Jakarta Art University
Hari tanpa musik ataupun seni adalah hari tanpa warna maupun makna.
Kehidupan berkaitan dengan seni, karena seni berasal dari tingkah laku manusia.Musik dan Bernyanyi itulah yang disukainya. Memiliki sosok tampan dan pandai bermain musik merupakan pacar impian untuk para wanita. Namun apalah daya, sosok ini jelas sudah memiliki kekasih, hingga banyak wanita yang merasa patah hati karena sedikit perhatian yang diberi pria tampan ini.
"Ini alat lukis kamu terjatuh!" ucapnya pada seseorang yang berada di depannya. Oh.. Tentu saja itu merupakan kesengajaan yang diperbuat oleh pemilik alat lukis itu.
"Iya terimakasih" dia tersenyum kepada pria itu, namun pria itu hanya mengangguk dan kembali berjalan.
Jangan salahkan pria itu! Karena dia tau kalau pemilik alat lukis itu sengaja menjatuhkan alat lukisnya. Semua wanita disini memang selalu mencari perhatian padanya. Namun jika sakit hati karena dia sudah memiliki kekasih dia yang disalahkan.
Pria itu akrab dipanggil Ray, jago bermain alat musik dan memiliki suara yang indah.
Ray sudah memiliki kekasih yang bernama Azura. Dilihat memang lengkap kehidupan Ray. Tetapi Ray adalah anak yang berjuang sendiri untuk kehidupannya saat ini. Setiap harinya setelah kuliah atau pada masa senggang Ray biasa menjadi penyanyi di Caffe, pekerjaan ini merupakan pekerjaan yang disukai Ray. Ray suka menyanyi, suka musik namun Ray belum bisa menjadikan hobinya sebagai pekerjaan yang seutuhnya untuknya.Untuk sesaat Ray berpikir, apakah Azura nanti mau menerimanya apa adanya dan bersedia hidup bersama walaupun Ray hanya penyanyi Caffe atau malah sebaliknya. Namun untuk sekarang ray tidak ingin mempermasalahkannya.
Tak ingin hanyut dalam lamunannya Ray segera melangkah membawa kedua kaki jenjangnya menuju ke arah kantin. Dan seperti yang dia duga disana sudah terdapat sebuah objek yang selalu menarik perhatiannya di pagi hari.
Tanpa menunggu lama Ray pun menghampiri objek tersebut yang tak lain adalah kekasihnya siapa lagi kalau bukan azura wanita cantik lembut dan perhatian yang berhasil memikat hatinya tiga tahun yang lalu. Ya hubungan Ray dan azura sudah selama itu terjalin.
"Ray, jangan mulai lagi, aku tau itu kamu" mengapa Azura bisa tahu kalau itu Ray yang melakukannya. Karena itu merupakan kebiasaan Ray di pagi hari yang selalu memberinya kejutan ketika ia datang.
Ray yang ketahuan hanya bisa tersenyum manis , semua orang mengakui bahwa Ray memiliki senyum yang amat manis dan itulah daya tariknya sehingga banyak wanita yang meleleh ketika melihatnya.
"Tunggu sebentar biar aku pesankan makanan dulu" ucapnya pada Azura, sebelum pergi Ray menyempatkan mengusap rambut kekasihnya itu.
Seperti inilah kebiasaan mereka setiap pagi mereka selalu sarapan di kantin bersama sebelum masuk kelas. Jika bertanya mengapa mereka lebih memilih makan di kantin dan bukan dirumah salahkan saja pada Ray yang memiliki permintaan yang aneh. Katanya jika makan sambil memandang wajah kekasihnya maka makanan apapun yang dimakan akan terasa jauh lebih nikmat.
Maka dari itu setiap pagi Ray maupun Azura akan berangkat ke kampus lebih awal agar bisa sarapan berdua. Seperti saat ini.
"Kamu tidak bosan? Sudah hampir tiga tahun kita seperti ini ?" Ray yang sedang menyantap makanannya pun terdiam dan sedetik kemudian tersenyum.
Sebelum mengucapkan sepatah kata Ray menelan terlebih dahulu makanan yang masih menyangkut di tenggorokannya."Mengapa kamu berkata seperti itu , tentu saja aku tidak akan bosan entah tiga tahun atau bertahun-tahun lamanya aku tidak akan pernah bosan jika itu bersamamu" ucap Ray yang mampu membuat Azura tersipu malu.
"Kamu selalu saja seperti itu, baiklah kita selesaikan makan kita setelah itu pergi ke kelas" ucap Azura dan setelah itu kembali memakan makanannya dari pada harus mendengar kata-kata manis yang terucap dari mulut kekasihnya yang sialnya itu tidak baik bagi kesehatan jantungnya. Walaupun sering mendengarnya namun tetap saja hal itu masih membuatnya tersipu malu.
Sebenarnya Ray masih ingin melanjutkan gombalan recehnya namun melihat kekasihnya tersipu malu Ray mengurungkan niatnya dan memilih menghabiskan makananya.
Tanpa diketahui ternyata banyak mata yang memperhatikan keromantisan mereka berdua sebagian ada yang memperlihatkan kesukaannya terhadap pasangan itu dan sebagian lagi memperlihatkan aura yang kurang mengenakkan.
Apakah Ray maupun Azura tau jawabnya tentu saja mereka tau. Sejak mereka berhubungan sudah banyak yang suka maupun tidak suka terhadap hubungan mereka berdua. Namun mereka tidak ingin mengambil pusing.
Setelah selesai Azura dan Ray pergi ke kelas mereka dengan tangan yang saling bertautan dan dengan raut wajah yang memancarkan kebahagiaan.
Azura dan Ray berada dalam satu kelas yang sama karena mereka mengambil jurusan yang sama yaitu musik. Dan dari musiklah membuat mereka dekat hingga menjalin hubungan selama ini.
Memang seni memberikan banyak warna kehidupan. Musik memberikan alunan kehidupan menjadi bergairah dan bersemangat. Itulah mengapa Ray menyukai musik dan juga menyukai Azura. Kehidupan mereka bagai alunan yang merdu, mungkin untuk saat ini Ray merasa lebih bahagia karena seni musik. Dan semoga saja dimasa mendatang musiklah yang terus dalam kebahagiaan saat dia terpuruk.
Tbc.
Kamis, 23 April 2020
07.28Ineffable❤

KAMU SEDANG MEMBACA
Melliflous
DiversosSebuah cinta yang terjalin karena alunan musik. Bukan benci menjadi cinta yang terlalu klise! Berawal dari sebuah rasa penasaran yang kemudian membawanya pada sebuah pertemuan singkat namun membekas dan sulit untuk dilupakan hingga akhirnya musik me...