💜Happy reading💜
***
Kania mengoles lipstik berwarna merah di bibirnya, setelahnya tersenyum genit. Rambutnya terurai panjang dan di bagian bawah dibuat bergelombang. Kecantikannya tak pudar meski tak lagi berstatus remaja.
Hari ini Arya mengajaknya jalan-jalan. Sudah lama sekali mereka tak meluangkan waktu untuk bersama. Akhir-akhir ini Arya sibuk dengan urusan kantor, tak jarang dia pulang larut malam. Perusahannya sedang dalam proses berkembang di luar negeri, terpatnya di New York.
"Sayang, aku cantik nggak?" Kania tersenyum lebar memperlihatkan usahanya dalam merias. Arya yang baru saja mandi sempat terbuai, matanya tak berkedip. "Cantik nggak?"
"Cantik, dong."
"Kok responnya singkat banget? Nggak mau dipanjangin nih?"
Arya tersenyum kecil. Handuk yang melilit di pinggangnya dilepas begitu saja. Tenang. Arya sudah memakai dalaman.
"Kamu udah sering dengar gombalan, Kania...."
Kania merengut. "Bilang aja kalau aku udah nggak cantik."
"Lho? Kok gitu?" Arya segera menghampiri untuk meredam emosi. Kalau Kania ngambek, itu sama saja cari mati. Kania kadang tidak mau disentuh, lalu dia akan beralih pada masa lalunya yang sering memuji cowok lain. Arya tidak mau seperti itu lagi, sudah cukup!
Kania memasang wajah jutek, dia enggan untuk menatap Arya.
"Istrinya Arya Hermawan...." Tangan Arya mencolek dagu Kania, berulang-ulang.
"Apa, sih?"
"Kamu ngambek sama aku?" Arya memajukan wajah, hidungnya sengaja ditempelkan di pipi Kania. Untuk masalah membujuk, dari dulu Arya tahu bagaimana caranya. Hanya perlu menatap Kania sedalam mungkin sampai dia salah tingkah.
"Aku nggak terlalu ngambek, sih...."
"Ya udah deh, aku kasih kamu penjelasan yang lebih akurat."
"Mana?"
Arya tersenyum tipis. "Kamu cantik banget, saking cantiknya aku nggak bisa lihat orang lain lagi selain kamu. Kamu juga paling cantik kalau baru bangun tidur, pengen aku gigit."
"Gitu?"
"Intinya, aku cinta banget sama kamu. Nggak ada yang bisa ngalahin."
"Bener?"
"Beneran, aku-"
Dering HP mengalihkan perhatian. Seseorang menelpon. Tertulis nama, Kanza.
"Halo, Kanza. Gimana? Udah beres?"
Kania siaga satu. Matanya menyipit.
"Hah? Sekarang? Nggak bisa ditunda?"
Perasaan cemas mulai melanda. Kania tak bisa untuk bersikap santai. Bagaimanapun juga, Kanza pernah menjadi saingannya dalam merebut perhatian Arya.
Arya melirik sebentar ke Kania, dia mengerjap beberapa kali. "Iya, iya. Aku ke sana sekarang. Nggak lama, kok."
Setelah sambungan terputus, Kania pun mengeluarkan pertanyaan. Suaranya naik beberapa oktaf. "Kamu mau pergi?! Sama Kanza?!"
Arya tersenyum kikuk. "Jadi gini, kayaknya acara jalan-jalannya harus ditunda dulu, deh."
"Hah?!"
"Tiba-tiba ada rapat mendadak. Orang yang mau kerja sama bareng perusahaan kita maunya sekarang. Kalau ditunda, nanti kerja samanya dibatalin. Maaf, ya, sayang..."
KAMU SEDANG MEMBACA
The Papa Hunter [Completed]
RomancePeringkat 1 Romance (22-04-2021) Arya Hermawan adalah seorang duda beranak satu. Meskipun begitu, ketampanannya banyak memikat wanita. Dari semua kalangan, baik wanita yang setara dengannya dan wanita yang masih sangat muda. Tetapi ... Arya tidak pe...
![The Papa Hunter [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/201792505-64-k540584.jpg)