3◠DEFANO NARENDRA

482 192 150
                                        

🕊Aku tak ingin melihatnya tetapi hatiku sangat merindukan sosoknya🕊-Dn

~~

Tet---tet---tet---tet--------

Suara bel pulang sekolah itu akhirnya berbunyi,Jam pelajaran pun selesai para siswa boleh pulang dengan seharusnya.

Begitu juga dengan aletha ketika bel pulang berbunyi dia menjadi orang pertama Yang berlalu pergi dari kelasnya.

Aletha berjalan menuju pakiran sekolah barunya matanya terus melihat mengamati area di sekitarnya, dia menunggu seseorang Yang akan menjemputnya.

Baru lima menit menunggu rasa bosan belum datang di benaknya 10 menit lututnya sudah mulai lelah berdiri dari tadi, tetapi seseorang Yang ditunggunya juga tak kunjung datang dan muncul di hadapanya.

"15.55"
Batinya sesaat setelah melihat sebuah angka yang tertera di layar utama ponsel miliknya.

Aletha mulai lelah dan bosan karena menunggu terlalu Lama "nggak datang ya?" Gumamnya seraya menghembuskan nafasnya kasar.

"nunggu siapa?"

Suara itu mengejutkan aletha Yang entah sejak kapan terpampang wajah defano Yang sedang menaiki motor miliknya.

"Nggak siapa siapa" sahut aletha yang lagi lagi menunjukkan wajah datarnya.

"Mau kakak anterin? Udah sore loh" tawarnya pada aletha dengan antusias.

"Makasih, tapi aku bisa pulang sendiri" tanpa pikir panjang tawaran itu langsung ditolak oleh aletha,, dan berlalu pergi dari parkiran sekolah berjalan pulang menuju rumahnya.

~~

"Gua buat Salah ya?" Gumam defano sesaat aletha meninggalkanya sendiri di parkiran sekolah itu.
"Perasaan tadi ditaman baik baik aja" lanjuntnya berpikir keras.

"ALETHA DEFANO NGGAK AKAN BERHENTI PERJUANGIN KAMU!!" - Teriaknya dalam batin dengan mata Yang menatap aletha Yang berjalan semakin jauh di depanya.

"Gimana? Sukses nggak" Tegur seseorang terhadap defano dengan menepuk pundaknya pelan.

"Belom tapi Pasti!!!" Sahut defano tanpa menatap seseorang itu, dengan matanya Yang masih menatap aletha Yang berjalan semakin jauh hingga tak terlihat.

"Lu masih bisa liat orangnya?" Tanya seseorang itu lagi Yang heran pasalnya defano masih melihat kedepan padahal aletha sudah jauh dan tak terlihat oleh mata.

"Ya nggak lah bego ap-"
"Et dah Curut!!! LU ngupingin Gua apa Bangsat!!!" Umpatnya terkejut Saat menoleh kearah seseorang yang berbicara padanya tadi.
Ia mendapati wajah gara yang tersenyum simpul kearahnya.

"Abis nya lu tadi di kelas kaya orang gakenal gitu bang" sahut gara seraya menggaruk tengkuknya Yang tidak gatal.
"Gua nebeng ama lu yak?" Pintanya pada Defano dengan memelas.

Sedangkan pria Yang di mintai tumpangan itu hanya menatap sepupu jauhnya malas, ya benar gara dan defano adalah dua orang sepupu karena gara adalah anak dari adik kandung ibu defano.

"Ada syaratnya!!" Ucap defano dengan tatapan datarnya.

"Yaelah lu di tebengin aja syarat nya segala bangst!!" Umpat gara kesal terhadap saudaranya itu.

"Eh Babi!! LU PIKIR BELI BENSIN KAGA PAKE DUIT APA?" Ujar defano dengan berteriak kearah adik sepupunya Yang lebih muda dua tahun darinya.
Defano menghembuskan nafasnya kasar "Gimana Mau nggak?" Tanyanya lagi.

DEFANO NARENDRA Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang