Ghandha , Penasaran.

385 165 44
                                        

シ︎ happy reading シ︎

♥︎
♥︎
♥︎

Langkah Amandha benar-benar gontai, matanya menerawang kesegala arah untuk mencari seseorang yang benar-benar memuakkan baginya.

"Ah ni cowok kemana si elah, bikin susah idup orang aja" gumam amandha, jengah.

Saat ingin beranjak meninggalkan tempatnya berdiri, terdengar riuh tawa dari suara yang tak asing di indra pendengaran nya akhir-akhir ini.

"Nah itu!"
Amandha berjalan cepat menuju keempat manusia berandalan dengan tampang tak berdosa khas masing-masing.

"Ghani!" yang dipanggil menoleh, mencari sumber suara.

Mata ghani menatap bosan kearah Amandha, jenuh sekali rasanya karna akhir-akhir ini dia selalu tak lepas dari gadis menyebalkan satu itu.

"Apa?" sungutnya.
"Dipanggil noh sama wali kelas lu, bu raulia" Ghani menatap Amandha malas.

"Bilang aja gua males, gua mau cabut, mau bolos."
"Miring tuh otak lu, yang ada kalo gua bilang gitu bisa runyam masa depan gua di sekolah ini" Ghani tersenyum sinis.

"Menurut lu, gua perduli?"
"Yauda terserah lu" Pandangan mata amandha beralih ke arah Reza.

"Jaa, kamu dipanggil juga ke kantor, sama bu raulia" Reza mengangguk.
"Iya ntar kesana, sama ghani"

"Awas ya gak kesana!"
"Iyaa bawell, geh sana masuk kelas"
"Yauda dadahhh"

Ghani memandangi Reza Bergantian dengan Amandha yang sudah beranjak menjauh, dengan pandangan bingung sekaligus malas.

"Lu pada emang cuma cs atau lagi terjebak di zona per-cs an?" Sindir Ghani, menciptakan tawa renyah dari mulut Ridwan dan Ziko.

"Sadboyy amat lu kalo sampe prenjon sama mandha" Goda ziko dan ridwan bersamaan.

Reza mendelik tak suka.

"Udah ah males, ghan ayok ke kantor daripda ntar makin runyam kalo gak kesana"
Kali ini Ghani menurut, karna Reza yang sudah angkat bicara, dia bisa apa selain mengatakan iya.

☦︎ ☦︎ ☦︎

"ah anjir, lu sih za, pake acara nurutin kata-kata si bocah bangke itu" Ghani mendelik tajam, reza menepuk-nepuk bahu ghani dengan senyum khas nya.

"Masih untung Amandha mau perduli buat nyariin kita dan ngasih tau, kalo dia bodo amat bisa-bisa kita sekarang udah dikantor kepsek dikasih surat skorsing!" Sinis reza jengah.

Ghani mengalah, memilih berjalan mengitari perpustakaan untuk mencari beberapa alat kebersihan.

Yup! keduanya sedang menjalani hukuman akibat bolos di hari kemarin, karna keduanya sepakat menolak surat skorsing, sebagai gantinya keduanya disuruh membersihkan perpustakaan hari ini sampai 3 hari kedepan.

"Parah hari ini perpus penuh banget yak?" Ghani berbicara dengan nada memelas.

"Lu sliwer, rabun atau emang buta? kosong melompong gini dibilang rame" Reza geleng-geleng kepala sendiri mendengar penuturan polos dari mulut ghani.

- GhanDha -Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang