Ilyas,raykhan,adli dan Alex saat ini berada di sebuah cafe tempat biasa mereka nongkrong.
Canggung, ya itulah yg mereka rasakan saat ini terutama pada Ilyas dan raykhan.
Mata raykhan tidak berhenti menatap tajam Ilyas yg sedang melihat ke arah lain dengan lembam yg di sebabkan oleh raykhan.
"Ehem" adli yg ingin mencairkan suasana dengan dehemannya ternyata tidak ada pengaruhnya suasana di tempat itu terasa mencekam.
'njay pengen pulang gw' suara hati adli
'woi lah pengen banget gw ngomong tapi entar gw yg di semprot' suara hati Alex
"Gw minta maaf"
Raykhan,adli dan juga Alex dengan bersamaan menatap Ilyas dengan tatapan penuh tanda tanya tapi berbeda dengan raykhan dia tetap menunjukkan tatapan mematikannya.
"Minta maaf? Untuk apa?" Tanya Alex
"Gw gk bisa menuhin dare kalian"
PRANG!
Setelah ucapan Ilyas raykhan yg sudah dipenuhi amarah melemparkan Ilyas sebuah gelas dan itu hampir mengenainya.
"Lu gila? Lu itu bodoh atau gimana sih hah?! Lu masih sempat²nya mikirin tuh dare dengan apa yg sudah lu lakuin ke kak Thita ataupun ke Rani lu gk ada otak hah?!" Raykhan pun berdiri seperti ingin menerjang seseorang didepannya itu.
Ilyas pun berdiri dengan wajah yg memerah dan menatap lekat raykhan.
"Kenapa? Gw salah? Wow padahal dare ini kalian yg menyarankan buat gw pacaran dengan Thita dan sekarang knp gw yg di salahin??"
"Tapi lu salah yas lu malah nyakitin hati cewek" sambung Alex untung nya cafe ini sudah sepi karena waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 WIT
"Ya! Gw salah gw salah ngikutin dare kalian hanya karena sebuah mobil tapi ingat gw udah punya pacar namanya Kirana dan gw gk sama sekali mengaggap Thita itu pacar gw!"
Tiba-tiba raykhan menarik kera baju Ilyas dan menatapnya penuh dengan emosi.
"Lu udah nyakitin hati orang yg bener² sayang sama lu dan lu malah cuman nganggal dia dare? Lu bisa tolak dare itu goblok! Lu udah tau lu udh punya pacar tapi kenapa Lo tetep lakuin dare itu hanya karena sebuah mobil? Lo gila yas"
Hampir saja raykhan memukul Ilyas tapi untungnya ada asli dan Alex yg menahannya.
"Udah lah semua juga udah terjadi disini kita semua yg bersalah karena dare itu yas kalau bisa lu minta maaf sama Thita " ucap Alex
Raykhan pun melepas cengkeramannya dari Ilyas dan keluar dari cafe itu meninggalkan ke 3 temannya.
"Yaudah bang Lex yas gw juga pulang dluan kalian hati²" adli pun juga ikut pulang dan hanya tersisa Alex dan Ilyas di dalam cafe itu.
"Bro lakuin kata2 gw tadi"
Ilyas pun hanya mengangguk paham.
ILYAS HOME🏠
Sesampainya Ilyas dirumahnya yg besar nan megah itu ia melempar badannya ke kasur kesayangannya itu
Saat ini Ilyas hanya menatap langit² kamarnya dan memikirkan kata2 Alex dia akan melakukannya apa tidak? Itulah yg ia pikirkan
"Tinggal kirim pesan kata maaf apa susahnya sih yas" Ilyas pun mengambil handphone nya yg berada di tasnya itu.
"Njer gw kapan nih kirimnya bodo ah"
1 jam berlalu akhirnya Ilyas memutuskan untuk mengirim pesan ke Thita
Maaf
Read
"Bodo amat gw udh kirim pesan gw mau mandi"
Ting
Ilyas
Maaf
Thita yg melihat pesan dari Ilyas hanya bisa menangis diam di balkon yg terdapat di kamarnya itu.
Ya, Thita sudah 3 jam menangis memikirkan hal yg sama yaitu kenapa Ilyas tega berbuat seperti itu kepadanya.
Rani yg tau kakaknya menangis tidak bisa berbuat apa² dia hanya bisa menunggu kakaknya tenang dia hanya membiarkan kakaknya mengeluarkan semua kesedihannya itu.
Haaaloooo semuaa!!! Hehe author baru up nih lama yh? Maap hehe
Next chapter nya di tunggu yaahh jgn lupa vote cerita ini biar author semangat nulisnya jgn lupa komen juga yaahhh
