8. Berjuang Untuk Mendapatkan Hati Nya

365 25 3
                                        

Matahari pagi mulai menyinari bumi. Sinar nya pun mulai malu malu memasuki cela cala kamar yang tertutup gedung berwan putih itu. Sedangkan sang pemilik kamar yang sedang tertidur pulas pun mulai terusik kerena sinar matahari pagi yang menerpa wajah nya.

Huumm jam berapa ini. Seng pemilik kamar mengeliat di dalam selimut tebal nya yg terasa sangat yaman. Hingga teriakan seorang wanita paru baya terdengar dari arah pintu untuk membangunkan nya.

AFIKAR BANGUN SUDAH SIANG INI. GIMANA MAMAH BISA CEPAT PUNYA MANTU KALO KAMU BANGUN AJA SIANG. MANA ADA CEWEK YANG MAU SAMA COWOK MALES KAYAK KAMU. Suara yang menggelegar dari balik pintu membuat orang yang sedang dalam selimut itu bangun dan menemu kanjeng ratu sebelum ia tambah murka lagi.

Ceklek

Pintu terbuka dan pemandangan pertama yang ia lihat adalah sang mamah yang menatap nya garang sambil bertolak pinggang.

Selamat pagi mamah ku sayang. pagi pagi jangan marah marah aja entar cepat tua loh. Afikar menyapa sang mamah yang sedang kesal kepada diri nya.

Kamu ini kapan mau berubah nya sih. Kamu ini sudah berumur mau sampai kapan kamu seperti ini dan kapan kamu bawak calon istri kamu untuk di kenalin sama mamah dan papah. Sang mamah malah mengomeli nya dengan pertanyaan yang hapir setiap hari ia katakan saat membangunkan afikar .

Mamah do'a aja ya secepatnya aku akan bawain mamah menatu peles cucu buat mamah. Afrika menjawab sang mamah dengan senyuman manis nya dan segera ia kebali kedalam kamar nya dan menuju kamar mandi untuk bersiap siap untuk menjemput bidadari nya yang dua hari  lalu ia kembali temui.

Sedangkan sang mamah masih terdiam sambil berusaha mencerna perkataan sang anak semata wayang nya yg setiap hari bikin tensi nya naik. Lama ia terdiam akhirnya ia memutuskan kebali kebawa untuk menemu suami nya yg ingin ke kantor saat ia tak bisa mengartikan ucapan afikar.

.
.

Dilain tempat di sebuah rumah yang sedang terjadi keributan antara seorang gadis cantik dengan seorang bocah kecil di meja makan kerena berebut sosis goreng.

Aunti itu kan punya afif, di buati bunda, kenapa Aunti yang makan. Afif mengomeli Aunti nya yg mengambil makanan nya.

Hehehe afif kan Aunti thania juga mau. Ucap thania sambil memakan sosis dan nasigoreng buat kakak tersayang yaitu chellara.

Sedangkan chellara, Zahra dan oma sarah hanya menggelengkan kepala mereka melihat kelakuan dua orang di depan mereka ini. Berbeda umur tapi kelakuan sebelas dua belas .

.
.
.

Kini di depan sebuah restoran yg cukup,mewah sedang berdiri seorang laki-laki dengan stylean kantor nya. sedang menunggu sang pemilik restoran yang akan menjadi masadepan nya itu lah yang ada dalam pikiran nya saat ini. Siapa lagi kalo bukan afikar yang sedang menunggu chellara. Di depan restoran milik chellara sendiri.

Saat sedang asyik memainkan hp nya. Pokus Afikar teralihkan dengan sebuah mobil alpat putih yang sedang memasuki area perkiraan restoran. Afikar tersenyum saat ia tahu siapa sih pemilik mobil tersebut saat mobil itu sudah terparkir dan sang mpunya nya turun dan membuat nya tak bisa berkedip saat melihat kecantikan yang dimiliki nya.

Hai selamat pagi. Afrika menyapa wanita di depannya dengan ramah dan jangan lupakan senyum manis yang selalu membuat nya terlihat tampan di mata semua wanita. Namun tidak dengan wanita di depan nya ini ia seolah tak perduli dan menganggap soalnya dari nya tak ada.

Chellara hanya memutar mata nya malas saat lagi lagi ia melihat. Afrika di depan restoran nya pagi pagi begini. Bagaimana tidak sudah sejak tiga hari lalu afikar selalu saja mengganggu hidup nya entah apa yang ia inginkan dari dirinya.

