Awal masuk sekolah

205 43 27
                                        

"mamih papih morning!!!!".ujar farah sembari menuruni anak tangga satu persatu

"too sayang".timpal Dini dan Hendri bersamaan

"Wih mamih masak nasi goreng kesukaan Farah".ucap Farah sembari menarik kursi yang tepatnya berhadapan dengan Hendri ayahnya itu

17 menit pun berlalu

"ya udah mih Farah berangkat dulu ya".ujarnya sembari mencium pungung tangan Dini

"Iya hati-hati yah,inget jangan bandel"

"Iya mih".jawabnya

"Ikutin peraturan sekolah"

"Iya mih"

"Jangan bikin ulah"

"Iya mamih".geramnya kesal

"Dan satu lagi,jangan suka bolos"

"Iya mamih ku cinta Ku,wanita yang lebih cantik dariku".timpalku geram dan Hendri pun hanya menggeleng-gelengkan kepala saja melihat tingkah anak satu-satunya dan istri tercintanya

"yaudah yuk pih,ntar Farah telat".ajaknya kepada Hendri dan diangguki sebagai jawaban

Hendri pergi mengantarkan Putri sulungnya,ke SMAN 4 JAKARTA

Di dalam mobil tak ada obrolan asik apa lagi kalo bukan ceramah sang Ayah

Butuh waktu sekitar setengah jam-an untuk sampai ke SMAN 4 JAKARTA tepat putrinya sekolah

***

"Ya udah pih,Farah masuk dulu yah".ujarnya sembari mencium pungung tangan Hendri

"Hati-hati,inget kata-kata papih tadi apa".ujarnya mengingatkan

"Siap pak boss".timpalnya sembari hormat

Farah pun turun dari mobil,dan ia pun masuk ke dalam sekolah tersebut.

Farah kebingungan saat sudah berada di dalam sekolah,ia kebingungan mencari-cari ruang guru dimana.Farah pun melihat satu gerombolan lelaki yang ada di sudut sana,farah berinisiatif untuk menanyakan ruang guru kepada mereka.

"Permisi,maaf saya mau tanya ruang guru dimana ya?ada yang mau membantu saya untuk mengantarkan ke sana".ucapku gamblang

"lo aja yang anter yen".ujar lelaki yang berkulit putih

"Siap,kuy ikut gua".Ujar cowok yang berkulit putih juga

***

"Nih dia ruang gurunya".ujarnya

"Makasih".jawab Farah dan meninggalkannya

"Permisi".

"Iya"

"eh Farah kamu Farah kan?murid baru itu".Ujar bu Dewi yang ia ketahui sebagai wakil ketua kepala sekolah

"Iya bu".timpalnya sembari mencium pungung tangan bu Dewi

Udh dlu ye,see u

Janlup vote+comment ya reader's

EZRA [end]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang