💜Happy reading💜
***
Kenikmatan hakiki menyambut.
Setelah merasakan konflik penyiksa jiwa dan batin, akhirnya Kania diterpa angin sejuk. Lihat sekarang! Ia bergoyang alay di kamar Zayn. Kopernya teronggok di lantai, sebagian isinya berhamburan.
Kania berencana untuk menempati kamar Zayn hari ini, sekaligus menjaga bayi. Arya, khawatir akan keselamatan Kania, tidak mengizinkannya tidur di ruang tamu. Dia takut jika Kania mengigau berlebihan dan akhirnya menyakiti dirinya sendiri, atau bahkan terjatuh dari tempat tidur. Dengan Kania di kamar Zayn yang berada tepat di sebelah kamarnya, Arya bisa memeriksa kondisi Kania tanpa harus turun ke lantai bawah.
“Ekhem.” Arya berdiri di ambang pintu, salah satu alisnya naik melihat Kania yang tengah bergoyang.
“Eh?” Kania spontan berhenti. Dia tersenyum kikuk. “Apa, Pak?”
Atensi teralih pada koper di lantai. Berkata, “Bajunya dirapihin, kamu bisa pakai lemarinya Zayn. Bagian atasnya masih kosong.”
"Iya, Pak." Kania mulai memunguti pakaiannya satu persatu, lalu memasukkannya ke dalam lemari. Diam-diam, dia mencuri pandang ke arah Arya. Ketika mata mereka berpapasan, Kania langsung bersiul asal.
Arya hanya memperhatikan tanpa niat untuk membantu. Dia sedang ingin mengamati sikap Kania dan menyiasati perasaannya.
Perbedaan antara masa lalu dan sekarang sangatlah jauh. Dulu, Arya merasa terganggu saat Kania menatapnya, membenci tingkah lakunya. Namun, seiring berjalannya waktu, semua itu berubah. Arya mulai terbiasa dan malah merasa tak bisa ditinggalkan.
Dia ingat bagaimana dia harus berlutut memohon kepada Arthur. Permohonan itu bukan hanya demi Zayn, tetapi juga karena Arya tidak ingin kehilangan.
“Kania,” panggil Arya lembut.
“Iya, Pak?”
“Saya mau tanya sesuatu sama kamu.”
Kania menutup lemari, semua pakaiannya sudah berada di tempat yang seharusnya.
“Kania….” Arya duduk di tepi kasur, mata sipitnya menatap boks bayi. Zayn sedang tidur.
“Bapak mau tanya apa? Kok hawa di sini aneh, ya? Agak panas-panas gitu.”
“Ini serius.”
“Mau bilang apa, Pak? Saya harap bukan yang buruk-buruk.”
Arya tersenyum tipis. “Saya mau nanya tentang cinta sama kamu.”
Kepala Kania miring ke kiri. “Cinta? Bapak nanya cinta sama saya?”
“Iya.”
Kania tertawa kecil. “Kok Bapak nanya itu ke saya? Bapak sendiri tahu kalau saya ini agak gimana gitu.”
“Kalau gitu, kamu masih suka sama saya?”
Kania gugup sekarang. Arya seakan menodongnya dengan pisau. “Saya bohong atau jujur, Pak?”
“Bohong aja.”
“Eung … saya … saya nggak suka sama Bapak. Beneran!”
“Sekarang saya mau dengar kamu jujur.”
“Saya cinta sama Bapak.”
Mengembuskan napas panjang, Arya memijit pelipisnya dengan ibu jarinya. Kania tampak gelagapan, dipenuhi perasaan panik dan ketakutan. Dia belum siap untuk menerima teguran lagi, mengingat kemarin saja dia sudah blak-blakan soal perasaannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Papa Hunter [Completed]
RomancePeringkat 1 Romance (22-04-2021) Arya Hermawan adalah seorang duda beranak satu. Meskipun begitu, ketampanannya banyak memikat wanita. Dari semua kalangan, baik wanita yang setara dengannya dan wanita yang masih sangat muda. Tetapi ... Arya tidak pe...
![The Papa Hunter [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/201792505-64-k540584.jpg)