Chellara terus berjalan dan menghirau kan afikar yang menyapa nya ia terus melangkah untuk masuk kedalam restoran nya dan menuju ruangan nya di lantai empat restoran nya. Sedangkan afikar yang merasa dirinya di cuekin pun mengejar chellara dan mesejajarkan langkah nya dengan chellara. Ia terus berusaha agar bisa bicara dengan chellara. Dan mencari tahu apa benar afif bocah laki laki yang mengemas kan itu anak nya darah daging nya yg tak pernah ia ketahui.

Chellara yang sudah sampai di depan pintu ruangan nya pun menghentikan lakah nya saat mendengar ocehan dari laki-laki yang semasekali tak pernah ia harapkan kehadiran nya.

Apa mau mu sebenarnya tuan Afrika BHAMANTIO. Chellara sudah jengeah dengan apa yang di lakukan oleh afikar jadilah ia mebuaka suara nya yg sejak tadi ia tahan dan ia menekankan kata terakhir nya.

Mau ku hanya satu chellara. Aku hanya ingin bicara dengan mu tentang afif. Apa benar dia anak ku?? . Afikar mulai serius dalam membicarakan hal ini. ia berharap jika chellara mau memberi tahu semua kebenaran nya. Dan memberi dirinya kesempatan untuk bertanggung jawab.

Chellara tersenyum miring menatap manta peria di hadapan nya ini. Jika di perhatikan sesama maka ia sangat mirip dengan putra nya afif, mereka bakpianang di belah dua sangat mirip . Chellara mehela napas nya dan menepis perasaan aneh yang mula muncul di hati nya.

Apa alasan tuan bicara seperti itu dengan saya?? Dan mengatakan bahwa anak saya afif adalah anak tuan hmm?? . Sedangkan kita saja baru bertemu beberapa hari yang lalu. Jadi bagaimana bisa tuan mengatakan jika afif anak tuan, sedangkan kita saja tak saling mengenal. Bukan nya menjawab pertanyaan afikar chellara malah menanyakan hal yang membuat afikar di tak berkutik.

Afikar yang mendapat pertanyaan seperti itu dari chellara hanya terdiam mematung. Kerena yang di ucapkan chellara benar. mereka tak saling mengenal, bagaimana bisa mereka memiliki anak pikir nya. Tapi kejadian malam itu kebali dalam ingatan afikar. Di mana ia yang sudah tega merenggut kesucian seorang gadis polos yg sedang tak sadar kan diri di kamar apartemen nya. Dan semua itu karena jebakan sahabat nya amanda. Afrika menggerutuki kebodohan nya yg mau saja menuruti kemauan sahabat nya itu. Afikar kini menyesali pembuatan nya itu.

Aku minta maaf chellara, kerena aku telah menghancurkan masa depan mu dan membuat kamu menderita selamat ini mukin. Afrika bersumpah di kaki chellara dan memohon ampun. Namun chellara di hanya mundur dan diam di tempat tampa mau menatap afikar yang mulai terisak kerena menangis.

Entah apa yang terjadi dengan chellara. Ia merasakan ada sesuatu yang aneh dalam diri nya saat melihat afikar seperti itu kepadanya. Ada rasa iba di hati nya namun buru buru ia tipis kerena penderita yang ia rasakan belum seberapa dengan apa yang afikar rasakan sekarang.

Aku tidak mengerti apa maksud mu tuan, maaf aku sedang banyak kerjaan jadi silahkan anda pergi dari sini dan berhenti mengganggu hidup ku. Setelah menyelesaikan ucapan nya chellara memasuki ruangan nya dan meninggalkan afikar yang masih terduduk di depan ruangan nya sambil menangis dalam diam nya.

Afikar menatap pintu ruangan chellara dengan air mata yang masih menggenag di pelupuk matanya. Ia mehela napas nya panjang, begitu sulit mendapatkan hati perempuan yang sudah mengisi hati nya sejak malam tetkutuk itu. Afikar bangkit dari duduk nya dan melangkah gontai menuju lift untuk pergi dari restoran chellara dan pergi kekantor nya.

Chellara hanya menatap kosong kepergian mobil afikar dari area perkiraan restoran nya. Tatapan nya nanar melihat afikar yang kacau entah kenapa hati nya tak tega melihat afikar seperti itu dan itu karena ulah nya. Chellara berjalan menuju meja kerja nya dan melanjutkan pekerjaan nya yg tertunda kerena memikirkan afikar dan hati nya yg mulai aneh saat melihat afikar.
.
.
.
.
.
Bersambung.......

Hai teman teman maaf ya kalo cerita nya gak nyambung dengan prat sebelum nya semoga suka.

Harap maklum aku bukan penulis. Hehehe aku masih harus banyak belajar... 💚💛💚💛


mutiara yang terbuang Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang