Ketika aku menemui dia, dia mengatakan bahwa dia ingin aku meninggalkannya, dia ingin aku melupakannya. Tetapi aku tidak ingin meninggalkan nya ketika ia sedang terpuruk saat itu. Aku akan tetap ada untuk dia. Walaupun aku jauh dari dia, aku akan senantiasa menemaninya di telepon.
Aku selalu waspada, aku tidak pernah meninggalkan ponsel ku. Ku bawa kemanapun ku pergi, untuk berjaga-jaga jika saat dia membutuhkan aku, aku ada untuk dia.
Seiring berjalan nya waktu detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari, hari berganti minggu, minggu berganti bulan, dan bulan berganti tahun.
Aku dan dia komunikasi lewat telepon, sesekali aku menemui dia kesana. Untuk melepaskan rindu dan menghibur dia.
Dia cerita bahwa teman-teman dia tidak ada yang menjenguk. Karena sebelum aku dekat dengan dia, dia dan teman-temannya sangat akrab. Sebenarnya aku tidak melarang dia untuk berteman dengan siapa saja, tetapi aku tidak ingin dia selalu membebani tubuhnya. Karena, dari pagi hingga sore hari dan terkadang selesai magrib ia baru pulang kerja. Setelah itu bergegas untuk membersihkan badan dan makan. Kapan lagi waktu istirahat untuk badannya jika malam hari nya digunakan untuk ngumpul-ngumpul bersama teman-temannya.
Aku sering memarahi nya jika dia belum pulang jika sudah lewat jam 12 malam. Aku begitu bukan hanya untuk diriku sendiri, aku melakukan itu karena aku tidak ingin dia sakit karena kecapekkan dan untuk kesehatannya juga. Dan pada akhirnya dia mau menuruti nasehat ku. Dan lama kelamaan dia jadi jarang berkumpul bersama temannya. Temannya menganggap semenjak dia dekat denganku, dia mulai menjauh dari mereka.
1 april 2017, dia memberikan boneka bear untukku. Dia mengatakan "sayang, boneka ini perwakilan dulu ya. Kita kan ldr, kalo kamu kangen kamu bisa peluk boneka ini dulu pejam mata dan bayangin kalo boneka ini aku. Hehe" dan aku menamai boneka bear ini dengan nama Eyot.
Setiap aku merindukan dia, aku selalu memeluk eyot. Eyot yang selalu menemani aku. Jika aku sedang bersedih aku memeluk eyot, dan mengingat pesan dari si tuan pemberi eyot bahwa "apapun yang aku rasakan mau itu senang atau sedih cerita lah kepada eyot karena eyot adalah perwakilan aku"
Aku sangat takut kehilangan dia.
"Kamu ga macem-macem kan disana?" Tanyaku
"Ga ada macem" sayang🤗, cukup 1 macem kamu doang". Jawabnya
"Aku udah kepelet nih sama kamu"
"Aku gak ada pelet kamu ya, kamu kali yang pelet aku"
"Kok tau?, kan aku dukun nya"
"Kamu yaa.."
Aku dan dia tertawa oleh percakapan konyol itu.Aku selalu merengek kepadanya. Aku selalu merindukannya.
"Sayang, kangen" aku mengirim pesan kepadanya
Tidak butuh waktu lama menunggu balasannya. Beberapa detik ia mengirim balasan pesan ku itu.
"Sabar ya sayang, 2 hari lagi aku kesana. Besok aku temani ya, sekarang ditemani lewat mimpi aja dulu. Kamu harusnya berfikir biarlah sekarang kamu kesepian toh nantinya bakal berdua terus "Ada satu hari aku marah kepadanya. Saat itu dia sedang tidak enak badan, dan dia memaksakan dirinya untuk tetap bekerja. Saat itu dia sedang berada di kota nya yaitu kota B. Pukul sudah menunjukkan jam 14.00, tetapi dia juga belum makan.
Aku mengirim pesan kepadanya "kenapa belum makan? Kamu tuh kerjaannya berat bodoh, pokoknya sekarang harus cari makan trus minum obat. Aku ga mau tau, pokoknya harus, kalo udah di tempat makan, makanan nya harus di foto, pas minum obat juga harus di foto. Awas aja kalo ga ya. Malam nya harus makan lagi, liat tuh badanya kurus begitu, apa kata orang pacar aku tuh kurus kayak ga bahagia aja pacaran sama aku. Mau orang nganggep kayak gitu? Ga kan? Makanya cepet cari makan dulu sana".
Kamu membalas "iya iya sayang, ini lagi cari makan. Udah ihh ngomelnya. Serem tauk".
Aku pun membalas "ooh gitu, yaudah kalo ga mau jangan harap aku mau peduli lagi sama kamu"
Kamu membalas lagi "iya iya sayang, kan aku ga bantah kamu"
Dan aku hanya tersenyumDia pernah bilang "jangan berubah ya"
Aku menjawab "aku selau rindu kamu, kapan kamu menetap disini"
"Iya sayang.. aku juga rindu. Pengen deket terus. Tapi itu semua bisa terwujudkan kok. Tinggal nunggu waktunya. Tunggu aku nyiapin tugas keluarga dulu ya. Soal jarak jangan jadikan alasan untuk berubah ya"
"Cepattttt" jawabku.
