Rachel hanya memutar bola matanya malas, dan melanjutkan kegiatan makannya yang tertunda.
_______________________
Rachel diizinkan pulang setelah memakan habis makananya, padahal dia sudah tidak kenapa napa, tapi acha tetap menyuruh nya untuk pulang dan memintakan surat ijin untuknya.
"Gue anter lo ampe gerbang depan sya"
"Udahlah caa gue ga sakit parah, lagian gue masih bisa lanjut belajar, lo pikir nyusul pelajaran enak?"
"Ish lu mah, gue tuh khawatir kalo lu kenapa napa, lagian lu ga pernah pingsan pingsanan sebelumnya, lagian gue udah suruh kak ken jemput lo kok"
"Hah? Lo bilang kak ken?"
"Iya"
"Lo dapet nomor dia darimana cha?"
"Gue ragu kalo lo adiknya sya, lo kan tau kak ken super duper overprotektif sama lo makanya dia mintain nomor gue sama kia, sisil juga deh kalo ga salah"
Kak ken overprotektif? Modus kali yang ada, abang laknat emang. Pikir rachel
Karena asik bicara rachel dan acha tidak sadar sudah sampai di depan gerbang, terlihat kenzie yang sedang menungguinya di dalam mobil.
"Nah tuh ka ken sya, gue gabisa pamitan ama dia, gue harus ke kelas, oke bye" acha pergi begitu saja setelah dia mengantarkan nya hingga gerbang sekolah, Bahkan sebelum rachel berucap apapun.
"Dasar acha" dengus nya sebal
Kenzie yang sejak tadi di dalam mobil, akhirnya menampakan diri nyata di depan rachel, tampang nya begitu khawatir, sorot mata nya yang ini nampak berbeda, kenzie biasanya adalah seorang kakak yang selalu menjaili nya, atau setidaknya dia selalu memberikan sorot mata tajam nya saat rachel berbuat salah.
"Achel gapapa? Kita ke rumah sakit sekarang!" tekan nya pada rachel saat menatap wajah rachel yang sedikit pucat.
"Ciee yang lagi khawatir" goda rachel sembari menoel noel hidung mancung milik kenzie.
"Kakak serius rachel"
"Aku duarius kak"
"Masuk mobil" perintah nya terdengar jelas di telinga rachel. Namun bukan rachel namanya jika dia menurut begitu saja.
"Gendong"
Sedikit mendengus, namun kenzie tetap menuruti permintaan adik manjanya ini.
Kenzie menggendong Rachel di punggung nya, dan sekarang rachel benar benar terlihat seperti koala nimpluk di punggung kenzie.
Kenzie menurunkan tubuh rachel pelan di Dalam mobil dengan sangat hati hati.
Dalam perjalanan takada yang membuka suara, biasanya rachel selalu mengoceh ini itu, namun karna sekarang dia merasa lemas rachel memilih untuk tidak terlalu banyak bicara.
"Eh kak ini bukan jalan rumahhh" rengek rachel.
"Kita kerumah sakit sekarang achel" tegas kenzie
"Ihh ka ken achel ga sakit sama sekali, achel sehat wal afiat kaaaaa"
Taada jawaban dari kenzie dia terus mengendarai mobil nya hingga..
"KA KEEEEENNNNNNNN" Kenzie mengerem mobil nya mendadak karena teriakan nyaring adiknya, tepat di telinga sebelah kiri, mungkin dokter tht saat ini mau sedikit menolong telinga tanpa dosa nya ini.
"Astaga achel!" suara kenzie naik satu oktaf
"Kak ken kok bentak achel"
"Kaka ga bentak kamu acehl ka-"

KAMU SEDANG MEMBACA
Soteriophobia (on going)
Teen Fiction"K-kau pe-pergi kumohon jangan mendekat" tubuhnya bergetar hebat, isak tangisnya mengiringi langkah nya yang kian memundur. "Berhenti bergerak mundur sayang" Pria itu hanya diam dengan wajah datar nya yang selalu ia pasang, tidak ada kata yang bisa...