hanya perlu beberapa menit untuk wade selesai dengan urusan tubuhnya itu, peter menunggunya di depan pintu hanya bermain kecil dengan kakinya sambil menundukkan kepala.
lucu.
wade yang melihat merasa ingin memeluk tubuh mungil itu dari belakang juga memberinya beberapa ciuman di pucuk kepala. tambahan usakan kepala akan membuatnya lebih lucu, tapi hari-hari yang dijalaninya menjelaskan wade tidak bisa sembarang bertindak.
selesainya pun hanya menepuk kepala peter pelan, wade menerima eye smile yang tergambar dari wajah peter. walau tertutup masker, matanya menyiratkan kebahagiaan.
bahkan wade bisa melihat kedamaian dan ketenangan dalam hidupnya di mata peter, sifatnya menjadi suatu harapan kecil bagi wade.
andai wade melihat senyuman itu bersama eye smile-nya. mungkin senyuman itu akan sangat candu bagi wade.
terakhir kalinya menerima senyuman seperti itu sudah lama, wade tau betul waktunya. hanya saja hatinya sakit untuk mengingat kembali.
terlebih senyum itu dari vanessa.
dan... ia sudah pergi, sendiri.
"sudah siap?"
"yeah i'm ready."
keduanya pun keluar apartemen, beruntung saat ini waktunya masih terbilang pagi. setidaknya udara masih bisa di ajak bekerja sama.
selama perjalanan tak ada satu kata pun yang keluar, pertemanan di bawah seminggu hawanya masih canggung buat mereka. dan... (lagi) ini aneh.
serius.
wade. why?
ini bukan wade wilson aka deadpool satu-satunya, kalian tau wade kan? sikapnya juga ekspresi bodohnya itu, tidak ada lagi.
kemana sikap aslinya? apa hilang bersama vanessa? tidak mungkin. ayolah pasti kalian mengerti kenapa wade dengan 'perubahan' nya ini?
peter biasa saja tuh. ya sebagai teman baru bagi wade.
bagaikan tubuh wade dengan beda arwah, ck.
tapi ini serius bukan wade.
oh atau mungkin...
"wade,"
yap, sesuatu yang dulu terjadi kembali wade rasakan.
'something that is not to blame,'
alasan yang biasa. itu pasti akan di ucap wade saat ditanya.
"wade."
"oh. what? something happen?"
"nothing. kau seperti tidak suka aku ajak jalan."
"who say that? aku akan menemani mu jika kau mengajak,"
"tapi sudah berapa hari kau bersama ku? pasti kau akan bosan."
"entahlah, jujur aku menikmati waktu bersama mu dan itu setidaknya menghibur hari-hari ku."
siapa sangka wade membuat peter tersenyum dibalik masker nya hingga eye smile itu terlihat lagi. tidak, wade tidak menyadarinya.
juga.. sulit untuk menutupi identitas sepeti ini. peter hanya ingin bebas.
ya, cukup beberapa yang tau. setidaknya tidak membuatnya harus benar-benar melakukannya.
jangan tanya mengapa. kalau bukan suruhan dad ia tak akan mau untuk ini.
padahal ayah nya membiarkan peter melakukan apapun selagi tidak buruk dan tidak merugikan, toh peter anak baik yang kemauan nya pun hanya hal kecil bagi ayah juga dad nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
HALCYON
FanfictionWATER story ⚠️all characters belong to marvel⚠️ (1/2) present ver. END - 30/4/20 (guys lanjutan nya d book sebelah ya {warna biru}, tolong liat profil ku sekali")