"Sabar sayang, aku ga bisa buru-buru. Tapi aku akan tetap usahain untuk cepat selesai. Kamu nya sabar, semangatin aku terus"
"Iyaa, aku akan terus suport kamu, maaf ya mengeluh terus. Semangat yaa, kumpulkan uang banyak banyak buat bikin rumah orang tua, buat modal nikah kita juga hehe"
"Iya sayang, laki kan ga boleh ngeluh"
"Siap boskuuu"Kalimat yang pernah dia ucapkan kepadaku jika aku sedang ngambek atau marah kepadanya "aku ga selalu dekat kamu, waktu kita cuma sebentar. Manfaatkan waktu yg singkat itu bukan untuk diam. Untuk bahagia. Saling komunikasi, saling berbagi, ungkapin perasaan masing masing".
Kalimat kalimat yang dia katakan membuat aku semakin menjaga perasaan ku terhadapnya. Aku tak berniat untuk berpaling dari dia. Aku menjaga hati. Ada banyak yang ingin mencoba merusak hibungan kami, namun tidak ada yang bisa merubah perasaan kami berdua.
Dulu setiap hari sabtu aku dan dia akan pergi jalan, menyusuri kota tempat tinggalku, pagi hari sarapan sate atau bubur, siang hari makan di rumah makan yang porsi nya 1 berdua tapi lauknya double, siang menjelang sore makan martabak mesir, dan ketika hari mulai malam aku kembali kerumah dan dia kembali ke penginapan.
Hari minggu nya pun di awali dengan sarapan berdua, siang pergi jalan, pergi makan. Siang menjelang sore dia akan bergegas pulang ke kota B, kota tempat tinggalnya.
Aku sangat bergantung padanya. Dia menjadi seorang lelaki yang sangat aku andalkan. Aku berkeluh kesah kepadanya, apapun masalah ku aku bisa cerita kan kepadanya, dia menjadi penasehat ketika aku membenci kehidupanku, dia menjadi penyelamatku ketika aku sedang terpuruk. Aku rindu dia:(
Juli 2018
Kisah ku dan dia di uji oleh orang ketiga. Disini memang yang bersalah aku. Saat itu, aku dan dia sangat jarang berkomunikasi, hampir 1 mingguan tidak pernah komunikasi. Saat itu ujian akhir semester, aku dan teman teman ditugaskan untuk mempelajari aplikasi membuat peta dan membuat peta desa masing masing tempat kami tinggal. Nah disana lah aku bertemu senior. Salah satu teman dia meminta kontak WA ku, aku fikir untuk tugas. Karena saat itu aku menjadi KOSMA di kelas ku. Seiring berjalannya waktu dia selalu mendekati ku, aku tak berfikiran aneh. Dan pada akhirnya salah satu temanku menyuruh untuk mendekati dia, agar bisa membuat kan tugas peta kami tersebut. Dan saat itulah aku menjadi dekat dengan senior ku.Sejujurnya, sumpah demi apapun. Aku tidak memiliki perasaab khusus kepada senior itu. 1 bulan aku dekat dengannya, aku pernah mengatakan kepadanya bahwa aku tidak ingin dekat dengannya lagi. Namun dia tidak mau.
5 Oktober 2018
Aku berangkat ke Yogyakarta guna melakukan Studio Kota bersama teman teman kampus beserta dosen. Perjalan dari kota ku ke kota C di tempuh selama 4 jam. Di mobil aku ditemani pacarku, lewat telepon tentunya. Malam itu dia sangat berbeda. Dia selalu memarahi ku, apa yang aku lakukan selalu salah dimatanya. Aku seperti tidak mengenali dia lagi.Dari kota C ke Yogyakarta di tempuh selama 2 jam melalui pesawat. Saat itu perasaan ku kacau. Kondisi ku kurang menyakinkan untuk pergi, namun aku memaksakan diri untuk tetap terlihat baik baik saja di depan teman temanku.
Dulu aku pernah bercerita bahwa, aku ingin dia ikut bersamaku ke Yogyakarta.
"Sayang, besok kalo aku studio kota ikut yuk "
"Kemana sayang?"
"Ke jogja, ikut yaa. Temani aku hehe, tapi biaya nya tanggung sendiri"
"Emang boleh orang luar ikut?"
"Kata dosenku bokeh sih, asal pakek biaya sendiri.. gtu katanya"
"Ohh yaudh, aku kumpulin uang dulu ya"
"Beneran???? Makasih sayang"Percakapan yang sederhana namun bisa membuat kita bahagia.
.
.
.
.
.
.

KAMU SEDANG MEMBACA
Aku dan Dia
ChickLitSebuah pertemuan akan sampai pada titik perpisahan. Entah itu karena dirimu sendiri, dirinya atau karena situasi yang sudah tidak mengizinkan(: