3. selamat Datang Malaikat Kecil Ku

477 26 4
                                        

Thania sedang modar - mandiri di depan ruang bersalin, sambil menugu kedatangan kakak nya Zahra yang sedang menuju kerumah Sakit RS. IBU DAN ANAK. Di karena kan Chellara akan segera melahirkan anak pertama nya siang ini.

Iya chellara akan segera melahirkan, kerena saat ia dan chellara sedang bersantai di taman rumah mereka tadi pagi. Chellara tiba-tiba mengeluh sakit pada bagian perut nya dan itu membuat thania panik setengah mati.

Bagaimana tidak saat ia melihat ke arah bawah chellara, di bagian kaki nya sudah mengalir air berwarna ceruh kekuningan seperti air pipis.
Di saat ia ingin menanyakan perihal itu namun chellara sudah merintih kesakitan. Jadi ia urung kan niat nya untuk bertanya lebih jauh dan ia segera membawa chellara menuju ke rumah sakit dan tak lupa  ia juga mengabarkan kakak nya Zahra agar segera ke rumah sakit kerena chellara akan segera melahirkan.

****

Zahra berjalan terburuk buru di koridor rumah sakit. Kerena thania mengabari nya bahwa chellara akan segera melahirkan jadi lah dia sekarang di sini, di koridor rumah sakit sambil lari lari mencari ruang bersalin adik angkat nya itu yang sudah ia anggap seperti adik kandung seperti thania adik nya itu .

Setelah menanyakan keberadaan ruang bersalin atas nama adik nya di resepsonis / suster penjaga. Zahra segera berlari menuju lif untuk naik ke lantai tiga rumah sakit di mana thania sudah menugu nya dari tadi.

Saat di dalam lif, Zahra tak sengaja bertemu dengan mantan boss nya saat ia masih bekerja di sebuah Coffee  yang cukup terkenal di daerah jakarta
Zahra sempat heran sedang apa mantan boss nya itu di rumah sakit ini atau ia sedang mau menjenguk sodara nya atau teman nya pikir Zahra.

Eh pak ronalldo. Sapa Zahra berbasabasi dengan mantan atasan nya itu di dalam lif.

Zahra kebetulan sekali kita bertemu di sini!! Kamu apa kabar sudah lama kita tidak pernah bertemu?. Ronaldo menyapa balik Zahra mantan karyawan nya ini. terlebih lagi Zahra adalah wanita yang diam diam ia cintai, namun ia tidak punya cukup keberanian untuk menyatakan cinta nya kepada wanita di hadapan nya saat ini.

Saya baik pak!! Bapak sedir apa kabar dan sedang apa bapak di sini ??. Zahra menjawab sambil bertanya kepada ronalldo. tak lupa senyum di wajah nya dan itu sangat cantik di mata ronalldo.

Saya baik juga!! Saya kesini lagi mau jenguk sahabat saya yang lagi di rawat di rumah sakit ini!!  Kalo kamu sendiri ngapain di rumah sakit??. Ronalldo menjawab dan di akhirat kalimat tanya kepada Zahra. Namun saat Zahra ingin membuka mulutnya, pintu lif terbuka dan Zahra segera keluar dari lif meninggalkan ronalldo yang masih di dalam lif.

Em kalo gitu saya duluan pak. Pamit Zahra kepada mantan atasan nya itu dengan senyuman dan di balas senyum juga oleh nya.

Oh silakan Zahra. Ronalldo memberi jalan untuk supaya Zahra bisa lewat kerena ia menutupi jalan. Tak lupa senyum di wajah tampan nya tak pernah luntur saat bertemu Zahra. Ia terus memandangi pugung Zahra sampai tak terlihat lagi kerena pintu lif yang kebali tertutup.

*****

Zahra berjalan menuju ruangan di mana didalam nya, chellara sedang berjuang untuk membawa anak nya untuk melihat dunia. Di depan pintu Terlihat thania yang sedang modar madir di depan ruangan yang tertutup Zahra langsung menghapiri nya dan bertanya bagaimana keadan chellara.

Nia bagaimana keadan chellara apakah sudah melahirkan?. terus bagaimana keadaan kedua nya. mereka baik-baik saja kan?. mereka berdua selamat kan?. Zahra langsung meberondongi thania pertanyaan. Ketika sampai di depan ruang bersalin chellara. Dan semua itu malah membuat thania kesal kerena kakak nya ini sudah bertanya seperti kereta api saja kepada nya.

Kakak apan sih..kalo nanya itu satu satu kenapa udah kayak emak emak arisan aja, banyak banget nanya nya. Bukan nya menjawab thania malah mengomeli Zahra yang sudah harap harap cemas dengan keadan chellara di dalam sana.

mutiara yang terbuang Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang