[COMPLETE]✔
Believe with God, And Defeat Your Darkside.
🚩This story was inspired by Linda Meilinda in the Dreadout 2 game
Highest rank!
12052020 - #02 in paranormal
10042020 - #01 in kpophoror
03052020 - #36 in Paranormal
17052020 - #27 in Paranor...
°Your ego opponents even though heis still attached to yourself. Don't forget to vomment so this storycontinues^^ »»——>»»——⍟——««<——««
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🔺°°°°°°🔺
Hari ini semua pertanyaan Taeyong telah terjawab semuanya. Dia berteman dengan Yuta berjalan sangat baik. Mereka sama sama tidak kesepian lagi. Kadang saking asiknya dunia mereka bermain, sampai lupa waktu pulang ke rumah.
Tapi tidak dengan hari ini, mood Taeyong kadang selalu berubah ketika Yuta asik dengan mainannya sendiri. Dia merasa Yuta berubah sifat sejak lama ia berteman dengannya.
Yuta yang dulu pertama kali ia ketemu sampai ia ditertawai hanya karena cara mengajak bertemannya luci, kini menjadi Yuta yang pemilih.
"Yuta, giliran dong main bolanya. Aku juga mau main bolanya tauu!..."
"Bentar dulu ah, aku juga masih main nih. Kamu main yang lain aja sana. Ambil mobil-mobilan ku di dalam" Jawabnya agak dengkik.
Taeyong males sih sebenernya juga dia malu masuk ke dalam rumah Yuta karena tau mamahnya Yuta itu galak banget.
'Cih.. Kalo tau sifat nya Yuta begini aku nggak mau main sama Yuta!'
Gumam Taeyong.
••••
Disaat senja telah tiba, Taeyong dan Yuta pindah lokasi bermain di suatu lingkungan perumahan besar pribadi yang jarang penghuni juga tak diketahui. Kesan angker dan menyeramkan menempel di perumahan tersebut.
Ini sebenarnya ajakan Yuta. Mau gamau Taeyong pun mengikuti kemana Yuta akan pergi. Dia sudah berjanji awal pertemanan akan mengikuti Yuta kemana pun Yuta suka. Ya karena Yuta adalah satu-satunya teman Taeyong di lingkungan rumah barunya mau gimana lagi?
"Ayoo! Taeyong oper bolanya ke aku!"
Taeyong lalu mengoper bola yang di giringnya ke Yuta tapi tendangan dari Taeyong terlalu keras, sehingga membuat bola sepak nya menggelinding menjauh.
"Yah... Bolanya malah nyasar, gimana nih?" Keluh Yuta.