Part 7

32 3 0
                                        

Dipagi hari yg cerah dimana seharusnya semua murid sudah memulai pembelajaran mereka tapi, dikarenakan guru sedang rapat mereka berahli menuju kekantin untuk mengisi perut merek.

"Eh fir thita mana?? Biasanya bareng sama lu" disinilah keempat siswi yg sedang mengisi perut mereka selagi guru mereka masih rapat.

"Gk tau tuh dir gw telfon dari tadi kgk di angkat² sama dia" jawab firsya

"Loh udah lewat jam masuk kayaknya si thita gk bakalan datang deh" ucap amel setelah melihat jam di tangannya.

"Yaudah posthink aja mungkin dia telat" setelah ucapan ria dan pesanan merekapun datang akhirnya mereka makan dengan lahap.
.
.
.
.
.
.

11 ipa 3

"YOYOYO MARI BERGOYAANGGG!!!"

"EEEEAAAKKKK GK MAU PULAANGG!!"

"MAUNYA DI GOYANG YIIIHHAAAA!!"

Sudah wajar kalau saat ini seharusnya mereka belajar fisika tetapi karena guru rapat dengan riang gembira mereka memutar musik dan berjoget ria di kls mereka.

"BERISIK WOI!" Teriakan rani tidak diperdulikan oleh genk laki² yg asik berjoget itu.

"Percuma ran mereka gk bakalan berhenti namanya juga jamkos jadi gini deh mereka" ucap nisa.

"Woi ketua tegur kek mereka ini malah ikut²an joget juga_-" kesal rani karena acara ngeditnya terganggu oleh mereka.

"Selow aja sih ran namanya juga jamkos lanjut maangggg" ucap sang ketua yg mendapatkan lemparan botol dari rani yg membuat seisi kelas tertawa.

"Tau ah gw mau ke atas aja"

"Ehh gw ikut dong ran" ucap nisa.

"Kgk usah gw mau sendiri dulu"

"Yaudh hati²"

"Hmmm"

Ranipun keluar kelas sambil memasang earphonenya seperti biasa.

Tanpa disadari oleh rani sedari tadi ada seorang laki² yg memperhatikannya semenjak ia keluar dari kelas.
.
.
.
.
.
.
.
Rooftop

"Hmmm haahh udaranya sejuk tapi sayang banyak manusia yg membuat udara tercemar" Rani pun memilih duduk di salah satu bangku itu.

Setelah beberapa menit ia akhirnya selesai ngedit yg ia edit itu adalah tugas wawancaranya bersama kelompoknya dan ia ditugaskan untuk mengedit.

Karena ia bosan rani pun melihat pemandangan dibawah dan mendengarkan musik dengan earphonenya.

"Kk lu napa sakit sih gk enak tau berangkat sekolah sendirian ish" ranipun sedikit bersenandung mengikuti irama musik tetapi....

Tap
Rani merasa ada yg menepuk pundaknya saat dia berbalik ada seorang laki² yg tinggi dan ia berpikir laki² adalah seorang kakel.

Ranipun melepas earphonenya.
"Syp?" Tanya rani.

"Lo gk usah tau gw siapa tapi gw mau lo" denga senyum smirk beserta mata yg sayu laki² itu memegang tangan rani.

Tetapi rani menepis tgn laki² itu dan hendak berlari tapi sayang tenaga laki² itu lebih kuat dari dia.

"LEPAS! LO SIAPA HAH!" Dengan sekuat tenaga rani ingin melepas cengkraman laki² itu.

"Gw gk akan lepasin lo, lo itu udah jadi incaran gw selama ini" laki² itupun mulai melempar hp beserta earphone rani kesembarang arah.

"Lo gk bisa kabur dari gw" laki² itupun mulai mengelus pipi rani.

"TOOLOONGG!! LEPAS! BRENGSEK BEJAT BANGSAT LEPASIN GW!!!" Ranipun dengan sekiat tenaga melepasin diri dan tetap berteriak.

DIAMONDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang