9

4.9K 457 38
                                        


Silence

"Jadi.. bagaimana caranya mencari Naruto?" Tanya Itachi saat mereka sedang berkumpul di ruang keluarga saat Kakashi dan Nagato datang bersama.

"Sasuke hanya perlu membayangkan Naruto. Memikirkan Naruto, hanya Naruto" jelas Deidara. "Seperti tadi malam saat kau mengikat kontrak"

"Kau akan bisa merasakan keberadaan dan kondisinya setelah itu." Tambah Gaara. (aseli ini Bluu ngarangnya udah bingung wkwkw cuman ini yang terpikirkan T^T)

Sasuke yang mendengar penjelasan itu mencoba menarik nafas dan menutup kdedua matanya untuk menenangkan pikirannya, lalu mulai memfokuskan dirinya untuk memikirkan Naruto.

Semua orang yang disana menahan nafas, menanti.

Sasuke membuka matanya perlahan.

"Ada." Ucapnya membuat Minato tersenyum puas.

"Si tua itu pasti akan sangat terkejut kita menemukannya tanpa perlu bersusah payah menghancurkan Jepang" ujar Minato. Dia tau rencana Danzo. Danzo sengaja ,mengambil kesempatan ini disaat mereka lengah, dan posisi Naruto tanpa 'penjaga', tapi siapa sangka, mereka bisa menemukan 'penjaga' untuk Naruto disaat seperti ini?

"kita berangkat." Ujar Minato. Mereka akan ke markas Anbu terlebih dahulu, tidak mungkin kan mereka berangkat dengan tangan kosong? Mereka harus menyusun rencana terlebih dahulu, juga memastikan lokasi yang Sasuke lihat.

***

"Kau sudah mati?" Sakura yang bosan kembali masuk ke ruangan Naruto bersama Danzo di belakangnya. Ia menarik rambut Naruto yang sedari tadi menunduk.

Naruto menatap Sakura ia tersenyum sinis saat melihat Sakura yang menatapnya remeh.

"Kau kira aku akan mati semudah itum huh?" Naruto melebarkan senyum sinisnya. "Bukankah kaliana terlalu meremehkan Namikaze? Kalian terlalu santai saat menantang kami, apakah kalian tidak ingin bersiap-siap?" tanya Naruto dengan nada meremehkannya, membuat Danzo kesal dan menghampiri Naruto, mendorong tubuh Sakura dan mencengkram dagu Naruto.

"Apa maksudmu, bocah sialan?"

"Aku tidak bermaksud apa-apa... O-san, hanya memperingati. Apakah kalian tidak bersiap? Bukankah.... kalian harus segera bersiap? Kalian akan mudah hancur jika kalian tidak bersiap sekarang, bukan?" Naruto tersenyum lebar kali ini, membuat Danzo sedikit terkejut saat melihat ada tanda di lidah Naruto. Itu tanda kontrak 'tuan' dan 'penjaga'nya.

-plaak-

Danzo menampar dan membuat Naruto yang tidak siap tidak sengaja menggigit bibirnya dan berdarah.

"kencangkan ikatannya dan juga tutup mulut sampahnya itu, kita harus bersiap" ujar Danzo pada Sakura yang sedari tadi terdiam ketakutan melihat wajah marah Ayah angkatnya itu.

"Kau dalam masalah karena telah membuatnya marah." Ujar Sakura sembari melaksanakan perintah Danzo tadi.

"Haruno-san.. kau sungguh bodoh hingga mau di manfaatkan laki-laki tua itu. Oh, aku lupa, kau hanya jalang yang butuh rumah dan uang bukan? Dan Danzo memberikan itu semua padamu. Jalang tetaplah jalang"

"Diam kau! Tuan muda sepertimu yang tidak pernah mengerti hidup susah tidak akan pernah mengerti!" Sakura menarik ikatan di tangan Naruto dengan kencang. Lalu menempelkan isolasi di mulut Naruto. Dan segera meninggalkan Naruto di ruangan itu sendiri.

'Sasuke...'

Naruto tau, ia merasakannya, Sasuke sudah terikat dengannya, sama seperti Shikamaru dulu. Dan Danzo menyadari itu saat melihat segel di lidahnya. Dulu, saat ia terikat dengan Shikamaru, tanda itu hanya muncul di Shikamaru, tidak dengannya. Tapi sekarang lihatlah, tanda itu juga muncul didirinya, yang menandakan ikatan diantara mereka berdua sangat kuat.

SilenceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang