Bab 7-Bertemu Kembali

175 16 1
                                    

Via, batin Hana.

"Baiklah nak, Via. Kamu boleh duduk di didepan meja nak Marchel" Ujar Pak Risky sambil menyuruh Marchel mengangkat tangan.

Meja Marchel dan David berada di sebelah meja Arza dan Kenzi, meja paling belakang bagian tengah. Via duduk disamping meja Hana dan Erik.

Saat Via melewati meja Hana, Via mengedipkan matanya jahil ke Hana. Hana yang melihat itu hanya tersenyum kikuk.

Silvia Vina anggota Red Moon yang diberi cuti karena ingin melanjutkan pendidikan SMA di Bandung. Tempatnya dulu dianggota Red Moon sebagai tangan kanan Hana, sekaligus Via adalah sahabat Hana dulu di SMP. Tempat Via yang sekarang digantikan sementara oleh Wulan.

KRINGGGGGG~

Bel tanda istirahat berbunyi merdu ditelinga para siswa. Seperti mendapat nyanyian kebebasan yang sangat merdu.

Pak Risky mengakhiri pembelajarannya tentang pelajaran yang tidak ada gunanya itu.

"Ok, anak-anak. Pelajaran kita akhirkan terlebih dahuku, silahkan anak-anak nikmati waktu istirahat, bapak pamit dulu" Pak Risky langsung melenggang pergi meninggalkan kelas dengan kecepatan cahaya. _-

Cepet banget perginya, batin Hana cengo.

Bahu Hana disenggol dari samping tempat duduknya.

"Han, kuy lah kantin" Ajak Erik.

"Skuy" Balas Hana dengan semangat.

Perjalanan Hana dan Erik berhenti ditengah jalan saat mendengar teriakan cempreng dari belakang punggung mereka.

"WOI, TUNGGU!" Teriak Marchel.

Hana dan Erik, berbalik ke belakang melihat melihat Arza, Marchel, David, dan Kenzi berjalan bersamaan ke arah Hana dan Erik dengan wajah datar dan dingin khas orang-orang suku Kutub Utara. Hanya Marchel yang beraut muka kesal.

"Nggak usah teriak, toa banget sih" Sewot Hana sambil menyilangkan tangan di dada.

"Serah gua lah. Mulut, mulut gua" Jawab Marchel tak kalah sewot.

"Bodo ah, GC" Kesal Hana.

Saat mereka sudah sejajar, mereka melanjutkan perjalanan mereka kekantin.

Author: udh kayak pertualangan aja yak. Awokawokawok :)

Hana: berisik, keluar sana lo Thor. Ganggu aja

Author: elah nebeng bentar, sewot amat.

°Kembali ke novel•°

Sesampainya dikantin semua perhatian terarah ke Hana dan Arza dkk. sebagian besar siswa cewek. Banyak tatapan yang memuja, kagum, iri, dengki, kesal, dll.
Hana dan Arza dkk. hanya cuek bebek saja udah biasa mendapat perhatian yang tidak ada habisnya.

Mereka memilih duduk dibangku paling pojok tempat langganan mereka duduk.

"Siapa yang pesan?" Tanya Marchel.

Gangster Girl Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang