💜Happy reading💜
Tetap sehat ya, teman-teman. Di rumah aja.
***
Arya meletakkan segelas air di meja, menghela napas berat setelahnya. Dia duduk di samping Kania yang tengah tertidur. Acara pingsan itu makin membuatnya gemas setengah mati. Bagaimana bisa ia dipertemukan kembali dengan si Gadis Perusuh? Hebatnya lagi Kania melakukannya sangat tidak profesional. Arya hampir saja lepas tangan untuk tidak ikut campur, tetapi perasaan bersalah tidak membiarkannya acuh.
Arya sadar diri bahwa perkataannya tempo lalu cukup keterlaluan.
“Dia belum bangun?” Bumi memeriksa kepala bagian belakang Kania, ada benjolan di sana. “Ini pasti sakit.”
“Itu salahnya sendiri, dia yang nggak hati-hati.” Arya menepuk Bumi untuk tidak terlalu memikirkan kejadian tadi. Dibandingkan dengan Kania, salah satu pekerjanya harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapat penanganan tepat. Kania sendiri dibawa ke ruang istirahat, ada kasur dan kotak P3K yang bisa membantu.
“Kamu kenal dia dimana?” tanya Bumi.
“Sebenarnya … dia dulunya kerja sama saya, jadi pengasuhnya Zayn.”
“Terus?”
“Saya mecat dia.”
“Alasannya apa?”
“Dia….” Arya menatap Kania. “Saya lihat dia agak ceroboh. Ah! Sejujurnya ada alasan lain kenapa saya mecat dia. Setiap dia dekat sama saya, rasanya ada aja kesialan yang menimpa.”
Bumi tertawa, mendorong pundak Arya karena alasannya. “Kamu masih nganut kepercayaan kuno?”
Arya menggeleng. “Bukan kayak gitu. Saya sendiri takut kalau dia bisa celakain Zayn. Kamu bisa lihat sendiri, kan? Kania cerobohnya gimana? Dia ngelukain salah satu pekerja karena nggak hati-hati, dia juga celakain dirinya sendiri. Itu yang saya takutin.”
“Jadi kamu takut karena itu?”
“Iya, saya sayang banget sama Zayn. Cuma dia harapan saya satu-satunya, pemberian terakhir dari Mila.”
Bumi manggut-manggut, sekarang pendapat Arya dapat diterima akal sehatnya.
Pukul tiga sore Bumi bergegas kembali ke kota kelahirannya. Mengamanahkan salah satu pekerja untuk memerhatikan Arya dan Kania. Bumi tidak bisa menemani karena jadwalnya yang padat.
“Dia bangunnya kapan, sih?” Arya meneguk segelas cappucino. Berkali-kali melirik arloji di lengan kanan.
Cukup lama Kania tak sadarkan diri. Dia seperti orang mati, tubuhnya sama sekali tidak bergerak. Arya jadi waswas.
Tepat jam empat sore Kania mengerjap. Kebahagian terpancar jelas di wajah Arya, akhirnya masa kelamnya berakhir.
“Ini di mana?” Kania bangkit perlahan, meringis kesakitan ketika kepalanya berdenyut. Tangannya langsung meraba bagian kepala lalu melotot. “Benjol!!!”
“Hei!” Arya berseru agar kehadirannya bukan sekadar pajangan.
“Pak Arya?!” Kania terlonjak, matanya mulai memerhatikan setiap sudut ruangan. Ada tempat air, lemari besar, cermin gantung dan beberapa pakaian di belakang pintu. Kania meraba permukaan tubuhnya, prasangka buruk memenuhi otak. “Bapak apain saya? Jangan-jangan….”
“Kamu mikir apaan, hah?! Kamu pikir saya mau nyentuh kamu?!”
“Terus kenapa saya di sini?”
“Selain ceroboh kamu itu juga pelupa, ya? Lebih baik kamu ke dokter dan periksa otak, siapa tahu salah satu komponennya hilang. Heran saya.”
KAMU SEDANG MEMBACA
The Papa Hunter [Completed]
RomansaPeringkat 1 Romance (22-04-2021) Arya Hermawan adalah seorang duda beranak satu. Meskipun begitu, ketampanannya banyak memikat wanita. Dari semua kalangan, baik wanita yang setara dengannya dan wanita yang masih sangat muda. Tetapi ... Arya tidak pe...
![The Papa Hunter [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/201792505-64-k540584.jpg)