Part 15 : Meet

23 3 0
                                    

Bippp..
*suara mesin sidik jari, dari pintu Apartemen*

"Mahhh.. Eunwoo pulang.." teriak Pria jangkung dari arah pintu Apartemen,
mengejutkan Eunha, dan Kristina.

"Loh.. mah ini siapa??" tanya Eunwoo.

"Ini tadi tas mama dicopet, terus ditolongin nih sama dia," jawab Kristina.

"Makasih yaa.. kenalin gue Cha Eunwoo," Eunwoo tersenyum kearah Eunha, dan menyodorkan tangannya ingin berkenalan dengan gadis itu.

"Gue Kim Eunha," sahut Eunha, sambil menjabat tangan Eunwoo.

"Loh.. lu orang Asia??" tanya Eunwoo, tanpa melepas jabatan tangan mereka.

Dengan canggung Eunha melepas jabatan tangannya dengan Eunwoo, "Iyaa.." jawabnya.

"Woo, dia ini mau ngelamar kerja di FBI." potong Kristina.

"Serius??" Eunwoo nampak sangat terkejut, dan menatap Eunha dengan tatapan 'serius, gue kira lu semacam dokter.'

"Iya, Seriussss." balas Eunha.

"Kalo gitu cepet aja daftar mumpung lagi begini, nanti kalo lo daftar hubungin gue aja!" tawar Eunwoo.

"Serius lu mau bantuin gue??" Eunha terkejut akan tawaran Eunwoo.

"Iya, balas Budi udah nolongin My Mom." ujar Eunwoo, membuat mata Eunha berbinar-binar kegirangan.

"Mama.. mau kedapur dulu buatin Eunwoo teh, Woo kamu temenin Eunha disini," Kristina pergi kedapur.

"Tapi, Lo udah tau syarat-syaratnya kan?" tanya Eunwoo membuka topik setelah Kristina pergi.

"Iya, udah. Tapi, gue masih ragu sama satu syarat dari FBI." Eunha ragu.

"Apaan?" tanya Eunwoo.

"Gue itu keturunan campuran, ibu gue Indo-Korea, sedangkan ayah Inggris-Amerika." jelas Eunha.

"Ohh.. kenapa Lo ragu itu ada keturunan Amerikanya tetap kan, lagian kalo Lo bisa lebih dari 2 bahasa kemungkinan Lo keterima besar," ucap Eunwoo dengan bahasa Korea, sebenarnya pengen ngetes Eunha.

"Ha?? Serius gue baru tau. Emang Lo bisa berapa bahasa??" jawab Eunha dengan bahasa Korea juga.

"8 Bahasa mungkin," kini Eunwoo menjawab dengan bahasa Indo, ngebuat Eunha kaget banget.

"Banyak banget, bahasa apa yang Lo bisa?" tanyanya.

"Inggris, Korea, China, Jepang, Thailand, Spanyol, Prancis, dan Arab,"
jawab Eunwoo.

"Lo keren sih sumpah," Eunha melemas mendengar betapa hebatnya agen FBI didepannya, sekarang dia hanyalah sebuah kentang.

"Makasih.., btw kapan lu daftar??" tanya Eunwoo.

"Kalo Lusa gimana?" jawab Eunha.

"Gapapa, lu ada gelar sarjana gak?" tanya Eunwoo.

"Ada, gue Sarjana Hukum lulusan Oxford, dan gue pernah kuliah kedokteran 4 semester di Universitas Indonesia."

Eunwoo mengangguk, "oke.. nanti gue aja yang seleksi lu," katanya.

"Kalian ngomong apa sih, nih teh-nya Woo," Kristina yang datang dari dapur heran dengan obrolan dua orang ini.

"Makasih mah," Eunwoo mengambil, dan meminum teh buatan Kristina.

"Eh.. kayaknya udah kelamaan deh, Kris aku pulang dulu ya.. udah malam," Eunha berdiri dan berpamitan dengan Kristina.

"Sini biar gue antar," Eunwoo berdiri berniat mengantar Eunha.

"Gausah gue tinggal di lantai 7 kok," jawabnya dia tinggal cuma beda 2 lantai doang masa mau diantar.

"Gapapa," Eunwoo dan Eunha pun keluar.

Sampai depan pintu, "Sekalian latihan, elo naik tangga dan gue naik lift kalo lo bisa nyamain kecepatan lift. Itu bakal bikin Lo lebih mudah keterima," jelas Eunwoo.

"Ha??" Eunha berpikir lama, 'Gapapa deh, yang penting gue keterima' batinnya.

"Oke.." Eunha berlari menuju tangga Emergency, sedangkan Eunwoo ke arah Lift.

***
To Be Selanjutnya
***

Jangan lupa Vote hooman, dan Comment...

09/05/2020







Only You °Jinha°Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang