💜Happy reading💜
***
“Bapak tadi kemana? Saya cariin nggak ada.”
Arya memperhatikan bagaimana Kanza bertanya, seolah mengadilinya. Dia sekarang tak butuh apa-apa. Hanya perlu menenangkan pikiran.
“Bapak kenapa? Bapak pusing?” Kanza berdiri di belakang Arya, mulai memijit bagian pelipisnya.
“Saya nggak apa-apa.” Arya menarik kepalanya menjauh. Geram dengan segala perilaku yang ia terima. Makin lama Kanza berani melewati batas. “Kamu ke luar aja, urus yang lain.”
“Tapi saya asisten pribadi Bapak, saya harus tahu tekanan yang Bapak alami. Siapa tahu saya bisa bantu.”
Arya mempersilakan Kanza duduk di depan. Walaupun agak jengkel sebab Kanza terus mengulik kehidupannya. Caranya juga sedikit memaksa, sama sekali tidak menyenangkan. Memecat pun agak bimbang.
Kanza pandai menangani hal-hal yang berkaitan dengan perusahaan, dia juga tidak malas. Kurangnya, terlalu kepo akan urusan pribadi Arya.
“Bapak bisa curhat sama saya.” Kanza memasang telinga baik-baik.
Kegalauan seorang Arya dimulai dengan kemunculan seorang cewek. Ia sendiri bingung mengapa harus demikian. Mengapa harus memikirkannya sampai sejauh ini. Sama sekali bukan sifatnya. Itu juga buang-buang waktu. Tapi mau bagaimana lagi? Sudah telanjur!
Sejak Arya menemukan fakta bahwa Kania menyimpan fotonya, secara ajaib seluruh komponen tubuh terperbaharui. Bagai terkena sihir hitam mematikan, membuat candu hingga isi kepala hanya dibayangi seorang wanita.
Arya rasanya mau gila!
“Bapak bisa cerita sekarang.” Kanza mulai mendesak.
“Kanza….”
“Iya, Pak?”
“Saya sering kepikiran sama seseorang.”
“Siapa, Pak?”
Arya menggeleng. “Kamu nggak usah tahu siapa orangnya.”
Kanza menatap serius. “Terus tadi Bapak kemana?”
Arya menopang dagu, mengingat kembali apa yang baru saja ia lakukan. Beberapa menit yang lalu dia pergi ke Universitas Galaksi. Untuk apa? Terdengar lucu jika menjawabnya karena penasaran, bukan? Namun itu yang terjadi. Seorang Arya mulai tertarik dengan kehidupan Kania.
“Saya tadi ke Universitas Galaksi.”
Kanza mengerjap kemudian menyipitkan mata, dia adalah perempuan yang sangat tanggap, peka. “Jadi orang yang Bapak pikirin terus itu Kania?”
“Hah?”
“Kania kuliah di sana, kan?” Kanza tersenyum miring. “Bapak ngapain ke sana? Ada urusan apa?”
“Saya juga nggak tahu kenapa harus ke sana, saya pengen aja.”
“Pengen aja? Itu alasan apa, Pak?”
Arya bangkit, berdiri di dekat jendela. Matanya menatap kendaraan di bawah sana. “Saya juga nggak tahu kenapa. Saya bingung aja sama diri sendiri, tiba-tiba keingat sama dia.”
“Bapak nggak boleh kayak gitu!” Suara Kanza terdengar nyaring, Arya sempat meliriknya sebentar. “Kania itu cuma pengasuh! Jangan sampai Bapak punya perasaan sama dia! Nggak boleh!”
“Kanza, saya nggak cinta sama dia.”
“Tapi Bapak mikirin dia, kan? Itu artinya apa?” Kanza protes, tidak terima bahwa laki-laki yang ia cintai memikirkan yang lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Papa Hunter [Completed]
RomancePeringkat 1 Romance (22-04-2021) Arya Hermawan adalah seorang duda beranak satu. Meskipun begitu, ketampanannya banyak memikat wanita. Dari semua kalangan, baik wanita yang setara dengannya dan wanita yang masih sangat muda. Tetapi ... Arya tidak pe...
![The Papa Hunter [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/201792505-64-k540584.jpg)