6;

98 15 3
                                        

Flashback y all.. Short btw;












Lelaki itu pergi meninggalkan Jiyeon sendiri di taman. Hingga akhirnya Jiyeon mau beranjak dari bangku dingin itu dan pergi dari gedung mewah itu.

"Antar aku ke club" suruh Jiyeon kepada supir pribadinya. Tak lama mereka sampai di club yang bisa dibilang hanya untuk orang berduit saja yang bisa kesana. Jiyeon turun dengan baju prom yang masih melekat. Ia masuk dan langsung menuju salah satu tempat duduk disana. Ia memesan alkohol. Awalnya hanya satu gelas kecil tapi lama-kelamaan ia meminum alkoholnya langsung dari botolnya. Bartender pun hanya bisa menggelengkan kepalanya. Heran karena ada wanita haus minum. Menyedihkan.

Jiyeon terus meneguk alkoholnya. Entah bagaimana kondisinya sekarang tak ada yang peduli dengannya. Jiyeon hampir saja diseret om-om akibat mabuk berat. Tapi seseorang menyelamatkan Jiyeon. Jiyeon dibawa ke halaman parkir club ternama itu. Jiyeon tak sadarkan diri hingga ia berceloteh tak jelas.

"Chagi,kita ada dimana? Ranjang? Ayo buat anak" setidaknya itu beberapa ocehan tak jelas dari mulut Jiyeon. Setelah ocehan itu,Jiyeon diam. Tangannya mengalung pada leher lelaki yang menyelamatkannya. Mata sayu Jiyeon beradu pandang dengan mata tajam milik lelaki itu. Entah dorongan darimana,tubuh Jiyeon lebih dekat hingga batang hidung mereka bertemu.

"Jangan" ucap lelaki itu,"Aku tak mau mengambil yang pertama"

Jiyeon menyeringai sinis. Tangan lentik Jiyeon berjalan di atas tuxedo lelaki itu. Diatas tuxedo bukan bersentuh dengan kulit dada. Lalu mata sayu Jiyeon menatap lelaki itu dalam. Lebih dalam dan..












Hoekk..

Jiyeon mengeluarkan alkoholnya tepat didepan lelaki itu. Tuxedo epik yg dipakai lelaki itu seketika kotor dan bau. Lelaki itu sempat mundur karena kaget. Benar-benar tak sopan. Setelah muntahan itu,Jiyeon hanya tertawa dan kembali meracau tak jelas.

"Astaga,kau gila?!" Lelaki itu berteriak. Jiyeon tak membalasnya,ia malah sibuk dengan dunia tak jelasnya. Lelaki itu melepas tuxedo dan dilemparnya asal.

"Chagiya, ehe-" setelah ucapan itu Jiyeon ambruk ditempat. Cinderella yang gila batin lelaki itu. Siapa saja tolong bantuan-nya.

Lelaki itu menghembuskan nafasnya kasar. Dengan berat hati,ia mengangkat tubuh Jiyeon. Dibawanya pergi dengan mobil miliknya ke tempat tinggalnya. Jiyeon masih dalam keadaan kotor itu diletakkan lelaki itu dikursi samping kemudi.

"Jangan membuatku repot,princess!"

















Tebece dengan segala kebingungan aowk. Udah lah maaf keun aja ceritanya acak. Nuuna agak lupa trus kebanyakan tugas jadi ya sudah.... Ambyar~

Hadiah karena kalian bertahan membaca sampai sini :) 🌚

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hadiah karena kalian bertahan membaca sampai sini :) 🌚

The Prom MaskTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang