(5)

291 148 31
                                        

Tring....tring.. Bel sudah berbunyi menandakan jam belajar mengajar sudah berhenti,waktunya siswa siswi pulang kerumah masing masing.

Nada mulai merasa kesal karena pak agung tidak memunculkan batang hidungnya sejak dari tadi. Ketika nada sedang merapihkan sedikit buku novel yang berantakan tiba tiba terdengar suara sepatu mendekat ke arahnya.

"yaallah maaf nad tadi bapak ada tugas dulu dari kepala sekolah. Maafin bapak ya nad duh"ucap pak agung dengan muka tidak enak.

"oh iya pak gapapa"jawab nada dengan sedikit kebohongan.

"nanti pulangnya hati hati nad, soalnya udah sepi di luar, anak anak udah pada pulang"jelas pak agung.

"oh iya pak, assalamualaikum"ucap nada sambil mencium tangan pak agung.

Nada berjalan cepat ke arah kelasnya dan melewati koridor yang sudah sangat sepi.

"anjirr udah sepi aja, gila serem juga"batin nada sambil meneguk ludahnya.

Nada yang ketakutan langsung berlari ke arah kelasnya,dan menggambil tas yang ada di bangkunya,sambil ngosngosan nada berusaha keluar dari kelasnya,tetapi terlihat azkal yang berdiri di depan pintu membuat nada kaget ketakutan.
"woiiiiii"teriak nada sambil menutup muka dengan kedua tangannya.

"apaan si, alay"ucap azkal santai.

"jingan lo, kaget gua"kesal nada sambil mendorong azkal.

Nada berjalan ke arah gerbang tanpa mengubris azkal yang berjalan di belakangnya.

"nad dih tungguin napa si"ucap azkal kesal

Nada tetap diam tanpa menjawab ucapan azkal.

Azkal langsung mengejar langkah kaki nada dan merangkulnya dari belakang.

"apaan si"elak nada tetapi rangkulannya malah semakin erat.

"diem. Ngambek lo ya?"tanya azkal

"ngambek kenapa?"tanya nada keheranan

"gatau,makanya gua nanya noda"jawab azkal sambil mendekatkan mukanya ke muka nada.

"enak aja lo nama gua nada bukan nodaaaaa"marah nada pada azkal sambil mendorong muka azkal.
"gua balik naek gojek hari ini"ucap nada lagi sambil melepaskan rangkulan azkal yang ada di pundaknya.

"lah? Kok? Mau kemana lo?"tanya azkal

"mau beli buku ke gramed"jawab nada sambil mengecek hpnya.

"oh yaudah,hati hati lu"ucap azkal sambil menatap nada.

"gua duluan ya"ucap nada sambil menghampiri abang ojol.

Azkal hanya tersenyum menatap nada.

****

Nada yang sudah sampai di gramed, langsung mencari buku novel yang akan ia beli sambil sesekali membaca prolog bukunya, tetapi tiba tiba terlihat buku berlatar EXO yang mencuri perhatiannya.

"Nah kan godaan lagi"ucap nada pelan sambil mengambil buku yang berjudul Explotion.

"dah deh beli buku ini aja"ucap nada  dengan pelan sambil menggambil buku explotion itu.

Ketika nada akan berjalan ke arah kasir, tiba tiba terlihat seorang lelaki menabraknya.
"aww"ringis nada

"eh maaf, ga sengaja sumpah"ucap lelaki itu.

"oh iya ga apaapa"jawab nada sambil sedikit menahan rasa sakit di dengkulnya karena menabrak rak buku yang ada di sampingnya.

"beneran?gimana kalo lu gua traktir sebagai permintaan maaf gua"

"eh beneran gausah"elak nada yang langsung berjalan lagi ke arah kasir,tetapi langkah kaki nada berhenti ketika tangannya di tarik oleh si lelaki.

"beneran deh gua jadi ga enak, plis ya nerima traktiran gua"bujuk sang lelaki.

"yaudah deh"akhirnya nada mengiyakan ucapan lelaki itu.

Akhirnya mereka berdua makan di cafe yang tempatnya tidak jauh dari gramed.

"kenalin nama gua zarel akasa"tiba tiba lelaki itu menyebutkan namanya dan mengulurkan tangannya.

"oh iya, nama gua nada avilia nasution"ucap nada sambil membalas uluran tangan zarel.

"nama lo bagus juga haha"ucap zarel sambil tertawa

"eh iya makasih"jawab nada sedikit salah tingkah.

"sekali lagi maaf lo ya,td gua beneran ga sengaja"ucap zarel lagi

"iya santai aja ahah,lo suka baca buku?"tanya nada dengan kekepoannya

"ga terlalu si, gua beli novel buat hadiah ultah ade gua doang"jelas zarel sambil meminum thai tea nya.

"oh,yaudah udah sore nih, makasih ya buat traktirannya"ucap nada yang bangkit dari duduknya

"eh mau gua anter? Udah sore,daerah sini rawan juga"kata zarel yang juga bangkit dari duduknya.

"hmm gimana ya?"pikir nada yang kebinggungan

"udah deh gua anterin aja"ucap zarel sambil menarik tangan nada ke arah parkiran motor.

Sudah setengah perjalanan mereka lewati tetapi tidak ada topik yang mereka bahas di atas motor itu.sampai pada akhirnya zarel menanyakan sesuatu pada nada.

"lo sekolah dimana btw?"tanya zarel

"apa?sekolah gua?"tanya balik nada yang tidak fokus pada pertanyaan zarel.

"iya, dimana?"

"Di SMA 2 HARAPAN BANGSA"

"Ohh"jawab zarel

"Eh Rumah gua masuk ke gang itu, gapapa sampe sini aja lo anter gua nya"ucap nada secara tiba tiba.

"Tanggung,gua gabisa setengah setengah kalo nganter orang"kata zarel

Akhirnya zarel mengantar nada sampai di depan rumahnya

"nad boleh gua minta no wa lo?"tanya zarel sambil menatap nada

"Hmm boleh"jawab nada sambil mengetik nomer hp nya di ponsel zarel

"oke makasih nad"

"eh makasih juga rel, hati hati"ucap nada pelan

"iya gua bakal hati hati ko"celetuk zarel yang ternyata mendengar ucapan nada

Nada yang salting langsung masuk ke dalam rumahnya sambil berlari kecil.

Gimana gimana?
Apa kabar neh? Dah lama banget dong gua ga lanjutin ni cerita, maaf banget yakk, tapi sekarang udah publis kan wkwk. Penasaran ga sih sama kelanjutan Ceritanya? Kalo penasaran yuu tunggu chapter selanjutnya.
Jangan lupa vote,coment,dan share ke temen temen kalian.
Thankyou yang udah vote+coment

Salam manis dari author amatir ini:)

Garis waktuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang