PART 2

77 20 5
                                    

Hari ini keira tidak pergi kesekolah tidak juga pergi kemana mana, ia sibuk merapihkan kamarnya menata ulang sesuai selera nya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hari ini keira tidak pergi kesekolah tidak juga pergi kemana mana, ia sibuk merapihkan kamarnya menata ulang sesuai selera nya. Bi iyem sudah menawarkan diri untuk membersihkan dan menata kamar nya namun dia ingin sesuai seleranya jadi dia sendiri yg mengerjakannya. Kamarnya cukup luas dengan fasilitas yg lengkap.

Selesai menata kamar ia merebahkan dirinya di kasur empuknya, merasa kelelahan. Ketukan pintu membuat gadis itu menoleh ke araha suara tersebut didapati bi iyem membuka pintu.

"Non sarapan dulu, tadi pagi kan cuma satapan roti sama susu doang. Yuk non turun"

Keira merubah posisinya menjadi duduk. "Keira ganti baju dulu ya bi nanti keira turun buat makan" jawabnya yg hanya di angguki oleh pembantunya tersebut.

Setelah mengganti pakaiannya dia berjalan keluar kamar dan menuruni anak tangga menuju dapur. "Bunda mana bi?" Tanya nya melihat bi iyem di dapur.

"Pergi kekantor non katanya ada urusan sebentar"

Bunda keira tidak hanya mengurus caffe saja namun juga kantor yg dulu dipegang oleh ayahnya. Karena ayahnya sudah meninggal dan viona tidak terlalu mahir dalam bisnis kantor jadi urusan itu dipegang oleh adik viona yaitu ridwan hanya saja semua persetujuan tetap dipegang viona jadi ridwan mengendalikan 2 perusahaan yaitu miliknya sendiri dan milik viona.

***

Keira yang sedang menonton tv mendengar suara motor sport milik kevin. Kevin melihat keira yg sedang duduk disofa ruang tv memandang fokus objek tersebut. Ia mendudukan tubuhnya tepat disamping keira lalu menyandarkan kepalanya di bahu gadis itu. Keira yg tadinya fokus dengan film yg dia tonton kini beralih melihat kevin.

"Ini mukanya kenapa sih? Abis berantem ya kamu bang? Sama siapa? Gara gara apa sih? Ngapain berantem?" Pertanyaan yg keira lontarkan saat melihat wajah kevin babak belur, pelipisnya yg mengeluarkan sedikit darah, pipinya yang lebam, dan sudut bibirnya yg pecah.

"Tadi jatoh" jawaban yg tidak masuk akal bagi keira, mana ada jatuh bisa ada luka seperti di tonjok.

"Bohong" katanya lalu beranjak mencari kotak p3k.

"Lo tuh sering kyk gini bang?"

Kevin tidak menjawab dengan tangan yg disilang kan didepan dada, kepala belakang yg disandarkan disofa dan matanya terpejam. Keira mulai membersihkan luka kevin dan menekan luka tersebut dengan kapas yg diberi obat merah.

Sesekali kevin meringis kesakitan saat keira menekan di bagian luka cukup keras. "Aww. Pelan pelan dek kasar bgt ngobatinnya"

"Makanya ga usah berantem sok sok an lo, berantem sama siapa sih?"

"Gue kasih tau juga lo ga bakal tau, udh gue mau istirahat dulu"

Tak lama dari perginya kevin ke kamar keira kembali kesofa untuk menonton tv dan melihat viona yg baru saja pulang.

KEIRATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang