BAGIAN ENAM|kehilangan?

22 6 0
                                        

Selamat membaca!

Mengapa rasanya saat kamu
tak ada disisiku,
Rasanya sangat berbeda,
kosong.
Ya, kosong,
itulah yang kurasakan saat
kamu tak ada disisiku.
Sekarang aku mengakuinya,
Mungkin sekarang
aku merasa kehilangan.
Tanpa hadirnya dirimu
Disisiku.


....

Setelah kejadian kemarin, ryan sudah tidak pernah terlihat olehnya, ryan seolah olah menghilang, entah kemana, entah ditelan siapa, atau mungkin diculik alien?

Semua pemikiran aneh bermunculan dipikiran sherin.

Seharusnya ia senang karna tidak ada lagi 'sang pengganggu' disekolah, tetapi aneh saja rasanya seseorang yang suka mengganggu tiba tiba menghilang entah kemana.

Sherin jadi pusing memikirkannya, dirinya berusaha untuk tidak perduli.

Mungkin besok ryan akan kembali masuk sekolah, dan mulai mengganggunya kembali.

....

Tak terasa bel istirahat berbunyi nyaring, dan menggema keseluruh penjuru sekolah. Siswa mulai berhamburan keluar kelas menuju kantin, karna sudah tidak tahan menahan rasa lapar diperut.

"Sher, kantin yu, laper gue"ujar reren pada sherin.

Sherin melirik ke arah reren yang kini sedang menatapnya dengan wajah memohon. "Iya ren iya, muka lo biasa aja kali, udah jelek nambah jelek kalo kaya gitu"

"Enak aja lo! Jelek kok ngomong jelek" sambar reren tidak mau kalah dengan ucapan sherin.

Seketika tawa sherin pecah karna melihat wajah reren yang merah padam akibat ulahnya.

"Gue cantik kali, lo aja yang kejelekkan"

"SHERINNNNN" teriakkan reren membuat beberapa siswa yang berada dikelas menatap kearah keduanya.

Reren yang sadar diperhatikan hanya menatap beberapa siswa seraya dengan memamerkan sederet gigi putih miliknya.

"Tuh kan diliatin malu ga lo?"

"Ya nggalah, semua ini terjadi karna lo" cibir reren.

"Kenapa ga kekantin bareng fifin aja?"
Tanya sherin, karna sebenarnya, ia malas untuk pergi kekantin. Sherin celingak celinguk mencari keberadaan fifin. "fifin kemana? Kok ga keliatan?"

Reren menatap kearah sherin dengan kesal. "Ck, fifin lagi kumpul OSIS, gue ga ada temen buat kekantin, ayolah sher, sekali ini aja anterin gue kekantin, masa sih seorang sherin jahat sama sahabatnya sampe gamau nganterin ke kantin"

Ucap reren panjang lebar seraya menatap sherin dengan tatapan puppy eyes andalannya.

"Terserah lo deh, gue ngalah" sherin telah jengah dengan ucapan reren, karna bila ia terus meladeni perkataan reren, habislah sudah telinganya, karna mendengar cerocosan reren yang tak ada hentinya, ditambah lagi suara reren yang melengking mampu membuat orang yang mendengarnya akan mengakibatkan telinga terasa panas.

Reren yang mendengar perkataan sherin tersenyum senang,ditambah lagi reren lompat lompat sambil berteriak heboh karna telah berhasil mengajak sherin kekantin, lalu reren pergi menuju kantin mendahului dirinya.

SHERYANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang