pertama, wade hanya membuat alasan agar peter membiarkannya pulang.
tapi karena alasan ini menyambung dengan hal kedua, wade lemah. memang wade tidak akan mati dengan mudah, siapa yang tidak tau dengan hal itu?
nyatanya kelemahan wade sudah jelas.
ke dua, matanya tidak akan mau di ajak bekerja sama dengan perut.
jika perut penuh, sulit untuknya menutup mata selama matahari akan kembali. begitu sebaliknya.
mata tidak peduli kapan, kenapa, dimana perut itu akan terisi atau tidak.
aneh. terlalu aneh.
dan sekarang? peter sudah menghampiri mimpi indahnya tadi, beruntung ranjang peter ada dua tingkat.
ya wade di bawah, hanya berjaga-jaga.
matanya tak akan mau menutup bahkan otaknya sekarang berhenti sejenak untuk memikirkan hal yang penting sampai tidak penting, yang dilihat nya sekarang hanyalah atap kamar peter.
memang seharusnya ia berjaga, hanya hari ini dan hanya untuk peter.
ini bukan tempat tinggalnya dan tidak sopan untuk melihat kamar apartemen ini tanpa ijin pemiliknya, mungkin satu-satunya hal yang bisa wade lakukan sekarang hanya ini.
tidak kecil untuk tinggal berdua.
oh, wade mengingat sesuatu.
eum itu bukan urusannya tapi lagi wade penasaran.
'mengapa peter pergi ke gedung stark?'
sekarang baru memasuki hari baru, hari ketiga wade mengenal peter. tidak ada yang istimewa, wade belum menemukan apapun selama ini.
ya... selama wade mengenal vanessa. keajaiban belum menemui wade.
andai waktu itu wade sedikit lebih cepat, andai wade bisa terbang.
mungkin wade tidak akan bertemu peter,
mungkin wade sekarang akan menikmati malam dengan vanessa,
mungkin wade tidak pernah tau akan adanya peter,
mungkin wade tidak akan disini,
mungkin wade yang sekarang adalah wade yang dulu.
selama ini juga wade akan selalu merasakan penyesalannya, sakit. atau mungkinkah seharusnya wade saja yang--
"tidak! vanessa akan marah jika aku akan terus menyalahkan diriku sendiri."
tidak, peter tidak bangun.
wade masih sadar jika dirinya masih di kamar bersama peter.
memang seharusnya wade tidak akan pernah menerima tawaran itu, seandainya wade memilih pilihan lain, ini semua tidak akan terjadi.
andai wade punya kesempatan kedua.
takdir memberinya, kali ini wade harus sadar apa yang akan ia lakukan.
kesempatan ini sudah berjalan.
lalu mengapa wade tidak membalas? karena tidak ada imbalan yang akan menukar jika wade membalas, vanessa tidak akan kembali.
bahkan jika wade harus menukar dengan nyawanya.
sudah tiga jam selama wade terjaga hanya untuk mengingat hal yang paling di bencinya sampai wade pusing sendiri, dilihatnya peter masih enggan membuka matanya.
jelas, bahkan jarum panjang masih menunjuk angka empat.
dini hari, hari peter libur, mana ada yang mau bangun?
dan seandainya wade tidak sadar umur peter, tidak sadar apa yang ia lakukan.
mungkin wade sekarang adalah lelaki bejat.
KAMU SEDANG MEMBACA
HALCYON
FanfictionWATER story ⚠️all characters belong to marvel⚠️ (1/2) present ver. END - 30/4/20 (guys lanjutan nya d book sebelah ya {warna biru}, tolong liat profil ku sekali")
