Malam semakin larut. Chellara dan thania baru sampai di rumah, thania mempersilah kan Chellara untuk masuk dan duduk di ruang tamu, dan ia berjalan menuju dapur untuk membuat minuman hangat untuk mereka. Kerena cuwaca di luar sedang hujan dan membuat hawa malam ini sedikit lebih dingin dari pada bisa nya.
kamu duduk dulu disini ya aku ke dapur dulu mau buat choklat panas buat kita berdua. Thania berjalan menuju dapur dan meninggalkan chellara di ruang tamu.
Chellara hanya mengangguk kan kepala nya dan memberikan senyuman tipis ke pada thania, ia masih kaku dan sungkan, berada di dekat thania orang yang sudah menyelamatkan nya dan juga membantu nya. Sekaligus memberikan tawaran tempat tinggal untuk nya, chellara tidak tahu harus kemana lagi dan tinggal di mana.
Beruntung ia bertemu dengan thania, yang bersedia membantu nya walaupun mereka tidak saling mengenal satu sama lain.
Chellara tersentak dari lamunan nya takkala ada yg menyentuh bahu nya dan membuat nya kaget,chellara menengok ke belakang dan menemukan seseorang yang tidak ia kena, wanita cantik yang seperti nya beru pulang kerja dan kemudian ia teringat perkataan thania jika ia memiliki kakak, mungkin kah wanita yang ada di hadapan nya ini adalah kakak thania.
Hai... Hai..hallo kamu bisa denger aku kan ko ngalamun sih. Zahra melambai kan tangan nya di depan wajah chellara ketika ia baru sampai rumah ia kaget melihat pintu rumah yang, terbuk dan tidak bisanya jam segini adik nya menerima tamu selarut ini ia berjalan masuk ke dalam rumah dan meucap kan salam. namun tidak ada yang menjawab salam nya lantas ia menuju ruang tamu dan ia, melihat ada seorang wanita yang dapat ia perkirakan seusai adik nya thania.
"Namun wanita itu tidak bergeming kala ia menyapa nya, dan kini ia bisa memastikan wanita di hadapan nya sedang melamun dapat di lihat dari pandangan nya yg lurus ke depan dan tatapan itu kosong entah apa yang iya pikirkan.
Hai eh maaf kenapa tadi. Chellara kembali dari lamunan nya dan menatap wanita di depannya dengan dahi berkerut dan ia salah tingkah takkala wanita di hadapan nya ini terus saja memperhatikan nya.
Ia menggaruk tungku nya yg tidak gatal karena terus di perhatikan seperti itu dengan orang yang tidak ia kenal.
"kamu kenapa ko dari tadi ngalamun aja aku udah sampe jamuran taugak kerena di cuekin dari tadi. Zahra bertanya kepada tamu adik nya ini yang menurut nya lagi punya masalah berat dalam hidup nya. Bagaimana tidak raganya ada di sini namun pikirannya jauh menerawang entah kemana.
Chellara memberikan senyuman nya kepada Zahra dan ia menggeleng kan kepala nya. Saat ia akan membuka suara nya, namun terhenti kala thania datang dan membawa nampan di tangan nya yg penuh dengan makanan ada dua gelas choklat panas dan dua mangkuk mi instan,
Nah udah jadi deh choklat panas dan mi instan untuk teman kita ngobrol hehehe. Thania berseru sambil meletakkan nampan yang ia bawak ke meja, dan masih belum menyadari bahwa sang kakak sudah pulang dari bekerja.
Eh ko kamu repot repot sih than aku jadi gak enak. Chellara menyahu dan merasa tidak enak karena ia merasa merepotkan kan thania.
Udah gak usah ngerasa gak enak gitu santai aja lah kalo di sini.,kalo gak enak buang aja ke tongsampah depan. Bukan thania yang menyauti nya namun wanita yang sedari tadi berada di depan nya, yang tidak lain adalah Zahra.
Lah kakak udah pulang,? tumben jam segini udah di rumah aja biasa tengah malam baru nyampe rumah. Thania yang baru sadar kalo ada kakak nya. Langsung meberondongi nya dengan pertanyaan nya.
Ia soalnya nya boss kakak lagi baik kayak nya. jadi karyawan nya di suruh pulang cepet semua deh, eeh ngomong ngomong ini siapa dek temen kamu ko kakak baru liat dia kayak nya. Zahra bertanya sambil mengambil gelas di depan yang baru di letakan thania.
"iih kakak itu kan punya aku kalo kakak mau buat sendiri sana jangan abil punya aku. Thania memanyunkan bibirnya, dan merebut gelas dari tangan Zahra. Sambil menggerutuk, sedangkan Zahra hanya cuwek dan tidak perduli dengan tampang muka tak berdosa nya.
Zahra mengalihkan pandangan nya kearah chellara yang hanya diam saja dari tadi menyaksikan perdebatan nya dengan sang adik.
KAMU SEDANG MEMBACA
mutiara yang terbuang
FanfictionChellara Angelina wijaya. Seorang gadis belia yang cantik namun harus menerima takdir nya yang harus menjadi seorang ibu di usia nya yang ke 21 tahun kerena kesalahan yang tidak pernah ia lakukan ia di jebak oleh kakak nya sendiri. kerena kesalahpah...
