Hujan akhirnya turun setelah sedari tadi bertahan didalam awan. Christina membolak-balikan layar gawainya yang dipenuhi berita kematian Viorenza. Tubuhnya merebah santai di sebuah sofa berwarna pink di ruang tamunya.
Dengan tarikan nafas panjang, dia meletakan gawainya di sampingnya dengan kasar. Tak lama, Yoanna datang dengan jus jeruk ditangannya yang sesekali dia teguk.
"Dasar media, selalu menyoroti hal seperti ini" ujarnya kesal
"Wajar saja, sudah lama sekali semenjak kita terakhir kali melakukan ini kan? Media suka dengan hal kekerasan seperti ini" kata Yoanna
"Bagaimana, daripada berita kekerasan, kita permainkan sedikit media dengan berita orang hilang?" Usul Christina
"Terserah, aku hanya mengikutimu" kata Yoanna
"Mari kita lihat, kanvas mana yang masih bersih, dialah yang akan bertahan dari kambing plastik" ujar Christina
"Dasar, sampah plastik" ejek Yoanna yang menggoda adiknya itu
"Daripada kau, organik" balas Christina dengan tawaan kecil diantara barisan gigi-gigi putihnya itu yang menuai kerutan dahi Yoanna
"Jangan marah-marah, lebih baik ambilkan aku jus jeruk punyamnu juga yah? Kakak yang cantik" bujuk Christina
"Hee.. ambil saja sendiri. Kali ini aku malas membantumu" kata Yoanna lalu pergi kedalam kamarnya membawa jus ditangannya yang tersisa sedikit itu. Christina memutar bola matanya....
Cklek
Christina membuka pintu kamar Yoanna. Mendapati kakaknya sedang merebah, dia duduk diatas kasur empuk itu di samping kakaknya
"Kak Yoen, kakak tahu tadi ada yang menggangguku" kata Christina bercerita
"Lalu?" Tanya Yoanna yang seolah-olah tidak peduli tanpa mengalihkan pandangannya terhadap layar biru ponsel pintarnya.
"Ah...kakak!"
"Kenapa?" Tanya Yoen tanpa sedikitpun menghilangkan perhatiannya terhadap berita kematian Viotenza.
"Ah, kakak tidak seru!" Kata Christina dengan wajah cemberut, alis mengernyit, tangan yang dipeluk di dada, serta membuang wajahnya. Sungguh, dia bukan anak 5 tahun lagi kan? Yonna tertawa geli
"Baiklah baiklah, bagaimana ceritamu? Wah, aku sangat tertarik mendengarnya!" Kata Yoanna dengan nada yang diselubungi tawa. Christina tidak mengubah posisi dan raut wajahnya
"Baiklah, kakak minta maaf"
"Hmmm... maafin nggak yah?"
"Ayolah, cepat ceritakan kalau kau mau menceritakannya. Kalau tidak ya sudah, kakak ada urusan lain" kata Yoanna dan hendak beranjak sebelum Christina menahannya
"Eh...baiklah, akan kuceritakan" kata ChristinaFlashback...
Christina dan Yoanna menunggu ojek langganan mereka didepan sekolah. Seorang wanita menyambar badan Yoanna hingga terjatuh dan mengotori telapak tangan, kaos kaki sampai pahanya
"Ups, salahku" kata wanita tadi. Lanjutnya
"Dasar kembar plastik" kata wanita berambut merah itu dengan suara agak pelan namun dengan nada penekanan lalu pergi. Christina mengeluarkan gawainya dan menembakkan kamera kearah wanita tadi dan menuliskan nama wanita itu di atas layar ponselnya. Julie.
Dia membantu kakaknya berdiri dan membersihkan debu diantara kulit eksotis kakaknya.
"Aku tahu, kakak tak apa-apa" kata Christina. Yoanna memutar bola matanya. Adiknya memang sedikit tidak sopan dan kadang terlalu kekanak-kanakan.
Tak lama, beberapa ojek berhenti didepan mereka. Itu bukan langganan mereka, tapi sebentar lagi akan hujan
"Cici, ya sudah, sebentar lagi juga hujan kita naik saja yang ini yah?" Bujuk Yoanna yang dipatuhi adiknya. Mereka menaiki dua ojek yang berbeda. Angkutan umum beroda dua lebih tepatnya. Yoanna telah melaju lebih dulu diatas tumpangan berbayar itu, sedangkan Christina masih menunggu starter motor itu menyala. Setelah menyala, dia menaiki motor itu dan kemudian motor itu diantar sangat perlahan. Sesekali, supir ojek itu mengerem tiba-tiba, menyentakkan badan Christina kedepan membuatnya tidak nyaman. Jari tengah supir itu sesekali naik-turun seperti bergelombang dari setir motor biru itu. Gadis dibelakangnya menarik nafas, mencoba membawa dirinya tenang kedalam kanvas yang bersih. (Pikiran positif).
Akhirnya, walau diganggu perjalanan tidak nyaman yang sangat lama, dia memasuki kompleks rumahnya. Supir tadi memegangi paha Christina sebelum gadis itu turun dengan sigap. Gadis SMA itu memegangi kantong seragamnya mencari uang saku sisanya untuk membayar. Tidak. Tidak perlu membayar. Asalkan Christina mau diantarnya besok. Kata supir itu dengan kedipan mata dan senyum mesum. Christina membalas senyum mesumnya sembari memegangi pundak pria paruh baya yang mengantarnya itu.
"Baiklah, jemputlah aku besok yah" kata Chrstina mencoba membangkitkan rangsangan pria itu dengan nada yang keluar dari bibirnya.Flashback is end...
"Tapi kak, aku tidak perlu membayar kau tahu? Dan ini alasan aku ingin membuat berita orang hilang di media" kata Christina dengan senyum manis tanpa artinya.
...

KAMU SEDANG MEMBACA
Plastic Goat
Mystery / ThrillerMereka sering mengatakan mereka berdua adalah kembar. Apa yang sebenarnya terjadi?