💜Happy reading💜
***
Seumur-umur, baru kali ini Arya melihat cewek seperti Kania. Menyebalkan, menjengkelkan, pembuat rusuh dan tentunya memiliki mulut berbisa.
Arya tidak tahu kapan Kania mengubah sifatnya jadi lebih menggemaskan. Dia mencoba bersabar dengan cara menulikan pendengarannya.
Jika bukan karena Zayn, sudah lama Kania angkat kaki dari rumah.
Arya keki, dia tidak suka bagaimana Kania menatapnya. Setiap kali berpapasan, ia merasa ditelanjangi.
Sorot mata Kania memenjarakan!
"Sekali lagi kamu lihatin saya, saya pecat kamu!"
Kania tergelak geli. "Emang siapa yang mau lihatin? Saya juga nggak mau, tapi apa daya Bapak berkarisma banget. Lagian ... Bapak bisa pecat saya? Nggak sayang sama anak, Pak?"
Arya menggeram, buku jarinya terlihat. Acara makan malam dibubuhi kekesalan. Para maid hanya mengamati dalam diam, mereka tidak mengerti apa-apa.
"Kamu makan aja yang tenang, nggak usah lihatin saya segitunya, itu mata kamu udah kayak mau keluar!"
Kania menyendokkan nasi ke mulut, tersenyum tipis. Zayn sudah tidur beberapa menit yang lalu, jadi sebentar lagi dia juga harus pulang.
"Bapak tahu sesuatu?"
"Nggak. Saya juga nggak mau tahu apa-apa."
"Dengerin dulu, Pak...."
"Apa, sih?!"
"Hm ... waktu pertama kali kita ketemu, saya benci banget sama Bapak."
Arya melahap makanannya cepat, dengan begitu dia bisa terbebas dari sangkar kecemasan.
"Saya kesel banget waktu itu, apalagi Bapak pecat saya secara nggak manusiawi. Tapi ... saya rasa nggak bisa benci, Pak. Bapak ganteng."
"Kamu bisa diem nggak, sih? Mulut kamu itu dibuat dari apa?"
Kania mengangkat bahu. "Saya juga nggak ngerti kenapa saya bisa sekagum ini sama Bapak. Bapak nomor satu di hati saya, itu normal nggak?"
Arya mendorong piring menjauh, nafsu makannya sirna. Dia mengerling pada Bi Tuti untuk membuatkannya kopi. Setidaknya bisa mengganjal perut.
"Kania...."
"Iya, Pak?"
"Saya harap kamu nggak terlalu berharap jauh sama saya, saya cuma anggap kamu sebagai pengasuhnya Zayn, nggak lebih dari itu. Kamu ngerti maksud saya, kan?"
Kania mengangguk lemah. "Saya ngerti, Pak. Itu artinya Bapak nggak suka kalau saya naruh perasaan sama Bapak. Tapi tenang aja, Pak. Mungkin rasa ini nggak akan bertahan lama, soalnya ada ratusan koleksi cowok di HP saya. Saya masih punya lelaki cadangan."
Arya melipat tangan di dada, alisnya menajam. "Lebih baik kamu cepat lupain saya, jangan jadiin saya sebagai koleksi kamu. Saya bukan barang!"
"Jadi ... saya cuma bisa kagum sama Bapak?"
"Itu pun udah maksimal banget, Kania!"
Bahu Kania merosot, dia menatap sendu. "Jadi gitu, Pak? Saya nggak boleh naruh perasaan berlebih sama Bapak? Bapak yakin?"
"Saya yakin seratus persen! Di antara kita cuma sebatas kerja. Kamu pengasuhnya Zayn, jangan harap kamu bisa gantiin Mila di hati saya. Mustahil!"
Kania menyentuh dadanya, pecahan hati terdengar jelas. Dia baru saja ditolak sebelum melakukan acara penembakan. Kalau sudah begitu, Kania harus apa? Tidak ada cara lain selain mengurangi kadar cintanya. Kania tidak boleh memaksakan kehendak, lagipula dia masih mempunyai banyak target.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Papa Hunter [Completed]
RomancePeringkat 1 Romance (22-04-2021) Arya Hermawan adalah seorang duda beranak satu. Meskipun begitu, ketampanannya banyak memikat wanita. Dari semua kalangan, baik wanita yang setara dengannya dan wanita yang masih sangat muda. Tetapi ... Arya tidak pe...
![The Papa Hunter [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/201792505-64-k540584.jpg)