedang berada dikantin sekolah. Mereka sedang bermain Tebak-tebakan dari aplikasi dihp.

"Hana, gua mulai ya" Erik menekan tombol start. Sekarang dihp Erik terlihat gambar buaya dikepala Hana.

"Ok, binatang?" Hana.

"Betul" Erik.

"Binatang darat" Hana.

"Bisa, bisa" Erik.

"Bertaring"

"Bisa-bisa"

"Singa"

"Salah, gua kasih clue. Cluenya Marchel" Ujar Erik.

Arza dkk hanya melihat mereka. Sang empunya nama hanya melihat dengan raut muka bingung. Napa nama gua
disebut? Batin Marchel bingung.

"Buaya DARAT" Teriak Hana cepat.

"BENER" Balas Erik kencang.

"Hahahahahaha" Tawa Arza dkk sambil memegang perut Kecuali Marchel yang sekarang menatap Hana dan Erik tajam.

"Bwahahaha, njir. Dikasih cluenya Marchel langsung Jawab" Ejek Kenzi Masih tertawa keras.

"BANGSAT, GUA MASUKIN LO PADA KE COMBERAN" Teriak Marchel kesal.

"Kaburr..." Ujar Hana dan Erik serempak lalu berlari menjauhi Marchel yang mengejar mereka.

Lucu, batin Arza tersenyum tipis.

Semenjak kedatangan Hana ia menjadi tidak terlalu dingin. Tapi hanya pada sahabat-sahabatnya doang. Dulu saat Hana blm masuk ia dengan sahabat sama dinginnya dgn orang asing.

"Woi, lo napa ngelamun bro" Tanya Kenzi

"Gak, cuma lagi ngelamun" Balas Arza." Yang lain dimana?" Tanya Arza. Karena dimejanya sekarang hanya ada dia dan Kenzi.

"Dari tadi belum balik. Paling mereka kejar-kejaran sampe muterin satu sekolah" Ujar Kenzi malas dia sudah tau sifat mereka yang sekarang kekanak-kanakan.

Arza hanya ber'oh ria. Mereka melanjutkan makan mereka yang tertunda.

"WOI, ADA YANG LIAT HANA SAMA ERIK KAGAK" Suara cempreng seorang buaya darat menggelegar dipenjuru kantin. Teriakannya sukses membuat Arza dan Kenzi tersedak makanannya.

Kok lo jahat sih Thor -Marchel

Emang kenyataan kan. Lo cowok buaya darat kelas kakap -Author

Hik... Hik... -Marchel

"Lebay lo, buaya. Kenyataan itu memang menyakitkan apalagi kenyataan kl doi tidak membalas sukamu -Author

Author curhat bentar boleh lah ya😁 -Author

Back to topic...

"Njing, lo kl ngomong tuh pelan-pelan. Udah tau suaru lo cempreng" Sinis Kenzi.

"Ya maap" Sang empunya teriakan hanya cengengesan gak jelas. "Btw, Lu liat Hana sama Erik kagak" Tanya Marchel sekali lagi. Yap, orang itu ialah Marchel.

"Paling udah kekelas duluan" Jawab Arza dengan muka datar.

"Ohh" Jawab Marchel ber'oh ria.

Mereka menghabiskan makanan mereka hingga tandas lalu balik kekelas sebelum Bel setan berbunyi.

~***~

"Woi, kok lama bet sih" Gerutu Erik yang sudah duduk disebelah Hana.

Hana dan Erik dipindahkan kekelas X IPA 1, tempat Arza, Marchel, Dan Kenzi berada. Semenjak Arza dkk dekat dangan Hana mereka ingin selalu nongkrong bareng, karena menurut mereka Hana adalah yang membuat persahabatan mereka lebih berwarna dan mereka nyaman dengan Hana. Sahabat pertama yang ceria dan sahabat cewek pertama mereka. Atas permintaan Arza dkk ke kepala sekolah Hana juga ikutan memohon akhirnya kepala sekolah membolehkan.

"Iya, lo pada lama benget. Jangan-jangan lo pada berak dulu ya dikantin" Ujar Hana dengan tampang  watadosnya (wajah tanpa dosa).

Nih anak minta dipukul pake sempak miper ya, batin Arza dkk (kecuali Erik) kesal.

"Mikir ogeb, mana mau kita berak dikantin" Kesal Marchel sambil mencubit pipi Hana yang tembam.

Arza yang melihat itu merasa hatinya tidak senang saat tangan Marchel mencubit pipi Hana.

"Swa... Kwit.." Hana mendang kaki Marchel dangan keras. Membuat sang empunya tangan melepas cubitan dipipinya sambil mengerang sakit.

"Shh... Sakit njir" Ujar Marchel sambil memegang kakinya.

"Mampus" serempak Arza dkk. Hana hanya mengusap pipinya yang memerah karena dicubit. Arza dkk yang melihat itu hanya terbengong.

Manis, batin mereka serempak.

"Assalamualaikum, anak-anak" Salam Pak Risky selaku guru fisika. Siswa-siswi langsung berhamburan menuju bangku masing-masing.

"Ok, anak-anak. Sebelum pelajaran dimulai, kelas kita kedatangan murid baru. Silahkan masuk" Ujar Pak Risky sambil menatap pintu yang terbuka.

Dari arah pintu, masuklah murid perempuan yang bisa terbilang cantik tapi tidak sebanding dengan Hana.

"Hai, nama gua Silvia Vina, pindahan dari SMA Bendera merah putih, semoga kita bisa berteman dengan baik" Ujar Via dengan senyum menawannya. Membuat seisi jelas riuh, pupulasi cecan di X IPA 1 bertambah.

Hana yang dari tadi menidurkan kepalanya di atas meja segera mengangkat kepalanya dengan mata yang terbelalak.

Via, batin Hana

______________-----------------_____________

Hayooo, balik lagi sama gua si author😎
Jangan lupa kasih jejak ya
Jangan lupa vote dan commen, sampai ketemu dibab selanjutnya😘✨

Gangster Girl Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang