Bab 5 -Nongkrong (2)

168 14 2
                                    

Hana dan David sampai ditempat tujuan.

"Soccer Cafe?" Ujar Hana mambaca papan tulisan.

"Lo gak suka?" Tanya David. Raut muka David kayak kecewa gitu, soalnya yang milih tempatnya dia.😂

"Gak, aneh aja gitu"

"Aneh apanya?"

"Gua cewek, lo malah pilih tempat buat cowok"

"Oh, baru inget gua kl lo cewek" Jawab David cengengesan.

"Bangsat" Hana menjitak kepala David dengan kencang.

"Ye, maap. Kelakuan lo soalnya kayak cowok. Lo gak suka?"

"Bukan gak suka, tapi suka banget. Tau aja lo gua suka bola" Ujar Hana dengan semangat empat lima.

"Cewek aneh lo" Maki David.

"Bodo, kuy lah masuk dari pada adu bacot disini" Saran Hana.

"Kuy lah"

Saat mereka masuk, mata mereka disambut dengan interior cafe semua bertema bola. Membuat mata Hana berbinar senang.

para pelayan langsung menyambut mereka dengan ramah.

"Berapa orang?" Tanya pelayan tersebut.

"Saya sudah booking dengan nama David" Ujar David dengan bahasa formal. Hana hanya bisa melongo. "Napa lo, sakit?" Tanya David.

"Kagak, gak biasa gua liat lo formal kayak gitu" Jawab Hana.

"Gini-gini gua itu punya sopan santun ya"

"Hilih"

Mereka menuju meja yang sudah dibooking, disana sudah ada Arza dkk.

"Hoi, udah nunggu berapa lama?" Tanya David sambil bertos ria dengan Arza dkk.

"Kita juga baru dateng" Balas Kenzi.

"Hana, ikut?" Tanya Arza, dingin bener.

"Iya, gua mau lunasin utang gua" Ujar David menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal.

"Utang apaan?" Tanya Erik.

"Dia utang minuman sama gua" Kata Hana.

"Kok lo bisa utang?" Tanya Marchel heran.

"Gua kalah bala..." Hana membekap mulut David sebelum menyelesaikan kata-katanya.

"Dia kalah main PUBG" Ujar Hana Belum melepas tangannya dari mulut David.

"Hmpppp..." Ujar David gak jelas.

"Oh ya, maap"

"Ngapa sih lo"

"Lu gak inget" Kata Hana tersenyum sangat manis tapi mengeluarkan aura membunuh.

"O- oh iya ya" Ujar David menggaruk tengkuk ya yang gak gatal. Arza dkk yang dari melihat mereka merasa heran. Sejak kapan mereka sedekat ini?, Batin Arza dkk.

"Lo kok bisa berangkat bareng Hana?" Tanya Marchel pada akhirnya. Semuanya memang memiliki pemikiran yang sama.

"Gua sama Hana tetangga" Jawab David menyengir.

"Pusing gua tetanggan sama David" Timpal Hana memijit pelipisnya seolah-olahnya memiliki beban.
Sontak kelakuan Hana mengundang tawa Arza dkk kecuali David yang sedang cemberut.

"Jahat banget sih lo"

"Bodo"

"Udah berantemnya, gua udah laper" Rengek Marchel.

Gangster Girl Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang