Jeongin punya sahabat yang namanya Seungmin. Mereka udah kenal sejak kelas tujuh sekolah menengah pertama ditambah kedua kakak mereka ternyata teman dekat.
Sewaktu masih menginjak sekolah menengah pertama, Jeongin adalah anak yang cukup populer karena kakaknya-Jaehyuk- adalah siswa yang populer karena keramahannya dan ia merupakan anggota inti basket sekolahannya.
Awalnya semua berjalan sesuai keinginan Jeongin. Dia populer, ia juga mempunyai banyak teman, ia kaya, dan ia merupakan orang yang cukup berpengaruh di kelasnya. Ya setidaknya itu berjalan hanya setahun saja.
Setelah Jaehyuk lulus, Jeongin menjadi tidak mempunyai orang-orang yang sering berasa-basi atau bahkan menyapanya lagi. Tentu ini membuat Jeongin merasa frustrasi ditambah dengan keuangan keluarganya mulai menurun.
Tapi Jeongin merasa beruntung karena mempunyai sahabat seperti Seungmin, ia selalu ada untuknya dan yang lebih penting ia berada di level bawahnya. Ya Jeongin memang selalu mampunyai pikiran jahat tentang level seseorang, entah dari rupa, keuangan, maupun ketenaran.
Seungmin itu menarik wajar saja banyak yang menyukainya dan Jeongin tidak masalah dengan itu. Karena jika Seungmin menceritakan tentang seseorang yang ia sukai, Jeongin hanya tinggal bilang jika ia menyukai orang yang Seungmin ceritakan. Dan akhirnya Seungmin tidak akan mendekati ataupun merespon laki-laki tersebut.
Sesayang itu Seungmin pada Jeongin. Ia menganggap Jeongin adalah seorang yang sempurna walaupun Jeongin bodoh dalam hal pelajaran. Ia bahkan selalu memuji-muji Jeongin dihadapan teman-temannya.
Hingga akhirnya mereka terpisah karena kelas yang berbeda saat sekolah menengah atas. Seungmin menangis sambil meneleponnya karena ia tidak ingin berpisah dengan Jeongin sedangkan Jeongin hanya memutar bola matanya diseberang sana.
"Kamu pinter. Aku bodoh. Wajar kalau kita pisah kelas. Aku iri sama kamu."untuk pertama kalinya Jeongin mengatakan hal yang selama ini ingin ia katakan pada Seungmin.
Jelas ia iri karena disaat dirinya sudah mulai kesusahan karena usaha keluarganya bangkrut, keuangan keluarga Seungmin malah meningkat. Dan lagi ia selalu menempati posisi tiga besar di kelas dan sepuluh besar di angkatan. Sedangkan Jeongin hampir setiap semester ia dipanggil ke ruang BK karena nilai yang jelek.
Tetapi walaupun mereka berpisah kelas, mereka selalu berhubungan dan hampir setiap istirahat berlangsung Seungmin menghampirinya.
Akhir-akhir ini Jeongin menjadi dekat dengan kakak kelas di ekskul basket, namanya kak Hyunjin . Hyunjin ini sering mengajak Jeongin untuk bermain basket atau sekedar mengobrol. Singkatnya Jeongin jatuh cinta untuk pertama kalinya.
Hingga tiba-tiba Seungmin mengatakan hal yang sama. "Kamu tau kak Hyunjin? Itu loh yang mantannya kak Jaemin."
Jeongin mengangguk semangat dengan wajah yang sangat cerah. "Iya aku tau. Dia baik."
Seungmin tersenyum malu-malu lalu ia berkata "Kak Hyunjin deketin aku, dia mau ngajak jalan minggu ini."
Seketika wajah Jeongin berubah terkejut dan pucat. "A-apa?"
"Iya dia udah deketin aku sebulan ini terus di-"perkataan Seungmin tidak terdengar oleh Jeongin. Ia shock.
Berarti Hyunjin hanya mempermainkannya? Atau Jeongin yang terlalu percaya diri?
Setelah pembicaraan ya dengan Seungmin berakhir, ia memutuskan untuk memblock semua akun sosial media milik Hyunjin.
"Dasar brengsek!"pekik Jeongin dengan wajah yang tertanam didalam bantal.
Untuk pertama kalinya juga, Jeongin tidak ingin menyakiti hati sahabatnya. Maka dari itu ia memutuskan untuk membiarkan Seungmin bersama dengan Hyunjin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Oneshoot Hyunjeong
FanfictionKumpulan oneshoot Hyunjeong yang berasal dari ide author sendiri. Hyunjeong bxb Hyunjin >top Jeongin>bott Please comment and vote :)
